Jaket Rp11.800 Terjual Rp480.000, Simulasi Lelang Tarik Antusiasme Ratusan Praja IPDN
Samba Dewangga Suharto
Senin, 15 Juni 2026 |
6 kali
Mempawah –
Sekitar 200 peserta yang terdiri atas praja, pengasuh, dan pegawai Institut
Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Kampus Kalimantan Barat mengikuti kegiatan
edukasi lelang yang diselenggarakan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan
Negara (DJKN) Kalimantan Barat yang berkolaborasi dengan Kantor Pelayanan
Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Pontianak, KPKNL Singkawang, dan Pejabat
Lelang Kelas II di Kampus IPDN Kalimantan Barat, Kabupaten Mempawah, Sabtu
(13/6).
Kegiatan yang merupakan bagian dari rangkaian peringatan
118 Tahun Lelang Indonesia tersebut bertujuan meningkatkan literasi masyarakat
mengenai lelang resmi sekaligus memperluas pemanfaatan platform digital
lelang.go.id.
Selain memperoleh materi mengenai mekanisme dan manfaat
lelang, peserta juga mengikuti simulasi lelang yang dirancang menyerupai proses
lelang sebenarnya. Melalui simulasi tersebut, peserta dapat memahami secara
langsung tahapan penawaran, persaingan harga, hingga penetapan pemenang lelang.
Salah satu momen yang menarik perhatian adalah ketika
sebuah jaket yang ditawarkan dengan harga awal Rp11.800 terjual hingga
Rp480.000 setelah melalui proses penawaran terbuka. Hasil dari simulasi lelang
tersebut kemudian disalurkan kepada organisasi kemahasiswaan di lingkungan
IPDN.
Kepala KPKNL Pontianak, Constantinus Chrisnan
Soegiherprajoko, yang menjadi salah satu narasumber dalam kegiatan tersebut,
mengatakan bahwa pemahaman masyarakat terhadap lelang resmi perlu terus
ditingkatkan agar semakin banyak masyarakat yang memanfaatkan layanan lelang
negara secara aman dan terpercaya.
"Masih banyak masyarakat yang mengenal lelang hanya
sebagai penjualan barang sitaan atau barang hasil penegakan hukum. Padahal,
lelang telah berkembang menjadi instrumen transaksi yang terbuka, transparan,
dan dapat diakses oleh siapa saja melalui platform digital. Karena itu, edukasi
kepada masyarakat, khususnya generasi muda, menjadi sangat penting agar mereka
memahami manfaat dan peluang yang ditawarkan lelang resmi," ujarnya.
Menurut Chrisnan, peningkatan literasi lelang juga
penting untuk membantu masyarakat mengenali kanal resmi pemerintah sehingga
terhindar dari berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan lelang.
Dalam kegiatan tersebut, peserta juga didampingi untuk
melakukan pembukaan dan aktivasi akun pada platform lelang.go.id. Hingga
kegiatan berakhir, lebih dari 100 akun berhasil dibuka dan diaktivasi oleh
peserta.
Aktivasi akun tersebut menjadi salah satu indikator
peningkatan akses masyarakat terhadap layanan lelang digital. Melalui akun
tersebut, masyarakat dapat mengikuti berbagai lelang yang diselenggarakan
secara resmi tanpa harus hadir secara fisik di lokasi pelaksanaan lelang.
Bagi peserta, pengalaman mengikuti simulasi lelang
menjadi bagian yang paling berkesan dari kegiatan tersebut. Salah seorang
peserta IPDN mengaku memperoleh pemahaman baru mengenai proses lelang yang
selama ini hanya diketahui secara umum.
"Kami sangat senang sekali hari ini karena belajar
hal baru, menambah wawasan, dan merasakan langsung pengalaman menjadi peserta
lelang. Kami tidak hanya belajar teori tentang lelang, tetapi juga mengikuti
simulasi lelang secara langsung sehingga dapat memahami proses, mekanisme, dan
pentingnya lelang," ujar
peserta tersebut.
Kegiatan edukasi ini merupakan bagian dari program SOLID
(Sosialisasi dan Edukasi Lelang) Tahun 2026 yang dilaksanakan DJKN dalam rangka
memperingati 118 Tahun Lelang Indonesia. Program ini ditujukan untuk
meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap lelang resmi, memperluas akses
informasi layanan lelang, serta mendorong pemanfaatan platform digital
lelang.go.id oleh masyarakat.
Melalui pendekatan yang melibatkan kalangan pendidikan, DJKN berharap pemahaman mengenai lelang resmi dapat menjangkau lebih banyak kelompok masyarakat, khususnya generasi muda yang semakin akrab dengan layanan digital. Dengan meningkatnya literasi dan partisipasi masyarakat, lelang diharapkan tidak hanya dipahami sebagai mekanisme penjualan, tetapi juga sebagai instrumen ekonomi yang transparan, inklusif, dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
Foto Terkait Berita