Jl. Lapangan Banteng Timur No.2-4, Jakarta Pusat
   134      Login Pegawai
Berita Kanwil DJKN Kalimantan Barat
Siaran Pers Rilis APBN: Perekonomian di Kalimantan Barat Tetap Terjaga di Tengah Ketidakpastian Global

Siaran Pers Rilis APBN: Perekonomian di Kalimantan Barat Tetap Terjaga di Tengah Ketidakpastian Global

Samba Dewangga Suharto
Kamis, 12 Desember 2024 |   365 kali

Neraca Perdagangan Kalimantan Barat Tetap Tergaja di Angka Surplus

  • Dampak perubahan kebijakan Amerika Serikat pada pasar negara berkembang perlu diwaspadai. Rilis Pertumbuhan Kuartal Ketiga Negara-Negara Masih Mengindikasikan Tren Pertumbuhan yang Divergen. Secara umum, negara berkembang di Asia tumbuh lebih kuat, Amerika Serikat menunjukkan resliensi ekonominya, sedangkan Eropa menunjukkan pertumbuhan yang relatif stagnan.
  • Di Asia, Vietnam mencatatkan pertumbuhan tinggi yang konstan, Malaysia, Filipina & Indonesia masih tumbuh cukup kuat, Singapura mencatat pertumbuhan tercepat dalam dua tahun pada Q3. Hingga Q3 2024, Indonesia mengalami pertumbuhan ekonomi sebesar 5%.
  • Neraca perdagangan Kalimantan Barat hingga Q3 2024 tetap terjaga di angka surplus dengan nilai US $159,69 juta dengan akumulatif di 2024 sebesar US $957,69 juta. Nilai impor dan ekspor Kalimantan Barat masing-masing sebesar US $63,22 juta dan US $222,93 juta.


Sektor Pertanian Mendominasi Perekonomian Kalimantan Barat

  • Pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat secara year on year berada di angka 4,87%, menempati urutan ketiga setelah Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan. Distribusi perekonomian di Kalimantan Barat didominasi oleh sektor pertanian dengan nilai distribusi 21,58% diikuti oleh sektor industri, perdagangan besar, dan konstruksi. Di sisi lain sektor real estate menempati urutan tertinggi lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan paling pesat di Kalimantan Barat dengan pertumbuhan year on year sebesar 9,42%.
  • Tingkat inflasi Kalimantan Barat hingga 31 Oktober 2024 sebesar 1,58% (year on year) dengan tingkat inflasi tertinggi berada di Kabupaten Sintang yaitu sebesar 2,31% sedangkan tingkat inflasi terendah berada di Kota Singkawang yaitu sebesar 1,33%. Selanjutnya kesehteraan petani dan nelayan dinilai baik dengan Nilai Tukar Petani (NTP) dan Nilai Tukar Nelayan (NTN) tercatat masing masing berada pada angka 162,35 dan 101,26. NTP Kalbar pada Oktober 2024 menempati posisi tertinggi se-regional Kalimantan dan berada di atas nasional. Hal tersebut sejalan dengan kontribusi lapangan usaha terbesar di Kalimantan Barat terdapat pada sektor pertanian, kehutanan dan perikanan.


Highlight Kinerja APBN di Kalimantan Barat Hingga 31 Oktober 2024

  • Realisasi pendapatan APBN Regional Kalimantan Barat mencaai Rp9.919,6 miliar (79,66%). Sementara itu realisasi Belanja APBN Regional Kalimantan Barat dalah sebesar Rp26.231,58 miliar dengan Belanja Pemerintah Pusat sebesar Rp8.684,26 miliar dan Transfer ke Daerah sebesar Rp17.547,32 miliar.
  • PPh masih mengalami kontraksi yang dipengaruhi oleh peningkatan restituis pajak sebesar 183% jika dibandingkan dengan tahun 2023. Penerimaan pajak dari sektor industri pengolahan mengalami kontraksi, sedangkan sektor perdagangan besar dan eceran menunjukkan pertumbuhan positif dan mengalami peningkatan kontribusi. Sementara itu pos PNBP telah melampaui target yang ditetapkan (130,81%). Sinyal positif datang dari pos Bea Keluar dimana tarif Crude Palm Oil (CPO) mengalami peningkatan kolom dan diperkirakan akan terus meningkat untuk bulan November dan Desember 2024.
  • Sampai dengan 31 Oktober 2024, TKD yang tercatat telah disalurkan sebesar Rp17.547,33 miliar dengan realisasi penyaluran tertinggi secara persentase terdapat pada komponen Dana Desa yakni sebesar 90,47%. Secara nominal, penyaluran TKD tertinggi terjadi di Pemerintan Provinsi Kalimantan Barat (Rp2.561,71 miliar) dan terendah di Kabupaten Kayong Utara (Rp583,46 miliar). Secara persentase salur dari total alokasi TKD, tertinggi adalah Kabupaten Melawi (92,06%) dan terendah adalah Kabupaten Sanggau (80,30%).


Highlight Kinerja DJKN di Kalimantan Barat Hingga 31 Oktober 2024

  • Nilai Barang Milik Negara di Kalimantan Barat sampai dengan 31 Oktober 2024 secara total adalah sebesar Rp97,84 triliun dengan rincian pada klasifikasi (1) Tanah Negara sebesar Rp68,31 triliun, (2) Peralatan dan Mesin sebesar Rp3,52 triliun, (3) Gedung/Bangunan sebesar Rp7,84 triliun, (4) Jalan, Jembatan, Jaringan sebesar Rp15,04 triliun, dan (6) Lainnya sebesar Rp3,12 triliun.
  • Kontribusi PNBP DJKN Kalimantan Barat  sampai dengan 31 Oktober 2024 secara total adalah sebesar Rp39,09 miliar dengan rincian dari PNBP Aset sebesar Rp27,80 miliar, PNBP Lelang sebesar Rp11,26 miliar, dan PNBP Piutang Negara sebesar Rp26,72 juta.
  • Barang Milik Negara yang terdapat di Kalimantan Barat memiliki kontribusi sosial ekonomi bagi masyarakat di Provinsi Kalimantan Barat di antaranya adalah pemanfaatan BMN dan BMN idle untuk UMKM, pemanfaatan asset eks PPA untuk kantor, pemantapan status asset bekas milik asing/tionghoa untuk sekolah dan tempat ibadah, hibah BMN kepada Pemerintah Daerah, kerjasama pemanfaatan BMN dengan pihak swasta, dan underlying asset untuk kebutuhan SBSN.
  • Kontribusi BMN dalam rangka ketahanan pangan Kalimantan Barat di antaranya adalah untuk food availability berupa hibah BMN barang tegahan Bea Cukai berupa beras Malaysia kepada Pemprov Kalbar serta untuk food access berupa hibah BMN untuk jalan, dermaga, Instalasi Pengolahan Air (IPA) Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) pada beberapa Pemerintah Daerah di Provinsi Kalimantan Barat.
Floating Icon