Jl. Lapangan Banteng Timur No.2-4, Jakarta Pusat
   134      Login Pegawai
Berita Kanwil DJKN Kalimantan Barat
Sigap Hadapi Tantangan, Tangguh Kawal Pemulihan Insan Kemenkeu Siap Persembahkan Kinerja Terbaik Sebagai Punggawa Keuangan Negara

Sigap Hadapi Tantangan, Tangguh Kawal Pemulihan Insan Kemenkeu Siap Persembahkan Kinerja Terbaik Sebagai Punggawa Keuangan Negara

Aminah Nurmillah
Senin, 31 Oktober 2022 |   5547 kali

Kemenkeu Satu Kalimantan Barat melaksanakan upacara untuk memperingati Hari Oeang Republik Indonesia ke-76 yang sekaligus memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-94 di lingkungan Kementerian Keuangan pada hari Senin (31/10/2022) di halaman Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kalimantan Barat. Upacara yang dipimpin oleh Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan Imik Eko Putro, dihadiri pula oleh Kepala kanwil DJKN Kalimantan Barat Edward UP Nainggolan, Kepala Kanwil DJP Kalimantan Barat Kurniawan Nizar, serta Pejabat Administrator, Pejabat Pengawas serta perwakilan staf.

Mengambil tema peringatan Hari Oeang Republik Indonesia ke-76 Tahun 2022  Kemenkeu Satu yaitu Sigap Hadapi Tantangan, Tangguh Kawal Pemulihan. Penyelenggaraan Upacara Bendera pada Kemenkeu Kalbar sebagai Instansi vertikal Kementerian Keuangan dilaksanakan dengan mengedepankan semangat Kemenkeu Satu.

Upacara untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda sekaligus memperingati HORI ke-76 ini selain menaikkan upacara menaikkan Bendera Merah Putihn pembacaan Pancasila, Pembukaan UUD 1945, ditambahkan pembacaan  Putusan Kongres Pemuda-Pemuda Indonesia, serta pembacaan Mengenang Detik-Detik Beredarnya Uang Republik Indonesia. Mengutip substansi penting untuk menjadi catatan yaitu   penggunaan kedua mata uang Jepang dan Uang DEJAVASCHE BANK tidak sejalan dengan hakekat dari kemerdekaan. Sebagai bangsa yang merdeka adalah bangsa yang berdaulat. Salah satu atribut dari kedaulatan itu adalah memiliki mata uang sendiri, yang digunakan sebagai alat pembayaran yang sah oleh segenap rakyatnya; bukan mata uang asing, apalagi mata uang yang dikeluarkan oleh pemerintah yang pernah menjajahnya, hari-hari sesudah proklamasi, rakyat yang telah merdeka, masih menggunakan sebagai alat pembayaran. Oleh karena itu, ditengah berkobarnya api perjuangan mempertahankan kemerdekaan, pemerintah menetapkan UndangUndang tentang Pengeluaran Uang Republik Indonesia, yaitu Undang-Undang Nomor 17 Tahun 1946 dan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 1946. Menteri Keuangan diberi kewenangan untuk menetapkan hal-hal yang berkaitan dengan pengeluaran Uang Republik Indonesia. Dengan Keputusan Nomor SS/1/35 Tanggal 29 Oktober 1946, Menteri Keuangan menyatakan bahwa Uang Jepang dan Uang DEJAVASCHE BANK dinyatakan tidak berlaku. Sebagai gantinya, Uang Republik Indonesia ditetapkan sebagai alat pembayaran yang sah.

Dilanjutkan dengan pidato Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan Imik Eko Putro menyampaikan pesan dan arahan  Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam rangka memperingati HORI ke- 76, “Sigap Hadapi Tantangan, Tangguh Kawal Pemulihan” adalah tema yang dipilih untuk peringatan Hari Oeang ke-76. Tema yang relevan dan menggambarkan kondisi Kementerian Keuangan saat ini. Saya berharap peringatan HORI tidak hanya menjadi sukacita perayaan atas 76 tahun usia Kementerian Keuangan. Lebih dari itu, semoga peringatan HORI mampu menjadi titik perhentian sejenak untuk merefleksikan diri dan memetakan langkahlangkah ke depan, bagaimana Kementerian Keuangan terus menjaga dan mewujudkan cita-cita Indonesia. Tanggal 28 Oktober kemarin, kita juga baru saja memperingati hari Sumpah Pemuda dimana tepat 94 tahun yang lalu para pemuda dari berbagai daerah di seluruh nusantara berjanji untuk bersatu atas nama tanah air Indonesia, berbangsa Indonesia, dan memiliki bahasa persatuan, yaitu bahasa Indonesia.  Sumpah Pemuda menyadarkan kita bagaimana menyikapi perbedaan suku, agama, ras, kultur, dan berbagai kepentingan menjadi kekuatan, bukan sebagai faktor yang melemahkan.  Sumpah Pemuda mengingatkan kita bahwa semangat kesatuan dan persatuan Indonesia lahir bahkan sebelum Indonesia merdeka dan menjadi tonggak kuat menuju kemerdekaan. Untuk itu, saya harap seluruh jajaran Kementerian Keuangan dapat terus memberikan kontribusi terbaik dimanapun dengan mengedepankan semangat gotong royong dan kolaborasi di dalam kemajemukan.

Di antara tantangan yang sedang kita hadapi, sebagian dapat kita prediksi, namun sebagian lainnya tidak pernah kita bayangkan. Tahun 2020, kita tidak pernah menduga akan muncul pandemi Covid-19. Begitu pula yang terjadi pada awal tahun 2022. Kita tidak menduga akan terjadi konflik geopolitik Rusia-Ukraina, yang kemudian memicu munculnya krisis pada berbagai bidang, seperti krisis energi, krisis pangan, hingga krisis sektor keuangan. Ini bukan tantangan yang mudah karena terjadi di saat pandemi belum berakhir dan berdampak pada perekonomian dunia secara keseluruhan. Apabila negara tidak mampu menangani krisis ini dengan baik, maka krisis ini dapat berpotensi menjadi krisis multidimensi. Saat dunia dihadapkan pada ancaman resesi global, kita bersyukur Indonesia termasuk negara yang memiliki pondasi ekonomi yang cukup kuat. Meski demikian, kita harus terus waspada dan bersiap menghadapi tantangan yang mungkin di luar dugaan. Kesigapan menghadapi berbagai tantangan mutlak diperlukan. Sigap berarti tangkas; cepat dan kuat dengan penuh semangat dan meyakinkan. Jajaran Kementerian Keuangan harus mampu merespon tantangan yang hadir dengan cepat dan kuat, serta selalu optimis dan yakin akan mampu mengatasi berbagai tantangan tersebut.

Dalam penutup pesan pidatonya Menteri Keuangan menyampaikan, semangat Hari Oeang diharapkan menjadi inspirasi bagi kita untuk menyejahterakan bangsa melalui berbagai cara. Selama 76 tahun, Kemenkeu terus menjaga semangat yang sama dengan memberikan pelayanan dan berupaya menuju kesempurnaan dalam menjaga dan membangun Indonesia melalui pengelolaan keuangan negara yang transparan dan akuntabel. 25. Tugas-tugas besar menanti kita. Tantangan yang akan kita hadapi tidak mudah. Namun, kita seluruh jajaran Kementerian Keuangan, harus terus berusaha mempersembahkan kinerja terbaik dalam mengemban amanah sebagai punggawa keuangan negara.

Upacara memperingati Hari Sumpah Pemuda sekaligus HORI ke-76 dilanjutkan dengan pengumuman lomba-lomba yang telah dilaksanakan sepanjang bulan Oktober dalam rangka memperingati HORI ke-76.

Foto Terkait Berita

Floating Icon