Jl. Lapangan Banteng Timur No.2-4, Jakarta Pusat
   134      Login Pegawai
Berita Kanwil DJKN Kalimantan Barat
Dialog Publik TVRI;   Pilihan Berharga Kuatkan Bangsa Menjadi Pahlawan Bangsa dengan Berinvestasi SR 017

Dialog Publik TVRI; Pilihan Berharga Kuatkan Bangsa Menjadi Pahlawan Bangsa dengan Berinvestasi SR 017

Aminah Nurmillah
Kamis, 08 September 2022 |   407 kali

Pemerintah resmi membuka masa penawaran Sukuk Ritel seri SR017 kepada investor individu Warga Negara Indonesia secara online melalui platform Mitra Distribusi (Midis). Masa penawaran yang akan berlangsung mulai tanggal 19 Agustus s.d 14 September 2022. Dengan peluncuran SR 017 diperlukan media publikasi untuk mensosialisasikannya. Direktur Pembiayaan Syariah DJPPR Kementerian Keuangan Dwi Irianti Hadiningdyah bersama Kepala Kanwil DJKN Kalimantan Barat Edward UP Nainggolan mensosialisasikan peluncuran SR017 melalui media TVRI Pontianak sebagai wujud Pemerintah turut memberikan kesempatan kepada setiap Warga Negara Indonesia untuk dapat berinvestasi sekaligus berpartisipasi dalam mendukung pembangunan nasional.

Dwi Irianti Hadiningdyah menyampaikan SR017 memiliki tenor 3 tahun, dan menawarkan tingkat imbalan/kupon tetap sebesar 5,90 persen per tahun. Sukuk Negara sudah diterbitkan sejak tahun 2008 dan Sukuk Ritel diterbitkan sejak tahun 2009. Serta menanggapi pertanyaan terkait sampai saat ini sudah berapa total Sukuk Negara yang diterbitkan dan dananya digunakan untuk apa saja? Total penerbitan Sukuk Negara sampai dengan 18 Agustus 2022 sebesar Rp2.113,35 triliun, dengan total outstanding sebesar Rp1.245,13 triliun. Sedangkan Sukuk Negara Ritel sampai dengan saat ini sudah diterbitkan sekitar Rp 266 triliun, yang terdiri dari 16 seri Sukuk Ritel (SR) dan 8 seri Sukuk Tabungan (ST). Penerbitan Sukuk Negara tidak lepas dari Strategi Pembiayaan Tahunan maupun Strategi Pembiayaan Jangka Menengah serta merupakan bagian dari upaya diversifikasi instrumen dan sumber pembiayaan APBN. SBSN/Sukuk Negara diterbitkan dengan tujuan untuk pembiayaan APBN termasuk membiayai proyek-proyek Pemerintah di tanah air. Ini merupakan salah satu wujud partisipasi masyarakat dalam pembangunan nasional.

Proyek yang dibiayai dari SBSN sudah mencapai 4.316 proyek sampai dengan TA 2022 yang tersebar di berbagai wilayah tanah air Indonesia, antara lain untuk pembangunan jalan dan jembatan, jalur kereta api di Jawa, Sumatera, dan Sulawesi, pembangunan bandar udara, pelabuhan, dan fasilitas penyeberangan di beberapa provinsi, pembangunan sumber daya air (bendungan, irigasi, penyediaan dan pengelolaan air tanah, pengembangan dan revitalisasi asrama haji di berbagai kota/kabupaten, pembangunan dan rehabilitasi ratusan KUA & Manasik Haji, pembangunan dan pengembangan gedung perkuliahan di perguruan tinggi, pembangunan dan pengembangan madrasah, pembangunan 3 taman nasional (Baluran, Gunung Gede Pangrango, Aketajawe-Lolobata/Halmahera), pembangunan dan pengembangan laboratorium.

Sebagai upaya untuk mengoptimalkan sumber pembiayaan, Kementerian Keuangan tentunya terus berupaya untuk melakukan creative and innovative financing. Dijelaskan pula apa saja yang dilakukan oleh Kementerian Keuangan dalam mengembangkan creative and innovative financing. Disampaikan oleh Direktur Pembiayaan  bahwa untuk mengoptimalkan sumber pembiayaan APBN sangat diperlukan upaya-upaya creative dan innovative financing. Beberapa upaya inovasi yang sudah dilakukan dalam instrumen SBN antara lain Project financing Sukuk, yaitu SBSN yang diterbitkan untuk secara langsung membiayai kegiatan/proyek tertentu yang telah dialokasikan dalam APBN (earmarked), penerbitan Green Sukuk, baik di pasar global maupun Green Sukuk Ritel di pasar domestik, yang merupakan perwujudan komitmen Indonesia dalam mengatasi dampak perubahan iklim yang hasil penerbitannya digunakan untuk membiayai kegiatan pelestarian lingkungan hidup, penerbitan SBN Ritel secara online, yang dilakukan untuk meningkatkan financial inclusion serta memudahkan investor dalam berinvestasi. 

Sedangkan penerbitan CWLS (cash wakaf linked sukuk), untuk membantu pengembangan investasi sosial dan mendukung Gerakan Nasional Wakaf Uang. Skema CWLS disusun oleh pemerintah bersama Kementerian Agama, BI, OJK dan BWI untuk mendukung dan inovasi di bidang keuangan dan investasi sosial Islam di Indonesia. CWLS didesain sebagai instrumen untuk mendorong pengembangan wakaf produktif, dengan hasil investasi dana wakaf uang tersebut dimanfaatkan untuk pembentukan asset wakaf baru dan pembiayaan kegiatan sosial. CWLS dikembangkan juga untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk berwakaf uang baik yang bersifat temporer maupun permanen sekaligus dapat menginvestasikan uangnya pada instrumen investasi yang aman dan produktif melalui Sukuk Negara.

SDG Bond. Mengikuti kesuksesan Green Sukuk, Pemerintah juga menargetkan untuk menerbitkan SDG Bond, yang mencakup tidak hanya aspek perubahan iklim tapi juga aspek sosial dan sustainable development, untuk mencapai Sustainable Development Goals (SDGs). Kajian SDG Bond ini sudah dilakukan dibantu oleh UNDP Indonesia. Saat ini SDG Framework sedang dalam tahap review dari Second Party Opinion (SPO) yaitu Cicero (Norway) dan target penerbitan mudah-mudahan tahun ini.

Di samping inovasi di bidang instrumen pembiayaan, Pemerintah juga memiliki terobosan dan inovasi dalam mendorong pembiayaan “below the line” dalam pembangunan infrastruktur melalui terobosan optimalisasi pembiayaan kreatif dan inovatif. Skema pembiayaan ini akan mengkombinasikan beberapa skema pendanaan dan pembiayaan baik melalui pendanaan pemerintah (belanja dan utang) maupun skema pembiayaan lainnya (pemanfaatan aset BMN, Limited Concession Scheme (LCS), ataupun SWF/IIA)) dengan pembiayaan swasta. Kombinasi pendanaan pemerintah dan pembiayaan swasta disebut sebagai “blended finance”. Blended Finance ini menitikberatkan pada pelibatan pendanaan swasta untuk proyek infrastruktur dengan skema KPBU sebagai “tulang punggung” (backbone). Konsep Blended Finance telah diterapkan dalam beberapa proyek seperti proyek SPAM Umbulan, Jawa Timur yang sebagian konstruksinya mendapatkan VGF sedangkan porsi lainnya dibiayai dari swasta, proyek Kereta Api Makasar – Pare Pare yang dibiayai dari Sukuk Proyek (pendanaan pemerintah) dan pembiayaan swasta (KPBU); dan proyek Pengelolaan Sampah Legok Nangka yang mengkombinasikan dukungan konstruksi dari Kementerian PUPR dan pembiayaan swasta.

Pada penerbitan SR016 sebelumnya telah sukses menjangkau investor semua generasi di hampir seluruh wilayah Indonesia,  namun diminta untuk menginformasikan bagaimana capaian untuk penerbitan SR017 kali ini. Menanggapi hal ini Direktur Pembiayaan Syariah menjelaskan kehadiran SBN Ritel disambut sangat baik oleh masyarakat. Kami mengamati perilaku investor yang ingin menginvestasikan pada instrumen yang aman, menguntungkan dan likuid ditengah ketidakpastian ini. Maka instrumen SBN Ritel yang tersedia dapat memenuhi ekpektasi masyarakat tersebut. Melalui penerbitan SR017 yang mengambil tema nasional “Pilihan Berharga Kuatkan Bangsa” ini, harapannya akan ada lebih banyak lagi investor baru yang akan berinvestasi dan sesuai temanya, melalu investasi di SR017, kita bisa bersama-sama membantu Pemerintah dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional untuk menjadikan Indonesia bangsa yang lebih kuat. Kini menjadi Pahlawan tidak harus mengangkat senjata di medan perang akan tetapi dengan berinvestasi di SR017 kita bisa menjadi Pahlawan Negara. Manfaat dari keuntungan investasi pada SR017 juga dapat dirasakan oleh semua lapisan masyarakat Indonesia dan semua generasi di masa yang akan datang demi Indonesia yang lebih kuat. Disamping itu, dengan menggunakan metode penerbitan yg menggunakan platform online, maka investasi SBN Ritel ini juga dapat dilakukan kapan saja 24jam/7hari dan di mana saja.

Tahun ini pemerintah menerbitkan Sukuk Ritel Seri SR017, yang berarti Pemerintah sudah menerbitkan sebanyak 17 seri Sukuk Ritel, mengapa perlu dihimbau agar masyarakat berinvestasi Sukuk Ritel SR017? Apa karakteristik Ritel SR017 yang berbeda dengan Sukuk Ritel sebelumnya? Melalui SR017, Pemerintah turut memberikan kesempatan kepada setiap Warga Negara Indonesia untuk dapat berinvestasi sekaligus berpartisipasi dalam mendukung pembangunan nasional termasuk pemulihan ekonomi nasional. Di samping itu, penerbitan SR017 yang dilakukan secara online juga bertujuan untuk meningkatkan inklusi keuangan (financial inclusion) terutama dari kalangan generasi milenial. Pada saat SBN dijual secara offline, partisipasi generasi milenial hanya berkisar 15 persen – 20 persen, namun sejak dijual secara online, partisipasi generasi milenial meningkat signifikan menjadi sekitar 50 persen. Milenial dan generasi setelahnya adalah generasi “gadget”, sehingga sistem SBN ritel online yang sekarang digunakan ini sangat relevan dan sesuai dengan karakteristik generasi milenial yaitu mudah dan dapat dibeli kapanpun dan dimanapun, serta dengan nilai minimal yang sangat terjangkau yaitu hanya Rp1 juta. Selain itu, SR017 masih memiliki banyak keunggulan, antara lain aman dimana pokok dan imbalan dijamin oleh negara, mudah dan terjangkau, kemudahan akses transaksi pembelian dilakukan melalui sistem Elektronik (online) dengan hanya minimal Rp 1 juta, menarik. tingkat imbalan kompetitif, lebih tinggi dari rata-rata tingkat bunga deposito Bank BUMN, imbalan tetap dan dibayar tiap bulan sehingga memberikan kepastian untuk investor, dan pajak lebih rendah (pph final 10 persen), serta dapat diperdagangkan, sesuai Syariah akses investasi sesuai prinsip syariah.

Dijelaskan pula secara prinsip struktur instrumen, tidak ada perbedaan antara SR017 dengan SR016, baik dari sisi tenor, minimum dan maksimum pembelian, tradability, maupun jenis akadnya. Beberapa hal yang membedakan adalah tingkat imbalan/kupon: Imbalan SR017 adalah 5,90 persen per tahun, yang pada saat diumumkan, suku bunga BI berada pada level 3,50 persen sangat komtetitif dibandingkan  dan dari jumlah Midis, tahun ini terdapat 31 Mitra Distribusi untuk penerbitan SR017 ini.

Foto Terkait Berita

Floating Icon