Kick Off Meeting ZI WBK/WBBM Tahun 2022 Inspektorat Jenderal Kemenkeu, Strategi Pembangunan dan Evaluasi Mandiri ZI WBK/WBBM
Hilda Evimelia
Kamis, 25 Agustus 2022 |
492 kali
Pontianak
(25/08), Kanwil DJKN Kalimantan Barat mengikuti Kick Off Meeting Evaluasi Mandiri ZI WBK/WBBM Tahun 2022 yang
diselenggarakan oleh Tim Penilai Kementerian (TPK) Inspektorat Jenderal
Kementerian Keuangan secara virtual.
Inspektur
VII Ahmad Gufron membuka kegiatan sekaligus menyampaikan laporan terkait
penyelenggaraan ZI WBK/WBBM di lingkungan Kementerian Keuangan. Kementerian
Keuangan dapat melakukan penilaian mandiri berdasarkan PermenPANRB Nomor 90
Tahun 2021 tentang Pembangunan dan Evaluasi Zona Integritas Menuju Wilayah
Bebas dari Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani di Instansi
Pemerintah dimana bagi instansi pemerintah yang unit kerjanya telah mendapatkan
predikat menuju WBK/WBBM lebih dari 30 persen maka instansi tersebut tidak perlu
mengajukan satkernya lagi kepada Kemenpan RB untuk diajukan untuk mendapatkan
predikat WBK/WBBM dan bisa dinilai secara mandiri oleh Inspektorat Jenderal di
instansi yang bersangkutan. Disampaikan strategi menuju evaluasi mandiri ZI
WBK/WBBM antara lain dengan pembentukan Tim Kerja Penyusunan Kebijakan dan
Evaluasi Mandiri ZI WBK/WBBM, manual book
(panduan) pembangunan dan evaluasi mandiri ZI WBK/WBBM, instrument infrastruktur guidance
pelaksanaan dan pengolahan hasil survei ZI WBK/WBBM, capacity building untuk peningkatan kompetensi Tim Penilai UE1 dan
Tim Penilai Kementerian dan sinergi dengan instansi lain seperti dengan
KemenPANRB, KPK dan Ombudsman.
Untuk
tahapan progress pelaksanaan evaluasi
mandiri ZI WBK/WBBM Tahun 2022 yaitu penilaian Tim Penilai Kementerian desk evaluation, survei dan clearance on process s.d 31 Agustus 2022, field
evaluation, mystery shopping, pra pleno dengan jadwal tanggal 8 Juli s.d 14
Oktober 2022, clearance dengan KPK dan Ombudsman dengan fasilitasi KemenPANRB
tanggal 17 Oktober s.d. 17 November 2022 dan penetapan unit WBK/WBBM dan
pemberian penghargaan bertepatan dengan Hakordia tanggal 18 Desember 2022.
Inspektur
Jenderal Kementerian Keuangan Awan Nurmawan Nuh sebagai keynote speech menyampaikan dengan mengangkat tema integritas dan
tantangan ke depan untuk penguatan integritas.menjadi backbone dalam pembangunan ZI WBK/WBBM. Pelanggaran terhadap
integritas tidak mendapat tempat di Kementerian Keuangan. Sebagaimana arahan Menteri Keuangan Sri
Mulyani Indrawati pada Hakordia Tahun 2021 bahwa, “Saya selalu mengatakan jaga
integritas, karena itu adalah dignity
anda. Kehormatan anda, jaga integritas karena itu adalah identik dengan marwah
anda”.
Berdasarkan
amanat regulasi KMK Nomor 322/KMK.09/2021 tentang Kerangka Kerja Penerapan
Sistem Pengendalian Intern di Lingkungan Kementerian Keuangan dan KMK Nomor 323/KMK.09/2021 tentang
Kerangka Kerja Integritas Kementerian Keuangan bahwa Pejabat Pimpinan Tinggi
dan Pejabat Administrator sebagai Lini Pertama harus menjadi garda terdepan
dalam penguatan integritas karena memimpin seluruh kegiatan pelayanan publik serta
administrasi pemerintahan dan pembangunan. Serta merupakan lini terpenting
dalam menerapkan KKI dan KK SPI sehingga harus memberikan keteladanan
pengawasan dan pembinaan terkait kode etik dan kode perilaku.
Beberapa
catatan capaian dan tantangan integritas di lingkungan Kementerian Keuangan
yaitu untuk capaian Tahun 2021 skor reformasi birokrasi dari KemenPANRB sebesar
88,69 meningkat dari 87,63. Survei Penilaian Integritas memperoleh penilaian
90,37 meningkat dari 88,90. Peserta dan UPP terbaik pada Kompetisi pengelolaan
Pengaduan Pelayanan Publik. Budaya Inovasi Pegawai 5,56 persen dari 4.445 pegawai.
Peringkat II UPG Terbaik 2020. Namun masih terdapat catatan fraud dan hasil
audit investigasi masih teridentifikasi 75 fraudster, pengaduan fraud meningkat
35,93 persen sebesar 174 pengaduan, hasil SPI pelapor pengaduan belum merasa aman,
awareness melaporkan fraud masih rendah. Penegakan disiplin dan kode etik
terdapat 433 pelanggaran administratif dan 170 pelanggaran non administratif
serta jumlah Unit Kepatuhan Internal yang belum memadai.
Diingatkan
kembali keberadaan Three Line of Defense Kemenkeu yaitu pada Lini Pertama
Manajemen Operasional Kepala Kantor sebagai leading
by example, mengembangkan upaya speak
up, menerapkan Manajemen Risiko terutama risiko fraud. Lini Kedua yaitu UKI
melakulan pemantauan disiplin dan kode etik, pemantauan pengendalian intern
secara risk based serta melakukan
percepatan dan penajaman proses profiling pegawai dan pemanfaatan FRS. Lini
Ketiga Inspektorat Jenderal melakukan pengawasan berbasis risiko, investigasi
dan operasi saber pungli, penguatan sinergi pengawasan dengan KPK, APH dan UKI
serta mendorong implementasi KKI pada seluruh unit kerja.
Inspektur
Jenderal Kementerian Keuangan menyampaikan strategi pembangunan dan evaluasi mandiri
ZI WBK/WBBM yaitu pertama semua kantor Kemenkeu berpredikat WBK/WBBM, kedua
lima values harus diterjemahkan menjadi living
our values, ketiga sempurna bukan hanya nilai seratus karena kita tidak
akan pernah mencapai puncak terbaik, karena kita diberi ladang amal untuk lebih
baik serta memperhatikan betul program WBK/WBBM dalam segala dimensinya untuk
benar-benar nyata bukan ritual formalis semata. Key points dengan melakukan perbaikan kualitas hasil pembangunan
dan evaluasi ZI, kolaborasi intensif antar semua pihak yang terlibat, hasil
pembangunan ZI dapat berdampak langsung ke dalam dan luar Kemenkeu.
Tiurmaida
Auditor Madya Inspektorat Jenderal Kemenkeu sebagai pemateri terakhir
menyampaikan hal-hal teknis terkait pelaksanaan desk evaluation, survei, field
evaluation dan mystery shopping yang
merupakan komponen penting dalam penilaian WBK/WBBM yang harus dipersiapkan
oleh seluruh unit satker Kemenkeu yang mengikuti penilaian.
Kepala
Kanwil DJKN Kalimantan Barat Edward UP Nainggolan pada sesi tanya jawab
mempertanyakan kemungkinan apakah dapat dieliminasi untuk beberapa responden
yang asal menjawab survei dan responden survei pada saat WBK yang masih
memberikan penilaian berdasarkan layanan pada masa lampau serta kemungkinan
dilakukan field evaluation untuk unit
yang mengikuti penilaian WBBM.
Foto Terkait Berita