Sinergi Peningkatan Kualitas Media Sosial Kanwil DJKN Kalbar
Ayundari
Rabu, 17 November 2021 |
245 kali
Peningkatan kualitas kinerja di bidang Kehumasan serta pemahaman akan pentingnya penerapan strategi komunikasi di lingkungan Kanwil DJKN Kalimantan Barat diperlukan sinergi bersama dengan Subdit Humas Direktorat Hukum dan Humas. Bentuk sinergi tersebut dengan dilakukannya rapat monitoring dan evaluasi Media Sosial DJKN Kalimantan Barat yang diselenggarakan secara daring pada tanggal 17 November 2021.
Rapat monev yang dibuka oleh Kepala Kanwil DJKN Kalimantan Barat Edward UP Nainggolan, yang membuka acara dimaksud dengan menyampaikan bahwa ASN harus memahami era informasi saat ini, sehingga perlu meningkatkan literasi baik melalui media mainstream yang digunakan yaitu pada media massa lokal, media sosial maupun website. Media tersebut juga digunakan sebagai sarana counter soft di tengah isu-isu yang berkembang di masyarakat baik terkait isu di DJKN maupun Kementerian Keuangan secara umum. Kepala Kanwil DJKN Kalimantan Barat pada kesempatan ini turut mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Humas DJKN dan Kementerian Keuangan yang telah memiliki agenda setting sehingga meningkatkan kualitas konten serta pemberitaan yang lebih terstruktur.
Mengawali pemberian materi dan sharing dari Kasubdit Humas Direktorat Hukum dan Humas Bernadette Yuliasari Mulyanto mengenai pentingnya memiliki perspektif dan strategi komunikasi yang sama di lingkungan Kementerian Keuangan. Disampaikan pula teori dari Strategi Komunikasi adalah kombinasi yang terbaik dari semua elemen komunikasi mulai dari komunikator, pesan, saluran (media), penerima sampai pada pengaruh (efek) yang dirancang untuk mencapai tujuan komunikasi yang optimal. Komunikasi merupakan bagian dari kebijakan publik dengan alasan Kementerian Keuangan sebagai instansi Pemerintah harus mendapat trust dari publik karena sering membuat kebijakan yang tidak populer misalnya kebijakan di bidang perpajakan. Sehingga dengan strategi komunikasi ini Kementerian Keuangan tidak lagi karena sebagai government yang bisa membuat kebijakan sepihak namun juga bagaimana publik bisa merespon secara langsung namun juga bisa mendiskreditkan Pemerintah. Terhadap hal tersebut perlu tindakan antisipatif Kementerian Keuangan dengan menggunakan saluran komunikasi.
Penyampaian materi Communication is a part of Policy, merupkan teori yang harus dipahami sebagai punggawa Humas DJKN. Dalam materi ini perlu mengetahui proses bisnis kehumasan yang harus dimulai dengan research yaitu menganalisis situasi dan mencari tahu masalah/belanja masalah sebagai contoh ditetapkannya Kebijakan Keringanan Hutang, Humas DJKN melakukan Research sebelum mengkomunikasikannya ke publik seperti siapa sasaran Debiturnya, status ekonominya serta di internal DJKN yang sudah demotivasi. Setelah itu dilakukan Planning untuk merencanakan program dan strategi komunikasi, tahap berikutnya yaitu Communication Actions yaitu dengan memanfaatkan seluruh kanal dan media dan terakhir tahap Evaluation yaitu untuk mengetahui efektifitas program kehumasan.Sebagai contoh untuk tahap evaluasi kehumasan untuk kebijakan keringanan hutang sudah diikuti oleh seribu Debitur.
Media komunikasi dengan media sosial yang merupakan bagian dari Strategi Komunikasi diperlukan adanya pesan kunci. Pesan kunci perlu ditetapkan agar tidak keluar dari hal-hal penting yang harus disampaikan, sehingga pesan kunci ini dapat digunakan sebagai pedoman secara menyeluruh serta dapat diterjemahkan oleh setiap unit vertikal DJKN.
Tim Humas DJKN yang turut memberikan sharing yaitu Hidayat dan Nanang menjelaskan secara lebih detil dan teknis dalam pelaksanaan evaluasi pengelolaan media sosial serta formulasi evaluasi media sosial untuk unit vertikal DJKN. Seperti beberapa kriteria penilaian publikasi pada media sosial apabila publikasi orisinal dan tepat waktu akan berbeda penilaiannya apabila publikasi dilakukan repost. Kesimpulan atas penjelasan tersebut agar publikasi pada media sosial sesuai dengan rencana komunikasi dengan rentang tanggal yang ditentukan, konten didasarkan pada pesan kunci serta mengutamakan kualitas konten.
Foto Terkait Berita