Jl. Lapangan Banteng Timur No.2-4, Jakarta Pusat
   134      Login Pegawai
Berita Kanwil DJKN Kalimantan Barat
Filosofi Nihilisme, Maknai Kehidupan, Berikan Kemanfaatan

Filosofi Nihilisme, Maknai Kehidupan, Berikan Kemanfaatan

Aminah Nurmillah
Senin, 15 November 2021 |   9843 kali

Kanwil DJKN Kalimantan Barat menyelenggarakan kegiatan Senin Semangat (Sense) pada hari Senin, 15 November 2021. Kegiatan ini rutin diselenggarakan di setiap hari senin pagi sebelum memulai aktivitas pekerjaan di kantor. Tujuan dari diselenggarakannya kegiatan Senin Semangat ini adalah untuk meningkatkan solidaritas para pegawai serta meningkatkan semangat bekerja pegawai di awal pekan. Senin Semangat akan dibuka dengan doa yang jadwalnya digilir di setiap bidang, setelah itu dilanjutkan dengan penyampaian informasi yang jadwalnya juga digilir agar setiap bidang/bagian mendapat jatah untuk berbicara dan menyampaikan informasi. Informasi di sini dapat berupa apa saja dan tidak harus berhubungan dengan pekerjaan kantor, hal ini juga bertujuan untuk melatih kemampuan public speaking dari pegawai di Kanwil DJKN Kalimantan Barat.

Pada hari Senin, 15 November 2021, Bagian Umum pada Kanwil DJKN Kalimantan Barat yang diwakili oleh Fortunatus Okta Yubeliem mendapat jadwal untuk sharing informasi dalam kegiatan Senin Semangat. Pada kesempatan ini informasi yang disampaikan adalah tentang salah satu aliran filsafat yaitu Nihilisme. Nihilisme adalah sebuah filosofi dalam ilmu filsafat yang berkeyakinan bahwa semua nilai-nilai (value) itu tidak berarti. Nihilisme mengatakan bahwa dunia ini, terutama keberadaan manusia di dunia, tidak memiliki suatu tujuan.

Terkadang dalam hidup ini kita bertanya, “Untuk apa kita hidup? Untuk apa kita bekerja saat ini? Untuk apa semua pencapaian dan prestasi kita saat ini jika nanti kita juga akan mati?”. Setiap orang setidaknya sekali dalam hidupnya mungkin akan mengalami masa di mana pertanyaan-pertanyaan di atas melintas di dalam kepala mereka. Ketika kita mempertanyakan tujuan hidup kita saat ini, mempertanyakan tujuan keberadaan kita di dunia, mempertanyakan untuk apa setiap prestasi dan pencapaian kita sekarang karena nanti pada akhirnya kita akan mati, berarti kita sedang berada dalam filosofi nihilisme.

Kita mungkin hanya beruntung karena dari jutaan bintang di alam semesta ini kita terlahir ke dunia. Kita juga mungkin beruntung karena diberikan otak membuat kita lebih cerdas dari makhluk lain di dunia ini. Tetapi satu hal yang membuat kita sama dengan makhluk hidup lain adalah semua akan mati, semua akan berakhir.

Albert Camus seorang filsuf pernah membuat analogi mengenai filosofi nihilisme dalam sebuah tulisannya yang berjudul “The Myth of Sisyphus”. Dalam tulisan tersebut diceritakan ada sebuah raja bernama Sisyphus yang dihukum untuk mendorong batu seumur hidupnya. Sisyphus akan mendorong sebuah batu ke atas puncak bukit, kemudian ketika sudah mencapai puncak, batu tersebut akan kembali menggelinding ke bawah, Sisyphus pun akan kembali turun dan mendorong lagi batu tersebut hingga mencapai puncak, dan kejadian tersebut akan berulang terus-menerus seumur hidupnya.

Menurut Albert Camus, hidup kita juga kurang lebih sama seperti analogi raja Sisyphus tersebut. Hidup kita seperti siklus yang selalu berulang setiap hari dalam setiap pekan. Pada hari senin mungkin kita merasa sedih karena akhir pekan sudah berakhir, pada hari selasa kita merasa senang karena mendapatkan bonus atas pekerjaan kita di kantor, pada hari rabu dan kamis kita masih merasa senang kemudian pada hari jumat kita sudah merasa sedih lagi karena sesuatu dan lain hal.

Inti dari filosofi nihilisme ini adalah “Nothing really matters in life”, hidup kita seperti siklus yang selalu berulang dari waktu ke waktu, terkadang kita merasa senang karena telah meraih prestasi tertentu kemudian kita merasa sedih lagi karena gagal dalam ujian. Jika menurut filosofi nihilisme bahwa tidak ada yang berarti di dunia ini, maka diri kita sendiri lah yang seharusnya memberikan arti dalam kehidupan ini. Selagi kita masih diberikan hidup dan kesempatan untuk berkarya maka setiap hari kita harus melakukan yang terbaik untuk memberikan makna dalam kehidupan, dan meskipun nantinya kita semua akan mati hendaknya tujuan hidup kita di dunia ini dapat memberikan manfaat bagi banyak orang.

Foto Terkait Berita

Floating Icon