In House Training KPKNL Pontianak: PeningkatanKemampuanKomunikasidanKecerdasanEmosi
Thaus Sugihilmi Arya Putra
Selasa, 12 Oktober 2021 |
160 kali
In House Training
KPKNL Pontianak: PeningkatanKemampuanKomunikasidanKecerdasanEmosi
Kantor PelayananKekayaan
Negara danLelang (KPKNL) Pontianak melaksanakanIn House Training(IHT) secara daring padaSelasa (12/10). Kegiatan yang diikuti oleh seluruh Pegawai ini dimaksudkan untuk mewujudkan Sumber Daya Manusia
(SDM) yang memiliki kinerja maksimal, kualitas kepemimpinan yang kuat,
kompetensi teknis yang mumpuni, serta tingkah laku yang
sesuai dengan nilai-nilai organisasi. Adapun tema yang
dipilih adalah meningkatkan kemampuan komunikasi dan kecerdasan emosi dalam menghadapi pemangku kepentingan dengan narasumber Moch.
Arief Risman, Widyaiswara Ahli Madya pada Pusa tPendidikan danPelatihan Pengembangan
SDM.
Yanuardi Setyo Rachman, Ketua
Tim Penataan Sistem Manajemen SDM dalam pembangunan ZI-WBK KPKNL Pontianak
membuka kegiatan dengan menyampaikan pentingnya kualitas SDM. “Kualitas SDM
merupakan potret kualitas pengelolaan sebuah organisasi. Kemampuan SDM
akan berkorelasi secara positif dengan kualitas penyelenggaraan organisasi dan pencapaian kinerja.
Meskipun dengan keterbatasan situasi dan kondisi sehingga mengharuskan kita melaksanakan
IHT secara daring, namun saya berharap para Pegawai bisa meningkatkan perform saat memberikan pelayanan sehingga kita bisa memberikan layanan
yang prima bagi Stakeholder” harapnya.
Materi yang disampaikan berupa teori dan praktik.
Memulai kegiatan, Arie fyang merupakan pemateri yang berkompeten membantu menyegarkan pikiran dengan memandu permainan uji konsentrasi
yang diikuti oleh para Pegawai. Selanjutnya, Arief menyampaikan prinsip-prinsip komunikasi,
yaitu pertama, komunikasi adalah kebutuhan hidup.
Dengan berkomunikasi, orang mendapat inspirasi juga bertemu relasi. Yang kedua, berkomunikasi adalah dengan sesama manusia.
Arief menjelaskan, untuk berkomunikasi dengan sesama manusia, kita perlu memahami 3R
atau Raga, Rasa dan Rasio.
Prinsip ketiga, komunikasi adalah alat. Arief menyampaikan, dalam berkomunikasi,
terdapat 3 (tiga) unsur penting yang dikenal dengan sebutan 3V yaitu Visual (body language) dengan bobot 55 persen,
Vocal (nada bicara) memiliki bobot 38 persen dan Verbal (kalimat, ucapan,
kata-kata) dengan bobot 7 persen. Pada kesempatan ini, Pegawai diminta untuk mempraktikan bagaimana berkomunikasi dengan memperhatikan
3V. Yang terakhir, komunikasi adalah skill, yang
berarti semakin banyak dipraktikan dan dilatih,
kemampuan berkomunikasi akan semakin canggih.
Sebagai kantor yang
kerap memberikan pelayanan kepada Stakeholder, pada IHT kali ini, para
Pegawa ijuga diberikan kesempatan untuk belajar terkait handling complaint. Pegawai diberi kesempatan untukcurhat terkait komplain yang
pernah diterima dari Stakeholder-nya, setelahnya membahas cara untuk mengatasi komplain tersebut.
”Handling Complaint dapat diatasi dengan
C.L.A.P atau calm down (tenangkan), listen (dengarkan), Acknowlegde (simpulkan) danProvide
(solusi)” jelasArief. Padakesempatan yang sama, para
Pegawai juga belajar tentang penyelarasan dan menyamakan, baik persepsi, bahasa tubuh,
kata kunci, emosi, sertaframe of mind. Sungguh materi
yang sangat bermanfaat untuk menunjang KPKNL Pontianak
memberikan layanan terbaiknya.
Meskipun dilaksanakan secara
virtual, IHT yang dipandu oleh Arief dipenuhi antusias para Pegawai. Pegawai berinteraksi aktif dengan narasumber melalui tanya jawab dan diskusi,
serta berinteraksi dalam pemaparan terkait praktik berkomunikasi sesuai dengan komponen-komponen kunci komunikasi itu sendiri
yang terdiri dari kontak mata, ekspresi wajah, postur tubuh, gerak/isyarat/bahasa tubuh dan pakaian.
Kegiatan ditutup dengan harapan Yanuar
yang menyampaikan bahwa pelatihan yang
telah didapatkan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan yang
dapat diberikan oleh KPKNL Pontianak kepada Stakeholder.“Kita
sedang berusaha mewujudkan Kantor berpredikat ZI-WBK,
kita perlu meningkatkan kualitas kita agar tercipta sikap mental
terpuji dan bebas melayani” ujarnya.
It’s not what
you say, but how you say it. (Siska Nadia)
Foto Terkait Berita