Jl. Lapangan Banteng Timur No.2-4, Jakarta Pusat
   134      Login Pegawai
Artikel Kanwil DJKN Kalimantan Barat
Ketika Terminal Bus Menghubungkan Kalbar hingga Negeri Tetangga

Ketika Terminal Bus Menghubungkan Kalbar hingga Negeri Tetangga

Samba Dewangga Suharto
Rabu, 30 September 2026 |   134 kali

Terminal bus mungkin bagi sebagian orang hanya dipandang sebagai tempat bus datang, menurunkan penumpang, lalu kembali berangkat menuju kota berikutnya. Aktivitasnya tampak sederhana: bus datang dan pergi, penumpang naik dan turun. Namun, tidak semua terminal hanya menghubungkan satu kota dengan kota lainnya.

Di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, terdapat sebuah terminal yang memungkinkan perjalanan darat melintasi batas negara. Dari Terminal Tipe A Sei Ambawang, masyarakat dapat melakukan perjalanan menuju Kuching, Malaysia, maupun Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam.

Kementerian Perhubungan mencatat saat ini terdapat tiga trayek Angkutan Lintas Batas Negara (ALBN) yang terlayani di Indonesia. Dua di antaranya berangkat dari Terminal Sei Ambawang, yaitu trayek Sei Ambawang–Kuching dan Sei Ambawang–Bandar Seri Begawan. Satu trayek lainnya adalah Kupang–Dili.

Bahkan, menurut BPTD Kelas II Kalimantan Barat Tahun 2025, Terminal Tipe A Sei Ambawang disebut sebagai terminal bus yang menghubungkan tiga negara, yaitu Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam. Terminal ini memiliki kawasan seluas sekitar 6,8 hektare, dengan luas bangunan mencapai 13.554,22 meter persegi.


Dari Kubu Raya ke Kuching dan Bandar Seri Begawan

Keberadaan layanan ALBN membuat perjalanan dari Kalimantan Barat menuju negara tetangga dapat ditempuh melalui jalur darat. Salah satu operator yang melayani perjalanan tersebut adalah Perum DAMRI, dengan trayek Pontianak–Kuching dan Pontianak–Bandar Seri Begawan. Minat masyarakat terhadap konektivitas ini terlihat dari tingkat keterisian armada. Pada 2023, ANTARA melaporkan bus DAMRI pada kedua trayek tersebut memiliki tingkat keterisian kursi sekitar 80 hingga 100 persen.

Aktivitas Terminal Sei Ambawang juga terlihat dari jumlah penumpangnya. Berdasarkan Kajian Fiskal Regional Kalimantan Barat Triwulan I Tahun 2024, sepanjang 2022 tercatat 36.558 penumpang datang dan 65.687 penumpang berangkat dari Terminal Sei Ambawang. Jumlah penumpang bahkan dapat meningkat tajam pada momentum tertentu. Menjelang Idulfitri 1446 H pada 2025, misalnya, jumlah penumpang di Terminal ALBN Sungai Ambawang mencapai sekitar 900 orang per hari, meningkat hingga 75 persen dibandingkan hari biasa. Pada periode tersebut, sekitar 50 bus beroperasi melayani berbagai jenis perjalanan, mulai dari AKDP, AKAP, hingga ALBN.

Angka-angka tersebut memberikan gambaran bahwa terminal bukan sekadar bangunan tempat bus berhenti. Di dalamnya berlangsung aktivitas mobilitas masyarakat yang cukup tinggi,mulai dari mereka yang bepergian antarkota di Kalimantan Barat, menuju provinsi lain, hingga mereka yang melanjutkan perjalanan ke negara tetangga.


Terminal, Aset Negara

Ada satu hal yang mungkin belum banyak disadari masyarakat. Terminal yang menjadi titik awal perjalanan lintas negara tersebut juga merupakan bagian dari Barang Milik Negara (BMN). Yang terlihat oleh masyarakat mungkin hanya bus, ruang tunggu, loket, jalan, dan bangunan terminal. Namun, dari perspektif pengelolaan aset negara, seluruh infrastruktur tersebut merupakan bagian dari sumber daya pemerintah yang perlu dikelola, dipelihara, dan dimanfaatkan agar memberikan manfaat bagi masyarakat.

Terminal Sei Ambawang berada dalam lingkup Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Kalimantan Barat, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan. Pemerintah juga terus melakukan pemeliharaan dan peningkatan fasilitas terminal. Dalam dokumen pengadaan Kementerian Perhubungan 2024, misalnya, tercantum kegiatan pemeliharaan Terminal Tipe A Sei Ambawang oleh BPTD Kelas II Kalimantan Barat.

Upaya menghadirkan layanan yang lebih nyaman juga terlihat dari dukungan fasilitas bagi pengguna jasa. Pada akhir 2024, BPTD Kelas II Kalimantan Barat melaporkan adanya dukungan fasilitas public charging di ruang tunggu keberangkatan ALBN Terminal Tipe A Sei Ambawang.

Fasilitas seperti ini mungkin terlihat sederhana. Namun bagi penumpang yang harus menunggu keberangkatan sebelum memulai perjalanan panjang menuju negara tetangga, fasilitas tersebut menjadi bagian dari pengalaman menggunakan layanan publik.


Ketika Aset Negara Hadir dalam Perjalanan Masyarakat

Dari Terminal Sei Ambawang, manfaat aset negara dapat dilihat dalam bentuk yang sangat konkret. Seorang masyarakat dapat menggunakannya untuk bepergian ke kota lain. Seorang pekerja dapat memanfaatkannya untuk melakukan perjalanan lintas wilayah. Sebuah keluarga dapat memulai perjalanan untuk mengunjungi kerabat di Malaysia atau Brunei Darussalam. Pada waktu tertentu, peningkatan jumlah penumpang menunjukkan bahwa fasilitas tersebut digunakan oleh masyarakat dalam skala yang cukup besar.

Pada saat yang sama, keberadaan dua trayek ALBN dari Sei Ambawang juga menempatkan Kalimantan Barat dalam jaringan konektivitas darat lintas negara di kawasan Borneo. Dalam pemetaan Kementerian Perhubungan, kedua trayek dari Sei Ambawang tersebut juga tercatat melayani Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy Batuta Trans Kalimantan (MBTK) sebagai kawasan prioritas nasional.

Aset negara dapat hadir dalam kehidupan masyarakat tanpa selalu disadari sebagai sebuah aset. Ia dapat hadir ketika seseorang menunggu bus, mengisi daya telepon di ruang tunggu, menaiki kendaraan, lalu melanjutkan perjalanan hingga melewati batas negara. Terminal Sei Ambawang menjadi salah satu contoh bagaimana aset negara dapat berfungsi sebagai bagian dari infrastruktur yang mendukung mobilitas, konektivitas, dan akses masyarakat. Nilai sebuah aset negara tidak hanya terletak pada tanah, bangunan, atau nilai yang tercatat dalam administrasi pemerintah. Nilai tersebut juga tercermin dari bagaimana aset dimanfaatkan dan seberapa jauh keberadaannya mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Dari sebuah terminal di Kabupaten Kubu Raya, sebuah perjalanan dengan bus dapat membawa masyarakat tidak hanya dari satu kota ke kota lain, tetapi juga dari Indonesia menuju Malaysia dan Brunei Darussalam. Karena aset negara bukan sekadar apa yang tercatat. Yang lebih penting adalah bagaimana aset tersebut dimanfaatkan untuk menghadirkan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.


Daftar Pustaka

ANTARA News. (2023, October 18). Napak tilas konektivitas ASEAN dengan bus bagian 1.

Balai Pengelola Transportasi Darat Kelas II Kalimantan Barat. (2025). Program infrastruktur konektivitas: Manual indikator kinerja kegiatan BPTD Kelas II Kalimantan Barat Tahun 2025. Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan.

Direktorat Jenderal Perbendaharaan. (2024). Kajian fiskal regional Kalimantan Barat: Triwulan I tahun 2024. Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Kementerian Perhubungan Republik Indonesia. (2024). Laporan monitoring capaian kinerja triwulan II tahun 2024. Direktorat Jenderal Perhubungan Darat.

Kementerian Perhubungan Republik Indonesia. (2025). Perhubungan darat dalam angka 2024. Direktorat Jenderal Perhubungan Darat.

Oxtora, R. (2025, March 30). Penumpang di Terminal ALBN Ambawang naik 75 persen. ANTARA News.

Disclaimer
Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja.
Floating Icon