Dari Ruang Lelang ke Genggaman: DJKN Hadir dengan Pengalaman 'Phygital'
Samba Dewangga Suharto
Kamis, 08 Januari 2026 |
104 kali
Dulu, mengikuti lelang negara bukan perkara ringan bagi Fajar (34), warga Sungai Jawi. Ia harus datang ke ruang lelang sejak pagi, berebut nomor antrian, lalu menunggu berjam-jam sambil berharap kesempatannya tidak hilang. “Kadang pulang tangan hampa, tapi tetap penasaran. Ada tantangan tersendiri ikut lelang waktu itu,” kenangnya.
Ruang lelang kala itu penuh sesak, panas, dan tegang. Peserta membawa paddle, petugas memberi aba-aba, dan suasana penuh sorakan kecil setiap kali harga naik. Bagi peserta baru, pengalaman itu bisa terasa menakutkan. Namun bagi yang sudah terbiasa, suasana hiruk pikuk tersebut adalah adrenalin tersendiri.
Kini, suasana itu tinggal kenangan. Rutinitas Fajar berubah total. Tanpa meninggalkan ruang tamu, ia membuka aplikasi Lelang Indonesia, menelusuri daftar aset, menyetor jaminan lewat mobile banking, lalu memasang penawaran secara real time. Proses yang dulu melelahkan kini tinggal beberapa sentuhan layar. Ia hanya datang ke open house untuk melihat kondisi fisik barang. “Foto bisa menipu. Tapi bidding dari rumah, itu luar biasa. Kita tetap aman karena sudah lihat barangnya,” katanya.
Inilah pergeseran besar, dari sistem lelang konvensional yang padat antrian, menuju pengalaman phygital, perpaduan fisik dan digital yang kini mulai menjadi wajah baru lelang negara, termasuk bagi masyarakat Kalimantan Barat.
Digitalisasi Lelang Negara di Tangan DJKN
Digitalisasi lelang negara yang dijalankan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) tidak sekadar memindahkan proses manual ke sistem online. Pola layanan yang berkembang saat ini semakin mencerminkan prinsip-prinsip Digital Customer Experience (DCX), di mana kenyamanan, kejelasan informasi, serta kemudahan akses menjadi bagian penting dalam perjalanan peserta lelang.
Mulai dari tata letak aplikasi, cara menampilkan foto aset, alur penyetoran jaminan, hingga notifikasi penawaran, semuanya dirancang agar masyarakat tidak kebingungan. Transformasi ini dijalankan oleh Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Pontianak, KPKNL Singkawang, dan Kantor Wilayah (Kanwil) DJKN Kalimantan Barat, yang memastikan bahwa proses lelang negara tetap transparan dan mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakatdi Kalimantan Barat.
Kini, warga dari Sambas, Mempawah, Ketapang, hingga daerah terpencil pun memiliki peluang yang sama mengikuti lelang kendaraan, tanah, atau barang rampasan negara yang sebelumnya sulit mereka akses. Digitalisasi memperluas pintu masuk bagi masyarakat Kalbar untuk ikut serta dalam pasar lelang negara yang selama ini dianggap rumit.
Namun, DJKN tidak lupa bahwa layanan publik tidak bisa seratus persen mengandalkan digital. Dalam transaksi bernilai ratusan juta rupiah, masyarakat tetap membutuhkan interaksi langsung untuk merasa aman. Karena itu, layanan fisik tetap dipertahankan. Open house, Aanwijzing, konsultasi tatap muka, dan pendampingan pembuatan akun lelang, menjadi bagian dari strategi phygital yang menggabungkan kenyamanan digital dengan kejelasan fisik.
Phygital Experience: Saat Dunia Fisik dan Digital Menyatu
Pengalaman phygital dalam lelang negara memberikan pola baru dalam perjalanan pelanggan. Masyarakat biasanya memulai dari kanal digital, melihat daftar lelang, membaca ketentuan, dan menentukan minat. Setelah itu, mereka hadir mengikuti Aanwijzing untuk mendengar penjelasan teknis dan memastikan pemahaman atas ketentuan hukum. Tahap ini penting karena memberikan ruang tanya jawab langsung dengan penyelenggara sebelum lelang berlangsung.
Setelah mendapatkan kejelasan pada Aanwijzing, peserta kemudian datang ke open house untuk memeriksa kondisi fisik barang. Proses ini melengkapi informasi digital dengan observasi langsung, sehingga peserta bisa menilai apakah barang sesuai dengan harapan. Ketika semua informasi lengkap, peserta kembali ke kanal digital untuk memasang penawaran secara real time.
Inilah bentuk nyata dari omnichannel journey, sebuah konsep digital marketing di mana pengguna berpindah dari satu kanal ke kanal lainnya tanpa kehilangan konsistensi pengalaman. Lelang negara kini mengadopsi pola ini secara alami. Semua kanal, website, aplikasi, open house, aanwijzing, layanan konsultasi, dan bidding, saling terhubung dan memberikan pengalaman yang mengalir.
Strategi Phygital DJKN dalam Praktik
Salah satu elemen terpenting dari strategi phygital adalah penyelenggaraan Aanwijzing. Ini adalah forum resmi di mana penyelenggara memberikan penjelasan teknis, menjawab pertanyaan peserta, dan menjelaskan ketentuan hukum atau risiko aset tertentu. Aanwijzing memperkuat transparansi, mengurangi kesalahpahaman, dan memberikan rasa aman bagi peserta pemula. Banyak peserta mengaku bahwa Aanwijzing membuat mereka lebih percaya diri mengikuti proses bidding.
Setelah Aanwijzing, open house menjadi “momen kunci” yang menegaskan kepastian barang. Di sinilah peserta bisa menilai kondisi kendaraan, memeriksa kelengkapan interior, mengecek suara mesin, atau sekadar memastikan bahwa barang cocok dengan kebutuhan mereka. Pada titik ini, proses digital yang sebelumnya hanya mengandalkan foto dan deskripsi menjadi lengkap berkat observasi langsung.
Di dunia digital, DJKN semakin aktif menyebarkan informasi melalui berbagai kanal: website, aplikasi, TikTok, Instagram, dan YouTube. Konten edukasi, seperti cara ikut lelang, tips membaca risalah, video highlight aset, serta cuplikan open house, menjadi jembatan antara proses digital dan kebutuhan masyarakat akan kejelasan.
Dengan perpaduan digital dan fisik ini, DJKN berhasil menciptakan pola phygital yang efektif: masyarakat mencari informasi secara online, memperoleh kejelasan secara tatap muka, dan mengambil keputusan secara digital.
Cerita dari Petugas Lapangan
Di balik layar sistem digital yang rapi, petugas KPKNL tetap menjadi aktor penting dalam memastikan proses berjalan lancar. Salah satu petugas bercerita bahwa banyak peserta pemula datang ke kantor hanya untuk memastikan mereka tidak salah langkah ketika melakukan bidding. “Banyak yang takut salah klik atau salah setor. Tapi setelah kita ajari, mereka langsung percaya diri,” katanya.
Menurutnya, digitalisasi justru membuat interaksi manusia semakin banyak. Peserta yang dulu mungkin hanya datang pada hari lelang, kini datang lebih awal untuk meminta pendampingan. Petugas tidak hanya melayani administrasi, tetapi juga memberikan edukasi digital yang membantu peserta memahami risiko, aturan, dan langkah-langkah penting.
Edukasi: Menjadi Peserta Lelang yang Cerdas
Aanwijzing dan open house menjadi dua pilar edukatif yang membuat peserta lebih siap mengikuti lelang. Banyak peserta yang awalnya hanya mengandalkan foto digital, tetapi setelah mengikuti Aanwijzing dan memeriksa barang di open house, pemahaman mereka berubah total. Mereka menjadi lebih matang, lebih tenang, dan lebih yakin untuk memasang penawaran.
Dalam konteks digital marketing, edukasi ini merupakan bagian dari pembentukan digital literacy dan perjalanan pelanggan yang matang. DJKN secara tidak langsung mendidik masyarakat untuk tidak hanya percaya pada informasi digital, tetapi juga menyeimbangkannya dengan data fisik sebelum mengambil keputusan.
Suara Narasumber dan Testimoni
Menurut Kepala Kanwil DJKN Kalbar, Bernadette Yuliasari Mulyatno, digitalisasi telah meningkatkan minat generasi muda. “Mereka menyukai transparansi dan kecepatan sistem. Semua harga terlihat real time, tidak bisa dimanipulasi, dan itu membuat mereka merasa aman,” ujarnya.
Testimoni juga datang dari Sari, seorang pelaku UMKM yang membeli alat usaha melalui lelang DJKN. Menurutnya, perpaduan informasi digital dan kesempatan melihat barang langsung membuat prosesnya terasa adil. “Saya jadi lebih yakin. Sekarang malah sering ikut lelang,” katanya.
Perbandingan dengan Marketplace atau Lelang Swasta
Salah satu alasan mengapa lelang negara sangat dipercaya adalah adanya digital trust yang kuat. Pada platform swasta, potensi manipulasi harga atau penawaran palsu selalu ada. Namun pada e-auction DJKN, setiap penawaran terekam otomatis dan tidak bisa diubah. Riwayat harga dapat dilihat semua peserta secara transparan.
Bagi masyarakat Kalbar, jaminan transparansi ini menjadi nilai penting. Sistem lelang negara tidak hanya modern, tetapi juga aman dan adil untuk semua.
Dampak Ekonomi: Perputaran Aset untuk Kalbar
Transformasi digital lelang negara memiliki dampak ekonomi signifikan bagi Kalimantan Barat. Aset yang sebelumnya menganggur, seperti kendaraan dinas lama, besi scrap, bongkaran bangunan, maupun barang rampasan negara, kini kembali berputar di tangan masyarakat. Proses perputaran ini membantu perekonomian lokal dan memberikan akses yang lebih luas bagi masyarakat untuk mendapatkan barang dengan harga yang lebih efisien.
Bagi masyarakat luas, lelang menjadi peluang untuk memperoleh kendaraan, perlengkapan rumah tangga, atau barang bernilai lainnya tanpa harus membayar harga pasar yang biasanya lebih tinggi. Sementara bagi negara, setiap transaksi menghasilkan penerimaan yang kembali digunakan untuk mendukung program-program pelayanan publik. Dengan cara ini, lelang negara telah menjadi bagian penting dalam ekosistem ekonomi Kalbar yang semakin dinamis dan inklusif.
Cerita Peserta dari Daerah
Digitalisasi juga membuka peluang bagi masyarakat di luar kota. Seorang peserta dari Mempawah menceritakan bahwa ia dulu harus menempuh perjalanan jauh hanya untuk melihat jadwal lelang. Kini ia hanya perlu membuka aplikasi di ponsel. “Kalau ada yang cocok, baru saya ke Pontianak untuk open house,” ujarnya.
Perubahan ini membuat lelang negara semakin inklusif. Semua orang, dari mana pun, memiliki kesempatan yang sama.
Masa Depan Lelang: Potensi yang Belum Tergarap
Melihat perkembangan teknologi, masa depan lelang negara tampak semakin menarik. DJKN memiliki peluang besar menerapkan AI-driven personalization, yaitu rekomendasi aset berdasarkan minat peserta. Sistem juga dapat memberikan notifikasi cerdas ketika ada lelang yang sesuai preferensi pengguna.
Selain itu, teknologi virtual tour, video 360 derajat, dan bahkan augmented reality dapat membantu peserta melihat kondisi barang tanpa harus hadir secara fisik. Hal ini sangat berguna bagi masyarakat di daerah terpencil.
Pelaksanaan teknologi ini akan menempatkan DJKN sebagai salah satu instansi pemerintah dengan inovasi digital paling progresif di Indonesia.
Penutup
Dari ruang lelang yang penuh antrian hingga proses bidding dari genggaman tangan, perjalanan DJKN mencerminkan evolusi layanan publik yang tidak hanya modern, tetapi juga tetap manusiawi. Pendekatan phygital, yang menggabungkan kekuatan digital dan kepastian fisik, menjadikan lelang negara semakin transparan, inklusif, dan mudah diakses.
(Ditulis oleh: Deny Ariyanto / Pejabat Fungsional Penilai Pemerintah Ahli Muda Kanwil DJKN Kalimantan Barat)
| Disclaimer |
|---|
| Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja. |