Jl. Lapangan Banteng Timur No.2-4, Jakarta Pusat
   134      Login Pegawai
Artikel Kanwil DJKN Kalimantan Barat
Mengenal Generasi Manusia

Mengenal Generasi Manusia

Samba Dewangga Suharto
Rabu, 09 Juli 2025 |   75682 kali

Generasi manusia adalah pengelompokan individu berdasarkan tahun kelahiran yang cenderung memiliki karakteristik, nilai-nilai, dan pengalaman hidup yang serupa karena dipengaruhi oleh peristiwa sejarah dan perkembangan sosial budaya pada masa hidup mereka. Dengan berjalannya waktu, generasi baru manusia terus dilahirkan. Setiap generasi memiliki pengalaman dan perspektif yang berbeda, yang dipengaruhi oleh peristiwa-peristiwa penting dalam sejarah dan perkembangan teknologi pada masa mereka. Istilah generasi sendiri digunakan untuk menggambarkan semua orang yang masih hidup pada zaman itu. Generasi adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan kelompok orang yang lahir dalam rentang waktu tertentu, yang seringkali membagi ciri-ciri sosial, budaya, dan teknologi yang serupa. Karena lingkungan dan zamannya yang berbeda, setiap generasi memiliki keunikan dan karakteristik tersendiri. Pengelompokan generasi penting untuk mengetahui kapan sebuah generasi dimulai dan berakhir, memudahkan perencanaan masa depan, dan membandingkan antar generasi dengan lebih akurat.

Berdasarkan data BPS (Badan Pusat Statistik), klasifikasi generasi di Indonesia dibagi menjadi enam kelompok. Berikut adalah rinciannya:

  • Post Gen Z: Kelahiran 2013 dan seterusnya.
  • Generasi Z (Gen Z): Kelahiran 1997-2012.
  • Milenial (Generasi Y): Kelahiran 1981-1996.
  • Generasi X: Kelahiran 1965-1980.
  • Baby Boomer: Kelahiran 1946-1964.
  • Pre-Boomer: Kelahiran sebelum 1946.

Masih menurut data BPS, jumlah penduduk Indonesia menurut kelompok umur dan jenis kelamin pada tahun 2025 (data terakhir diperbarui tanggal  9 Mei 2025) adalah sebagai berikut:

Kelompok Umur

Penduduk (Laki-Laki) (Ribu)

Penduduk (Perempuan) (Ribu)

Penduduk (Laki-Laki + Perempuan) (Ribu)

Generasi

0-4

11.606,40

11.146,10

22.752,60

Post Gen Z

5-9

11.225,30

10.730,20

21.955,50

Post Gen Z

10-14

11.250,00

10.766,10

22.016,10

Post Gen Z

15-19

11.389,40

10.706,30

22.095,70

Generasi Z

20-24

11.400,70

10.760,00

22.160,60

Generasi Z

25-29

11.532,30

10.981,90

22.514,20

Generasi Y

30-34

11.323,80

10.870,50

22.194,30

Generasi Y

35-39

11.013,40

10.704,90

21.718,30

Generasi Y

40-44

10.435,80

10.246,70

20.682,50

Generasi Y

45-49

9.840,10

9.794,50

19.634,60

Generasi X

50-54

8.775,00

8.825,30

17.600,20

Generasi X

55-59

7.517,90

7.651,80

15.169,70

Generasi X

60-64

6.074,40

6.286,90

12.361,30

Baby Boomer

65-69

4.518,60

4.748,80

9.267,40

Baby Boomer

70-74

3.035,70

3.308,00

6.343,60

Baby Boomer

75+

2.609,20

3.363,10

5.972,30

Pre-Boomer

Jumlah/Total

143.548,00

140.890,80

284.438,80

 



Pre-Boomer kelahiran sebelum 1945

Pre-Boomer merupakan generasi yang lahir sebelum 1945, sebuah masa di mana dunia tengah mengalami krisis global. Di Indonesia, periode ini adalah periode sebelum kemerdekaan. Indonesia masih dalam jajahan bangsa lain. Generasi pre-boomers adalah mereka yang membangun banyak aspek penting dalam masyarakat kita, seperti pemukiman, institusi, dan infrastruktur. Mereka dikenal dengan generasi yang tangguh karena melalui masa-masa sulit seperti depresi dan Perang Dunia II. Oleh karena itu, pre-boomers memiliki jiwa yang tangguh karena hidup di saat kondisi perekonomian global dalam situasi sulit akibat perang. Generasi pre-boomers dikenal sebagai generasi senior. Mereka sangat menjunjung nilai-nilai dan komitmen yang mendasari masyarakat dari latar belakang tersebut. Pre-boomers juga generasi yang sangat pengertian dan adaptif, serta menghargai generasi muda yang tumbuh di dunia yang sangat berbeda dari zaman mereka. Generasi pre-boomers memiliki karakter sebagai berikut:

  • Mempunyai jiwa kepemimpinan yang tinggi serta bertanggungjawab.
  • Berjiwa patriotisme yang tidak perlu diragukan.
  • Kurang berani berpendapat karena kebebasan berpendapat begitu dibatasi.
  • Memiliki berbagai pengalaman yang melewati berbagai zaman.
  • Taat hukum dan kewajiban.
  • Sangat berhati-hati dan konservatif ketika membelanjakan uang.


Baby Boomer kelahiran 1946-1964

Baby boomer adalah generasi yang saat ini berusia sekitar 60-80 tahun (lahir 1946-1964). Dikatakan generasi baby boomer karena adanya ledakan angka kelahiran setelah Perang Dunia II. Peningkatan populasi ini juga menyebabkan pertumbuhan pesat dalam ekonomi, perumahan, konstruksi, dan infrastruktur untuk mengakomodir populasi yang hampir dua kali lipat dalam tahun-tahun awal mereka. Generasi baby boomer ini dikenal kompetitif karena hidup di masa yang minim lapangan pekerjaan. Seiring bertambahnya usia, banyak baby boomers menghadapi pertanyaan tentang pensiun dan jaminan sosial. Mereka sering menjadi fokus perhatian dalam diskusi tentang keberlanjutan program-program pensiun dan perawatan kesehatan. Karakteristik generasi ini adalah:

  • Berkomitmen
  • Mandiri
  • Kompetitif
  • Mempunyai karakter yang matang karena ditempa oleh keadaan yang sulit
  • Tetap mempertahankan adat istiadat dan cenderung kolot 
  • Tidak suka terhadap kritik
  • Pekerja keras dan pantang menyerah
  • Workaholic
  • Setia dan rela bekerja keras untuk anak-anak dan keluarga


Generasi X kelahiran 1965-1980 

Generasi X adalah generasi yang lahir pada 1965-1980 (sekarang berusia 45-60 tahun). Generasi ini tumbuh pada masa perubahan sosial dan perkembangan teknologi. Label "X" berasal dari Douglas Coupland yang mencerminkan slogan anti-kemapanan dan sikap menentang otoritas generasi ini.

Generasi X dianggap sebagai “penghubung” antara generasi tua yang lebih tradisional dan generasi muda yang terbiasa dengan teknologi digital. Generasi X menjadi saksi perkembangan teknologi, mulai dari era ponsel pertama hingga kemunculan internet. Mereka tumbuh dengan teknologi yang berkembang pesat. Banyak dari mereka yang mengadaptasi perubahan ini dengan cepat seiring berjalannya waktu.

Generasi X memiliki karakteristik yang mandiri, disiplin, pekerja keras, logis, dan juga mengutamakan karir. Selain itu, Gen X juga dikenal mandiri dan tangguh. Generasi X sering dianggap sebagai generasi yang mandiri dan fleksibel. Mereka tumbuh dalam kondisi ekonomi yang berubah dan sering kali menghadapi perubahan dalam lingkungan kerja yang lebih dinamis. Saat ini, Gen X telah mapan secara ekonomi dengan kekayaan bersih yang meningkat sejak awal tahun sembilan puluhan. Adapun karakteristik dari generasi ini adalah:

  • Lebih individualitas, pragmatis, sinis
  • Lebih toleran terhadap berbagai gaya hidup dan perbedaan kultur
  • Senang mengambil resiko dan mampu bertanggungjawab
  • Banyak akal atau cerdas (resourceful)
  • Logis (logical)
  • Pemecah masalah yang baik


Generasi Y (Milenial) kelahiran 1981-1996

Disebut generasi milenial karena generasi ini pernah melewati millennium kedua sejak teori generasi ini pertama kali dikemukakan oleh Karl Mannheim pada tahun 1923. Generasi milenial ini lahir bersamaan dengan munculnya teknologi informasi dan komunikasi yang membuat mereka mengenal gawai, mengakses komputer, dan memiliki sosial media. Mereka menjadi generasi yang terhubung secara digital sejak dini dan memiliki keterampilan teknologi yang tinggi. Banyak di antara mereka yang berpendidikan tinggi dan sering berpindah pekerjaan mencari peluang lebih baik. Mereka masuk ke pasar kerja pada masa di mana globalisasi dan perubahan teknologi memengaruhi tata cara bekerja. Generasi ini seringkali memiliki mobilitas karier yang tinggi.

Generasi Y dikenal sebagai generasi yang kreatif dan berorientasi pada ekspresi diri. Mereka cenderung mencari pekerjaan dan kegiatan yang memungkinkan mereka mengekspresikan kreativitas dan nilai-nilai pribadi. Generasi Y sering memiliki sikap yang positif terhadap keberagaman dan inklusi. Mereka cenderung mendukung nilai-nilai kesetaraan dan keadilan sosial. Generasi Y memiliki kepedulian yang tinggi terhadap masalah global dan lokal. Banyak anggota Generasi Y yang terlibat dalam aktivisme dan memperjuangkan isu-isu sosial dan lingkungan. Berikut adalah karakter dari milenial:

  • Milenial memiliki tingkat pendidikan yang baik, cerdas teknologi
  • Berani, inovatif, kreatif, dan modern
  • Lebih terbuka terhadap perubahan
  • Jadwal kerja yang fleksibel
  • Pengembangan karir sebagai faktor yang penting 
  • Punya ekspektasi yang tinggi
  • Menuntut dapat jawaban yang instan
  • Berpikiran terbuka
  • Memiliki keterampilan yang beragam
  • Mampu mengerjakan pekerjaan yang banyak dalam waktu yang bersamaan
  • Tidak sabar
  • Partisipatif 
  • Tidak menganut paham hirarki atau level kekuasaan, yang berarti semua orang memiliki level yang setara sehingga mereka bersikap sama baik kepada atasan maupun rekan kerja

Generasi Z (Gen Z) kelahiran 1997-2012

Generasi ini dikenal sebagai iGen atau Generasi Internet. Generasi Z lahir dalam era digital yang sudah mapan. Mereka tumbuh dengan smartphone, media sosial, dan internet yang merajai kehidupan sehari-hari. Mereka merasakan manfaat kemajuan teknologi dan internet yang pesat. Ini memberi mereka akses lebih mudah dan stabilitas finansial keluarga. Generasi ini tumbuh menjadi individu yang lebih cerdas, sukses, dan sehat.

Generasi Z mengutamakan pendidikan dan menyadari pentingnya dalam perkembangan mereka. Generasi ini menyadari bahwa dalam dunia yang kompetitif, mereka harus meningkatkan keterampilan dan terus mengembangkan diri, tidak hanya mengandalkan satu pekerjaan sepanjang hidup untuk kestabilan. Generasi Z sering mengalami pendidikan yang melibatkan pembelajaran online. Mereka terbiasa dengan sumber daya digital dan menggunakan internet sebagai alat utama untuk belajar. Berikut merupakan karakter dari Gen Z:

  • Suka berkolaborasi dalam melakukan pekerjaan
  • Fleksibel
  • Menyukai tantangan dan dimotivasi oleh pencapaian
  • Suka mencari cara yang baru dalam menyelesaikan masalah.
  • Tech savvy (mahir teknologi)
  • Suka mengumbar privasi
  • Mandiri
  • Toleran
  • Suka berkomunikasi secara maya
  • Memiliki ambisi


Post Gen Z kelahiran 2013 dan seterusnya 

Post Gen Z dikenal juga dengan generasi Alpha. Mereka juga dikenal dengan "anak-anak milenium". Karena masih anak-anak, karakteristik umum Generasi Alpha masih belum terlalu jelas, oleh sebab itu harus menjadi perhatian bagi orang tua untuk mendidik anak yang mahir teknologi tetapi juga tetap memegang nilai-nilai kekeluargaan.

Generasi Alpha tumbuh di tengah perkembangan teknologi yang terus berlanjut, termasuk kehadiran kecerdasan buatan, realitas virtual, dan Internet of Things. Generasi Alpha adalah kelompok yang pertama kali terpapar dengan teknologi digital sejak usia sangat dini. Mereka tumbuh dalam era ponsel pintar, tablet, dan perangkat teknologi lainnya yang menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari mereka. Generasi Alpha cenderung memiliki kemampuan yang luar biasa dalam menggunakan perangkat digital dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi terbaru.

Proses pembelajaran bagi Generasi Alpha dapat melibatkan penggunaan teknologi digital, termasuk pembelajaran daring, aplikasi pendidikan, dan alat pembelajaran interaktif. Mereka tumbuh dengan cara pembelajaran yang berbeda dari generasi sebelumnya. Karena interaksi yang intens dengan perangkat teknologi, Generasi Alpha dapat mengembangkan keterampilan bahasa dan komunikasi digital mereka sejak dini, termasuk penggunaan emoji, gambar, dan bentuk komunikasi digital lainnya. Generasi Alpha mungkin memiliki fleksibilitas dan keterbukaan terhadap perubahan yang tinggi. Mereka bisa menjadi generasi yang lebih adaptif terhadap perkembangan dunia di sekitar mereka dikarenakan mereka tumbuh di era yang terus berkembang dengan cepat.

(Ditulis oleh: Wiyana/Pelaksana Bagian Kepatuhan Internal, Hukum, dan Informasi Kanwil DJKN Kalimantan Barat)

Disclaimer
Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja.
Floating Icon