Festival Cap Go Meh dan Saprahan Khatulistiwa Kalbar 2025
Samba Dewangga Suharto
Selasa, 11 Februari 2025 |
4985 kali
Sejak awal Februari 2025 ini, beragam event diselenggarakan di Kota Pontianak dalam rangka peringatan Tahun Baru Imlek yang jatuh di akhir Januari lalu. Salah satu kegiatan yang menarik perhatian adalah pelaksanaan festival Cap Go Meh. Festival ini merupakan perayaan tradisional Tionghoa yang menandai hari ke-15 setelah Tahun Baru Imlek. Di Kalimantan Barat, khususnya di Kota Singkawang dan Pontianak, festival ini dirayakan dengan meriah melalui berbagai pertunjukan budaya.

Festival Cap Go Meh Pontianak 2025
Sumber: Suara Kalbar
Salah satu agenda yang dilaksanakan dalam festival ini adalah Ritual Naga Buka Mata pada 10 Februari 2025 di Klenteng Kwan Tie Bio yang diikuti oleh 10 replika naga. Ritual ini memiliki makna spiritual yang mendalam dalam tradisi masyarakat Tionghoa. Tujuannya adalah untuk mengundang roh suci dari langit ke dalam replika naga, sehingga naga tersebut "hidup" dan siap untuk diarak dalam perayaan. Prosesi ini juga merupakan bentuk penghormatan kepada leluhur serta tamu-tamu penting yang hadir. Setelah ritual ini, replika naga akan tampil dalam Parade Naga Bersinar pada 12 Februari 2025 dan Ritual Naga Tutup Mata pada 13 Februari 2025.

Ritual Naga Buka Mata
Sumber: Pontianak Post
Selain festival Cap Go Meh, di Pontianak juga bersamaan diselenggarakan kegiatan Saprahan Khatulistiwa yang diinisiasi oleh Bank Indonesia Perwakilan Kalimantan Barat. Event tahunan yang telah diselenggarakan kali kelima ini bertujuan untuk mempromosikan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kalimantan Barat melalui pengembangan sektor UMKM, pariwisata, dan keuangan. Pada tahun 2025, acara ini berlangsung dari 5 hingga 16 Februari.
Nama "Saprahan" diambil dari tradisi makan bersama dalam budaya Melayu, yang melambangkan kebersamaan dan kekeluargaan. Dalam konteks acara ini, "Saprahan Khatulistiwa" mencerminkan semangat kolaborasi berbagai pihak untuk memajukan potensi daerah. Acara ini menampilkan berbagai kegiatan, mencakup Pontianak City Run, Kalbar Food Festival, serta Gelar Keuangan dan Business Matching.

Pembukaan Pontianak City Run 2025
Sumber: Pontianak Post

Pecah Rekor MURI dalam Kalbar Food Festival 2025
Meskipun Saprahan Khatulistiwa dan Festival Cap Go Meh adalah acara yang berbeda, keduanya diselenggarakan pada periode yang berdekatan dan memiliki tujuan yang saling mendukung, yaitu mempromosikan pariwisata dan menggerakkan perekonomian lokal. Pada tahun 2025, Saprahan Khatulistiwa disinergikan dengan Festival Cap Go Meh di Kota Singkawang, menunjukkan adanya keterkaitan dalam upaya bersama untuk memajukan potensi daerah.

Kapal Hias Saprahan Khatulistiwa
Terdapat beberapa aspek yang relevan dalam keterkaitan antara Festival Cap Go Meh dan Saprahan Khatulistiwa, terutama dalam pengelolaan aset negara, pemberdayaan ekonomi, serta optimalisasi kekayaan negara. DJKN dapat berkolaborasi dalam kerja sama pengelolaan aset antara pemerintah pusat, daerah, dan swasta. Dalam event seperti Festival Cap Go Meh dan Saprahan Khatulistiwa ini, diperlukan sinergi antara berbagai pihak dalam mengelola aset untuk mengoptimalkan PNBP dan perekonomian masyarakat sekitar.
Selain itu, DJKN juga dapat mendorong skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) dalam pengembangan infrastruktur pariwisata yang dapat menunjang festival-festival besar di Kalimantan Barat, mengingat festival Cap Go Meh di Pontianak pada tahun 2025 ini telah berhasil masuk untuk pertama kalinya ke dalam Kalender Event Nasional (KEN) yang dikeluarkan oleh Kementerian Pariwisata. Lebih lanjut, berdasarkan data BPS, sektor pariwisata di Kalimantan Barat yang ditunjukkan dari angka kunjungan wisatawan nasional dan mancanegara tengah menunjukkan peningkatan signifikan. Pada tahun 2024, terdapat peningkatan sejumlah 75,86 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Tentunya potensi-potensi ini perlu diimbangi dengan strategi pengoptimalan yang lebih baik lagi guna peningkatan perekonomian masyarakat Kalimantan Barat.
Sumber:
| Disclaimer |
|---|
| Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja. |