Pajak Untuk Pendidikan dan Kesehatan, Pengeluaran atau Investasi?
Thaus Sugihilmi Arya Putra
Selasa, 04 Juni 2024 |
2140 kali
Pajak Untuk Pendidikan dan Kesehatan, Pengeluaran atau
Investasi?
Kita
semua tentu pernah berpikir dan bermimpi untuk menikmati layanan publik seperti
pendidikan dan kesehatan yang gratis serta disediakan secara penuh oleh
pemerintah. Tidak hanya gratis, tetapi juga memberikan kualitas dan pelayanan
yang baik sehingga masyarakat merasa nyaman menikmatinya. Namun, pernahkah kita
berpikir, jika semua layanan tersebut disediakan oleh pemerintah secara gratis
kepada masyarakat, maka siapa yang akan membayar?. Tentu harus ada pihak yang
membayar untuk layanan pendidikan dan kesehatan tersebut, yang dalam hal ini
adalah pemerintah agar masyarakat dapat menikmatinya secara gratis. Namun, hal
ini membawa kita ke pertanyaan berikutnya, dari mana pemerintah mendapatkan
dana agar dapat membiayai layanan pendidikan dan kesehatan yang bebas biaya dan
berkualitas?. Disinilah pajak berperan sebagai instrumen penting yang menjadi
modal bagi pemerintah agar dapat menyediakan layanan pendidikan dan kesehatan
tanpa membebankan biaya kepada masyarakat.
Mari
kita buat sebuah ilustrasi agar lebih mudah memahami mengapa pajak sangat
penting dalam penyediaan layanan pendidikan dan kesehatan. Kita ibaratkan
sebuah negara seperti organisasi lingkup kecil yang hampir semua dari kita pernah
atau sedang menjadi bagian di dalamnya yaitu Rukun Tetangga (RT). Sebuah RT
ingin mengadakan layanan pengambilan sampah dan pembersihan komplek yang
diberikan secara gratis tanpa membebankan biaya kepada warga setiap kali
layanan tersebut diberikan. Tentunya pengurus RT memerlukan dana agar dapat
merealisasikan program ini, maka diberlakukan sebuah iuran tetap setiap bulan
dari seluruh warga yang nantinya akan dikumpulkan dan dikelola untuk perawatan
komplek dan pemberian layanan lain tanpa membebankan biaya tambahan. Mungkin
sebagian dari kita akan berargumen bahwa kalau begitu layanan yang diberikan
sama saja tidak gratis karena masih ada iuran yang harus dibayar. Namun, justru
dengan adanya iuran ini, warga komplek dapat menikmati berbagai layanan bebas
biaya yang pasti akan lebih mahal jika setiap warga harus membayar secara
individual setiap kali menginginkan layanan tersebut.
Ilustrasi
tadi adalah sebuah simplifikasi dari betapa pentingnya fungsi pajak dalam
menunjang penyediaan layanan pendidikan dan kesehatan bebas biaya yang
berkualitas. Jika dalam ilustrasi tadi iuran tetap kita ibaratkan seperti
pajak, maka tampak bahwa pajak memiliki peran besar dalam mendanai program dan
layanan pemerintah terutama agar dapat dinikmati secara gratis oleh masyarakat
ataupun jika masih ada biaya, maka biaya tersebut sudah tidak signifikan karena
sebagian besar sudah ditanggung oleh pemerintah. Faktanya, pajak dalam lingkup
negara kita justru jauh lebih adil daripada iuran tetap yang sama rata bagi
setiap warga dalam ilustrasi tadi, karena masyarakat dengan penghasilan besar
akan membayar pajak yang lebih besar sementara masyarakat dengan penghasilan
kecil akan membayar lebih kecil.
Sebagian
besar masyarakat kita masih memiliki pola pikir yang menganggap pajak sebagai
pengeluaran yang memberatkan. Padahal, melalui pengelolaan perpajakan yang baik
dan profesional, pajak sebenarnya bukanlah beban pengeluaran melainkan sebuah
investasi karena nantinya akan ada timbal balik layanan yang akan diterima oleh
masyarakat dengan harga yang jauh lebih murah atau bahkan tanpa biaya sama
sekali. Memang manfaat yang diterima tidak dalam bentuk uang seperti kebanyakan
bentuk investasi yang kita tahu. Selain itu, manfaat tersebut juga tidak
langsung kita rasakan di saat kita membayar pajak. Namun, dalam jangka panjang,
uang pajak yang kita bayarkan nantinya akan dikelola dan digunakan oleh
penyelenggara negara untuk membangun fasilitas pendidikan dan kesehatan hingga
ke pelosok desa, menyiapkan tenaga medis dan pendidik yang profesional serta
memberikan subsidi bagi masyarakat kurang mampu agar semua dapat merasakan
layanan pendidikan dan kesehatan yang baik.
Pendidikan
dan kesehatan yang terjangkau dan berkualitas adalah hak semua warga negara.
Oleh sebab itu, pemerintah memiliki kewajiban untuk dapat menyediakan layanan
tersebut kepada masyarakat. Namun, hal ini tidak hanya menjadi tanggung jawab
pemerintah, masyarakat juga harus berperan melalui kesadaran dalam membayar
pajak dengan jujur dan taat. Hal ini menjadi krusial karena melalui pajak,
pemerintah dapat menyediakan berbagai layanan yang manfaatnya juga nanti akan
kembali kepada masyarakat yang membayar pajak. Semua hal itu harus dimulai dari
perubahan pola pikir yang menganggap pajak sebagai pengeluaran menjadi pajak
sebagai investasi.
(Ditulis oleh: Fortunatus
Okta Yubeliem/Pegawai pada Kanwil DJKN Kalimantan Barat)
| Disclaimer |
|---|
| Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja. |