Jl. Lapangan Banteng Timur No.2-4, Jakarta Pusat
   134      Login Pegawai
Artikel Kanwil DJKN Kalimantan Barat
Melalui Presidensi G20 : “Mari Kita Maksimalkan Momentum Ini Untuk Mengembangkan Produk Lokal Go Global”

Melalui Presidensi G20 : “Mari Kita Maksimalkan Momentum Ini Untuk Mengembangkan Produk Lokal Go Global”

Agus Rodani
Kamis, 22 September 2022 |   1232 kali

Indonesia mendapatkan kepercayaan menjadi tuan rumah penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20. Penunjukkan tersebut merupakan suatu kehormatan bagi bangsa ini. Dunia telah mempercayakan kemampuan negara Indonesia untuk mengemban amanah yang besar. Indonesia secara resmi memegang Presidensi Group of Twenty (G20) selama setahun penuh, dimulai dari 1 Desember 2021 hingga KTT G20 di November 2022. Serah terima presidensi dari Italia (selaku Presidensi G20 2021) kepada Indonesia sudah dilakukan secara langsung pada 31 Oktober 2021 di Roma, Italia.

Perhelatan KTT G20 bukanlah even yang kecil, dimana didalamnya banyak kegiatan-kegiatan yang membahas tentang permasalahan dunia. Permasalahan yang menyangkut banyak kepentingan, keselamatan dan kemajuan bangsa dunia. Mencari solusi bagaimana negara-negara yang terdampak pandemi covid-19 segera pulih dan menguatnya kembali perekonomian secara global dan imbas adanya konflik Rusia dan Kroasia.

Memanasnya konflik antara Rusia dan Kroasia mengakibatkan instabilitas di sektor ekonomi, bahkan memicu kenaikan harga sejumlah komoditas. Dampak tersebut tidak hanya dirasakan Indonesia, tapi juga berbagai negara di dunia. Perlu diketahui bahwa kedua negara ini adalah produsen dan eksportir utama sejumlah komoditas. Rusia adalah negara eksportir kedua terbesar untuk minyak mentah. Kemudian nomor tiga untuk ekpsor batu bara, nomor satu produsen gandum, dan nomor tujuh dalam hal gas alam cair (LNG).

Bagi Indonesia, dampak yang terpantau dari konflik tersebut, adanya kenaikan harga komoditas non-migas terutama batu bara dan minyak sawit mentah (CPO). Kenaikan harga kedua komoditas ini akan berdampak positif kepada ekspor Indonesia. Negatifnya, karena Indonesia sangat tergantung mengimpor bahan bakar minyak, pupuk, gandum dan lainnya, akan menimbulkan inflasi akibat kenaikan harga komoditas tersebut.

Dipercayakannya Indonesia menjadi tuan rumah G20, merupakan momentum kesempatan untuk memperoleh kredibilitas atau kepercayaan masyarakat internasional dalam memimpin pemulihan global akibat dampak pandemi covid-19 dan konflik Rusia-Ukraina.

Pengakuan atas peranan Indonesia di dunia antara lain berkat kemampuan Pemerintah Indonesia untuk menjadi penghubung (bridge builder) yang dilandasi pada ketulusan dan netralitas, dalam semangat mewujudkan cita-cita sebagaimana tertuang dalam pembukaan UUD 1945. Politik luar negeri bebas aktif senantiasa menjadi modal awal yang memandu langkah Indonesia dalam hubungan antar bangsa.

Presidensi G20 mengusung tema “Recover Together, Recover Stronger”. Melalui tema ini, Indonesia mengajak seluruh dunia untuk bersama-sama mencapai pemulihan yang lebih kuat dan berkelanjutan. Dengan semakin terintegrasinya perekonomian global, keberhasilan penanganan pandemi dan pemulihan ekonomi di suatu negara tidak akan dapat bertahan lama apabila tidak diikuti oleh keberhasilan yang sama di negara-negara lain. Melalui forum G20 tersebut, Indonesia berkesempatan mendorong upaya kolektif dunia mewujudkan kebijakan yang dapat mempercepat pemulihan ekonomi global secara inklusif.

Presiden Joko Widodo saat berpidato pada pembukaan presidensi G20 Indonesia pada tanggal 1 Desember 2021 menyatakan “Kepercayaan ini adalah kesempatan bagi Indonesia untuk berkontribusi lebih besar bagi pemulihan ekonomi dunia, untuk membangun tata kelola dunia yang lebih sehat, lebih adil, dan berkelanjutan berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial,”. Presiden juga menjelaskan bahwa dalam presidensi G20 tersebut, Indonesia akan fokus untuk mengerjakan tiga hal yaitu penanganan kesehatan yang inklusif, transformasi berbasis digital, dan  transisi menuju energi berkelanjutan.

Lalu apa dampak dan manfaat nyata penyelenggaraan G20 bagi Indonesia? Penulis mencoba untuk memberikan pandangan mengenai dampak G20 bagi Indonesia. Melalui rangkaian event G20 dan kehadiran para delegasi, diharapkan dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kontribusi dalam mendukung pemulihan ekonomi domestik. Adapun manfaat secara langsung terhadap sektor jasa seperti perhotelan, transportasi, UMKM, dan sektor terkait lainnya. Dampak secara tidak langsung melalui dampak terhadap persepsi investasi dan pelaku ekonomi.

Pemerintah perlu menyusun strategi dengan melibatkan berbagai pihak, seperti kementerian/lembaga, pemerintah daerah, perbankan, tokoh masyarakat, pembina pengusaha kecil dan pengusaha itu sendiri. Strategi bagaimana mengoptimalkan momen presidensi G20 guna pemulihan dan peningkatan ekonomi domestik

Pemerintah perlu memberikan stimulus kepada pengusaha khususnya UMKM berupa potongan pajak dan bantuan modal. Pembangunan etalase dan pameran produk UMKM yang menarik, selain sebagai ajang promosi juga mendongkrak omset penjualan. Pembinaan kapasitas pelaku UMKM terkait pengelolaan keuangan, distribusi produk, kemasan produk, cara penjualan baik offline maupun online harus diberikan. Hal ini agar produk UMKM dapat bersaing tidak hanya di pasaran lokal tetapi juga internasional.

Pemerintah daerah dapat berkontribusi untuk memberikan pembinaan dan fasilitas dalam pengembangan dan pemasaran produk. Pemerintah daerah dapat mengeluarkan kebijakan berupa himbauan kepada pengusaha ritel untuk memprioritaskan produk lokal. Dukungan pemerintah juga dapat berupa promosi/publikasi besar-besaran produk UMKM melalui sarana yang ada seperti surat kabar, media sosial, website, papan baliho, videotron dan lainnya agar produk dikenal secara luas. Penyediaan etalase yang menarik untuk memamerkan produk UMKM dan menambah nilai produk UMKM.

Perbankan memberikan suku bunga pinjaman yang ringan kepada UMKM dalam rangka perluasan/peningkatan usaha. Selain itu, diharapkan perbankan memberikan bimbingan transaksi keuangan secara digital agar transaksi jual beli bisa dilakukan dengan cepat, aman dan mudah.

Pengusaha hotel dan transportasi perlu ditingkatkan kapasitasnya. Perbaikan segera dilaksanakan,  baik secara fisik maupun layanan. Perbaikan fisik berupa perbaikan bangunan dan sarana hotel. Perbaikan layanan hotel seperti layanan parkir, kelengkapan fasilitas kamar, layanan kamar, kebersihan, fasilitas komunikasi, keamanan dan lain-lain.

Sektor pariwisata harus benar-benar dibenahi terkait keindahan, keamanan, akses yang mudah, sarana-prasarananya berupa : penginapan, restoran, pasar/swalayan, toko cinderamata, transportasi dan lainnya. Pemandu wisata yang profesional untuk dapat memperkenalkan/menjelaskan kepada para tamu/wisatawan atas objek wisata.

Penulis dalam hal mencontohkan keberhasilan pemerintah daerah kabupaten Banyuwangi dalam meningkatkan pendapatan daerah melalui Kegiatan Festival. Pemda Banyuwangi memiliki “Banyuwangi Festival” yang merupakan kolaborasi antar Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) guna meningkatkan sektor pariwisata dan produk UMKM seperti Festival Budaya Nusantara, Festival Ngopi Kebangsaan, Banyuwangi Musik Festival, Festival Oling River dan Lomba Dayung, Jagoan Tani Banyuwangi Youth Festival, Festival Create Recycle dan lainnya.

Akhirnya penulis mengambil kesimpulan, bahwa dampak nyata G20 bagi Indonesia tergantung dari kesiapan dan keseriusan pemerintah, pengusaha, dan rakyat dalam memanfaatkan momentum ini secara maksimal sebagaimana penulis uraikan di atas. Kerja sama dan partisipasi aktif semua pihak perlu diperlihatkan dan dibuktikan kepada dunia bahwa Indonesia menjadi tuan rumah G20 yang membanggakan. Indonesia sebagai negara besar, tentunya mampu berkontribusi lebih besar bagi pemulihan ekonomi dunia, untuk membangun tata kelola dunia yang lebih sehat, lebih adil, inklusif dan berkelanjutan. Penulis dalam hal ini mengajak warga Indonesia bangga menggunakan produk lokal dan secara masif mempromosikan kepada dunia agar produk Indonesia dikenal luas. Mari kita bersama-sama bangga memakai produk Indonesia.

 

Penulis : Agus Rodani

 

Pegawai Pada Kanwil DJKN Kalimantan Barat

Disclaimer
Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja.
Floating Icon