Jl. Lapangan Banteng Timur No.2-4, Jakarta Pusat
   134      Login Pegawai
Artikel Kanwil DJKN Kalimantan Barat
Menyambut Generasi Z, Kanwil DJKN Kalbar Melakukan Perubahan Mindset dan Etos Kerja Secara Gradual

Menyambut Generasi Z, Kanwil DJKN Kalbar Melakukan Perubahan Mindset dan Etos Kerja Secara Gradual

Aminah Nurmillah
Senin, 22 Februari 2021 |   677 kali

Menurut teori ilmu sosiologi, para sosiolog membagi generasi manusia modern dalam beberapa era generasi, dimulai dari Generasi Perang (1648-1860) sampai dengan generasi paling modern yaitu Generasi Alpha (2011-2024). Di masa sekarang ini, di dalam sebuah kantor pemerintahan diisi oleh empat generasi. Generasi pertama yaitu Generasi Baby Boomers, merupakan generasi yang lahir antara tahun 1946 sampai dengan tahun 1964, yang saat ini sebagian besar menduduki jabatan tertinggi di organisasi. Mereka memang dikenal lebih kuno dalam bekerja atau membuat aturan karena dipengaruhi didikan orang tua tradisionalis yang bekerja setelah zaman perang. Walaupun sering dikatakan ikut campur dengan pekerjaan bawahannya, namun para baby boomers yang akan memasuki masa pensiunnya ini dikenal optimis, teratur dan pekerja keras.

Generasi selanjutnya dikenal dengan sebutan “Generasi X” (1965-1980) yang saat ini sebagian besar menduduki jabatan pengawas. Generasi X cenderung lebih santai karena mereka sudah jenuh dengan aturan-aturan kuno yang dibuat para baby boomers atau orang tua mereka. Berbeda dengan baby boomers yang optimis, generasi ini dikatakan lebih skeptis yang memunculkan keinginan untuk mendobrak. Umumnya mereka memiliki keraguan yang mebuat mereka berpikir ulang akan banyak hal. Selanjutnya adalah generasi yang saat ini menempati posisi terbanyak di kantor pemerintahan, yaitu mereka yang lahir antara tahun 1981 sampai dengan tahun 1996, dikenal dengan kaum “Millennial”. Generasi paling kompleks ini dikatakan punya perbedaan paling signifikan karena mereka mengalami pergeseran nilai paling ekstrem. Cara dan pola pikir millennial sangat berbeda karena mereka mengutamakan efisiensi dan jaminan. Bukan rahasia lagi jika millennial juga suka mencampurkan antara main dan kerja. Millennial juga bekerja di era entrepreneur tinggi dan banyak profesi baru karena mereka berpikir untuk mengerjakan apa yang mereka sukai dan tidak suka dengan banyaknya aturan. Generasi yang mulai memasuki dunia kerja yaitu “Generasi Z” (1996-2010). Pekerja muda yang biasanya menjadi anak magang atau anak baru di kantor ini menginginkan cara kerja yang lebih rapi dari seniornya. Mereka cenderung lebih pragmatis, berani menyatakan pendapat, realistis, walau kadang pesimis dengan lingkungan sekitar. 

Keempat generasi tersebut tentu saja masing-masing memiliki cara berfikir dan berkomunikasi yang berbeda-beda pula. Hal ini menyebabkan komunikasi antar generasi di tempat kerja menjadi sangat penting dan lebih menantang. Agar komunikasi dapat berjalan efektif dan dapat menjembatani kesenjangan antar generasi, berikut ini ada beberapa tips yang dapat dilakukan oleh masing-masing generasi yang dirangkum dari buku Generation Gap(less): Seni Menjalin Relasi Antargenerasi karangan Erwin Parengkuan dan Becky Tumewu. Sikap senior (Baby Boomers dan Gen X) terhadap Junior (Generasi Millennial) yaitu; jangan baper, perlakukan sebagai partner, beri ruang bagi mereka untuk berpendapat, beri arahan bukan perintah, bicara singkat, padat dan langsung pada pokoknya, dan memberi feedback. Sedangkan sikap junior terhadap para senior yang dapat dilakukan yaitu; memberi salam, meminta konsultasi, berbicara dengan teratur, dan menjadi pendengar yang baik.

 

Di Kanwil DJKN Kalimantan Barat sendiri, saat ini memiliki 48 pegawai, dengan komposisi generasi X lebih dari 50%, generasi millennial lebih kurang 29%, 12,5% generasi Z dan selebihnya Generasi Baby Boomers. Empat generasi ini terbagi hampir merata di setiap Bidang/Bagian. Maka dapat dipastikan bahwa tiap-tiap generasi akan berinteraksi dengan generasi yang berbeda. Agar dapat berkomunikasi dengan baik, maka masing-masing generasi dapat mempraktekkan sikap-sikap yang telah disebutkan di atas. Sebagai contoh, misal ada dua orang generasi X sedang asyik berbincang-bincang di pintu masuk ruangan kantor, kemudian masuklah seorang pemuda generasi Z yang langsung berjalan melewati kedua seniornya tersebut tanpa menyapa. Maka hal pertama yang harus dilakukan kedua senior tersebut yaitu jangan baper, jangan langsung menghakimi bahwa juniornya tersebut sombong atau tidak menghormati yang lebih tua, mungkin saja pemuda tersebut tidak ingin mengganggu perbincangan para seniornya yang sedang asyik mengobrol. Sedangkan untuk si pemuda, walaupun ada keinginan untuk tidak mengganggu obrolan para senior, ada baiknya memberikan sapaan singkat kepada para senior, walaupun hanya berbentuk tatapan mata dan gesture tubuh memberi hormat tanpa harus bersuara. Kemudian dalam hal pekerjaan, daripada memberikan perintah-perintah, para senior lebih baik memberikan arahan dan memberikan kesempatan kepada para junior untuk bekerja dan berpendapat. Apabila terdapat hal-hal yang kurang berkenan, sebaiknya berikan saran-saran membangun dan saling bertukar pendapat. Dan untuk para junior, bicaralah dengan teratur agar mudah dimengerti dan gunakan gaya bicara seperti sedang berkonsultasi agar para senior dengan senang hati membagikan pengetahuannya.

Untuk menghindari terjadinya konflik dan agar dapat bertahan dengan baik dalam setiap fase perubahan zaman, secara terus menerus manusia harus mampu menyesuaikan dirinya terhadap kehidupan sosial yang berlangsung di satu zaman tertentu. Kanwil DJKN Kalbar menyadari pentingnya adaptasi terhadap perubahan ini. Sejak tahun 2019, Kanwil DJKN Kalbar telah bersiap membangun Zona Integritas, dan telah mendapatkan predikat Wilayah Bebas dari korupsi (WBK) pada tahun 2020 Tidak hanya memperbaiki lingkungan kantor dalam hal fasilitas dan pelayanan, namun juga terus mendorong setiap pegawai agar meningkatkan kapasitasnya dan bersiap menghadapi era revolusi industri 4.0. Beberapa waktu yang lalu Kanwil DJKN Kalbar telah melakukan pemilihan agen perubahan dengan mendorong generasi millennial dan generasi Z untuk maju dan membawa perubahan baru untuk Kanwil DJKN Kalbar yang lebih baik.

Penulis: Debbi Rahmita Iskandar

Disclaimer
Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja.
Floating Icon