Press Release APBN Regional Jawa Timur s.d. 30 September 2025
Iva Nurdianah Azizah
Rabu, 22 Oktober 2025 |
229 kali
“IMPLEMENTASI KEBIJAKAN FISKAL REGIONAL JAWA TIMUR”
Surabaya, 20 Oktober 2025, Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Jawa Timur mengadakan kegiatan Press Conference ALCo APBN KiTa Regional Jawa Timur s.d 30 September 2025 bertempat di Surabaya dan secara daring melalui Ms Teams mulai pukul 13.00 s.d. selesai yang dihadiri peserta dari Perwakilan Kementerian Keuangan serta Local Expert Kementerian Keuangan Jawa Timur.
A. Perkembangan Ekonomi Regional Jawa Timur
B. Perkembangan Realisasi APBN Regional Jawa Timur
Realisasi Pendapatan Negara mencapai Rp178,56 triliun atau 63,15 dari target sebesar Rp282,76 triliun. Terdiri dari Penerimaan Perpajakan terealisasi sebesar 61,97 persen (Rp171,86 triliun) dari target Rp277,32 triliun dan PNBP telah melampaui target dengan capaian 123,11 persen (Rp6,69 triliun) dari target Rp5,44 triliun. Penerimaan Perpajakan terdiri dari Penerimaan Pajak pada Ditjen Pajak sebesar Rp71,32 triliun (55,51 dari target Rp128,48 triliun) dan penerimaan Kepabeanan dan Cukai Ditjen Bea Cukai sebesar Rp100,54 triliun (67,55 dari target Rp148,83 triliun).
Realisasi Belanja Negara sampai dengan September 2025 sebesar Rp92,09 triliun atau 72,97 dari pagu Belanja Negara di Jawa Timur. Kinerja Belanja Negara terdiri dari Belanja K/L sebesar Rp28,64 triliun dan Transfer Ke Daerah (TKD) mencapai Rp63,45 triliun.
C. Kinerja APBN Jawa Timur
1. Penerimaan Negara
a. Pajak (DJP):
b. Bea Cukai (DJBC):
c. PNBP
Hingga 30 September 2025 realisasi PNBP tetap terjaga mencapai Rp6,69 triliun (123,11 dari target) tumbuh 9,5 persen (yoy).
d. Pengelolaan Aset
Dari pengelolaan aset, realisasi Lelang, PNBP Pengelolaan BMN dan Piutang Negara s.d. September 2025 yang dilaksanakan DJKN, diuraikan sebagai berikut:
2. Belanja Kementerian Lembaga
a. Belanja Pemerintah Pusat
Berdasarkan jenis belanja, realisasi per 30 September 2025 terdiri dari:
Data ini menunjukkan bahwa belanja pegawai masih menjadi komponen dengan porsi penyerapan tertinggi, sementara belanja modal masih relatif rendah pada kuartal III 2025.
b. Realisasi Anggaran Kesehatan
Realisasi anggaran Kesehatan s.d. September 2025 sebesar 612,78 miliar atau 58,98 dari pagu Rp1,04 triliun. Pemanfaatan untuk Program Pelayanan Kesehatan dan JKN senilai Rp66,35 M (54,70 persen ) dan Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana senilai Rp31,12 M (23,14 persen ).
c. Belanja Anggaran Pendidikan
Belanja Pendidikan terealisasi Rp7,24 triliun atau 64,27 dari pagu Rp12,82 triliun. Pemanfaatannya antara lain untuk Program Kualitas Pengajaran dan Pembelajaran senilai Rp1,38 T (65,07 persen ) dan Program Pendidikan Tinggi senilai Rp1,33 T (43,67 persen ).
d. Program Makan Bergizi Gratis Jawa Timur
Realisasi belanja MBG Jatim s.d 10 Oktober 2025 sebesar Rp938 Miliar, dan merupakan realisasi tertinggi ketiga setelah Provinsi Jawa Barat dan jawa Tengah. Capaian Program MBG di Jatim masih rendah jumlah SPPG 1.424 (34 persen ) dari target 4.177 SPPG tersebar di 38 Kab/Kota, petugas SPPG: 47.405 orang, Supplier MBG: 1.875, Penerima Manfaat: 4.167.476 penerima (47 persen ) dari target 8.777.331 penerima, tertinggi di Kab. Malang 272.880 penerima.
e. Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG)
Jatim peringkat kedua nasional dalam pelaksanaan PKG dengan capaian s.d. 12 Oktober 2025 sebanyak 7.971.808 jiwa pendaftar (18,94 persen) dan 7.544.191 jiwa kehadiran (17,92 persen ) dari target 36 persen di tahun 2025. Kelompok usia Dewasa III Perempuan (usia 40-59 th) menjadi kelompok usia yang menerima layanan PKG paling banyak yaitu 1.092.132 Jiwa (17,69 persen). Berdasarkan jenis kelamin, laki-laki sebesar 43,1 dari perempuan 56,9 persen. Dari segi anggaran realisasi s.d. September 2025 sebesar Rp7.17 miliar.
3. Transfer Ke Daerah
Secara Keseluruhan, TKD mengalami pertumbuhan realisasi (yoy), Pertumbuhan TKD disebabkan oleh peningkatan dari DBH yang tumbuh Impresif mencapai 24,30% (yoy) utamanya dari Dana Bagi Hasil Minyak Bumi, sejalan dengan pergerakan harga minyak dunia yang meningkat.
-----------------------------------------------------------------
Surabaya, 20 Oktober 2025
