Optimalisasi BMN Dukung Pengembangan Wisata Bromo: Kanwil DJKN Jawa Timur Wujudkan Nilai Kami Untuk Negeri
Bondan Adiprakarsa Wangke
Rabu, 16 September 2026 |
59 kali
Barang Milik Negara (BMN) tidak hanya berfungsi
sebagai sarana penyelenggaraan tugas dan fungsi pemerintah, tetapi juga
merupakan aset strategis yang dapat
memberikan nilai tambah bagi negara dan masyarakat. BMN mampu menjadi instrumen pembangunan yang mendukung pertumbuhan ekonomi
nasional melalui pengelolaan yang profesional, akuntabel, dan produktif, termasuk pada sektor
pariwisata.
Komitmen tersebut diwujudkan oleh Kantor Wilayah
Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (Kanwil DJKN) Jawa Timur melalui penilaian
dalam rangka pemanfaatan BMN pada Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger
Semeru (BB TNBTS). BMN berupa tanah, bangunan shelter, dan Jembatan Kaca Seruni
Point dimanfaatkan melalui mekanisme sewa BMN sebagai upaya meningkatkan
kualitas layanan wisata sekaligus mengoptimalkan nilai ekonomi aset negara.
Aset
Negara Dukung Pengembangan Pariwisata
Kawasan Taman Nasional
Bromo Tengger Semeru merupakan salah satu destinasi wisata
unggulan Indonesia yang telah dikenal luas di tingkat internasional. Keindahan
panorama Gunung Bromo, lautan pasir, kaldera, dan budaya masyarakat Tengger
menjadikan kawasan ini sebagai salah satu penggerak utama sektor pariwisata di
Jawa Timur.
Seiring meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan, kebutuhan terhadap infrastruktur pendukung yang aman, nyaman, dan berkualitas juga semakin
meningkat. Dalam konteks tersebut, pemanfaatan BMN menjadi salah satu instrumen
untuk menghadirkan layanan publik yang lebih baik tanpa mengabaikan fungsi
konservasi kawasan.
BMN berupa
tanah kawasan Jembatan Kaca seluas sekitar 2.429
meter persegi, bangunan shelter dan sarana pendukung seluas sekitar
791 meter persegi, serta jembatan pejalan kaki berlantai kaca seluas sekitar
360 meter persegi dimanfaatkan melalui mekanisme sewa BMN. Kerja sama
tersebut berlaku selama lima tahun sebagai bagian dari upaya meningkatkan
pelayanan wisata alam di kawasan Bromo.
Mendorong
BMN Lebih Produktif
Optimalisasi BMN merupakan salah satu fokus
DJKN dalam mewujudkan pengelolaan kekayaan
negara yang memberikan manfaat ekonomi
sekaligus manfaat sosial.
BMN yang sebelumnya belum
dimanfaatkan secara optimal dapat menghasilkan Penerimaan Negara Bukan Pajak
(PNBP) melalui skema pemanfaatan yang tetap menjamin status kepemilikan
aset berada pada negara.
Dalam perspektif
pengelolaan aset, pemanfaatan BMN tidak semata-mata ditujukan untuk memperoleh
penerimaan negara, tetapi juga
menciptakan highest and best use atas aset pemerintah. Artinya,
aset negara dimanfaatkan pada penggunaan yang memberikan manfaat tertinggi secara hukum, teknis,
ekonomi, dan tetap memperhatikan aspek lingkungan serta kepentingan publik.
Bagi kawasan konservasi seperti TNBTS, pendekatan tersebut menjadi sangat penting
karena pengembangan wisata harus berjalan
seiring dengan upaya menjaga kelestarian ekosistem. Oleh karena
itu, pemanfaatan BMN dilakukan secara selektif dengan tetap mempertahankan
fungsi utama kawasan sebagai taman nasional.
Jembatan
Kaca Seruni Point Menjadi Ikon Baru Wisata Bromo
Salah satu aset yang menjadi perhatian masyarakat adalah Jembatan Kaca Seruni Point. Infrastruktur ini dibangun untuk memberikan pengalaman
wisata yang berbeda melalui lintasan kaca yang menyajikan panorama Gunung Bromo
dari ketinggian.
Selain menjadi daya tarik wisata baru, keberadaan
jembatan kaca diharapkan mampu meningkatkan lama tinggal wisatawan (length of stay), memperbesar pengeluaran
wisatawan di daerah tujuan, serta menciptakan multiplier effect bagi masyarakat sekitar melalui pertumbuhan
sektor transportasi, perhotelan, kuliner, jasa pemandu wisata, hingga UMKM
lokal.
Sebelum dioperasikan, jembatan
tersebut telah melalui
serangkaian pemeriksaan teknis dan pengujian kelayakan guna memastikan aspek
keamanan bagi pengunjung. Pengelolaan operasional selanjutnya dilaksanakan oleh mitra pengelola
berdasarkan perjanjian pemanfaatan BMN yang telah ditandatangani bersama BB
TNBTS.
Sinergi
Pengelolaan Aset Negara
Keberhasilan optimalisasi BMN di kawasan
TNBTS merupakan hasil
sinergi berbagai pihak,
mulai dari Kementerian Kehutanan
selaku Pengguna Barang,
Kanwil DJKN Jawa Timur sebagai
penentu nilai wajar atas sewa BMN, KPKNL Jember sebagai
Pengelola Barang, dan mitra pemanfaatan yang mengoperasikan fasilitas
wisata.
Kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan
aset negara yang baik tidak hanya menghasilkan penerimaan negara, tetapi juga mampu mempercepat pembangunan sektor
strategis nasional. Dalam hal ini, sektor pariwisata memperoleh dukungan
melalui penyediaan infrastruktur yang
memadai, sementara negara tetap memperoleh
manfaat ekonomi dari aset yang
dimiliki.
Bagi Kanwil DJKN Jawa Timur,
keberhasilan pengelolaan BMN bukan hanya
diukur dari besarnya nilai aset yang dikelola, tetapi
juga dari kemampuan aset tersebut memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Optimalisasi BMN di kawasan Bromo menjadi salah satu contoh bagaimana kekayaan negara
dapat bertransformasi menjadi
pengungkit pertumbuhan ekonomi
daerah tanpa mengesampingkan
prinsip keberlanjutan.
Menjaga
Nilai, Menciptakan Manfaat
Kanwil DJKN Jawa Timur dan KPKNL di wilayah kerjanya akan terus memperkuat peran sebagai asset manager melalui pengelolaan BMN yang semakin profesional, adaptif, dan berorientasi pada penciptaan nilai (value creation). Setiap aset negara diharapkan tidak hanya tercatat dengan baik secara administratif, tetapi juga mampu memberikan manfaat optimal bagi negara dan masyarakat.
| Disclaimer |
|---|
| Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja. |