Urgensi Literasi Digital dalam Menghadapi Tantangan Era Informasi
Iva Nurdianah Azizah
Rabu, 24 Juni 2026 |
148 kali
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah mengubah berbagai aspek kehidupan manusia. Internet, media sosial, dan perangkat digital kini menjadi sarana utama dalam memperoleh informasi, berkomunikasi, belajar, bekerja, dan berbisnis. Jumlah pengguna internet di Indonesia kembali mencatat rekor baru di tahun 2026. Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) merilis hasil Survei Profil Internet Indonesia 2026. Hasilnya menunjukkan jumlah pengguna internet di Tanah Air kini mencapai 235,26 juta jiwa. Jumlah pengguna internet di Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun. Kondisi ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin bergantung pada teknologi digital dalam kehidupan sehari-hari.
Di era digital seperti sekarang, hampir semua aspek kehidupan terhubung dengan teknologi. Dari komunikasi, pekerjaan, hingga hiburan semuanya bisa diakses dengan mudah. Namun, dibalik kemudahan itu, muncul tantangan baru: bagaimana kita bisa menjadi pengguna digital yang cerdas, aman, dan bertanggung jawab. Inilah pentingnya literasi digital dimana kemampuan memahami, menggunakan, dan menilai informasi di dunia digital secara kritis.
Kemudahan
akses informasi juga membawa berbagai tantangan, seperti penyebaran hoaks,
pelanggaran privasi, dan penyalahgunaan data pribadi. Oleh karena itu, literasi
digital menjadi kompetensi yang sangat penting untuk dimiliki oleh setiap
individu agar dapat memanfaatkan teknologi secara bijak, kritis, dan
bertanggung jawab.
Literasi digital adalah kemampuan seseorang untuk mengakses, memahami, mengevaluasi, mengelola, serta menciptakan informasi melalui teknologi digital secara efektif dan etis. Menurut Paul Gilster dalam bukunya Digital Literacy (1997), literasi digital tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menggunakan komputer atau internet, tetapi juga kemampuan memahami dan mengevaluasi informasi yang diperoleh dari berbagai sumber digital.
Dikutip dari buku Peran Literasi Digital di Masa Pandemik (2021) karya Devri Suherdi, literasi digital merupakan pengetahuan serta kecakapan pengguna dalam memanfaatkan media digital, seperti alat komunikasi, jaringan internet dan lain sebagainya. Kecakapan pengguna dalam literasi digital mencakup kemampuan untuk menemukan, mengerjakan, mengevaluasi, menggunakan, membuat serta memanfaatkannya dengan bijak, cerdas, cermat serta tepat sesuai kegunaannya. Sementara itu, UNESCO menjelaskan bahwa literasi digital mencakup kemampuan mengakses, mengelola, memahami, mengintegrasikan, mengomunikasikan, mengevaluasi, dan menciptakan informasi secara aman dan tepat melalui teknologi digital.
Pentingnya Literasi Digital
Literasi digital membantu masyarakat mengembangkan kemampuan berpikir kritis terhadap informasi yang diterima. Pengguna internet dituntut untuk mampu memverifikasi sumber informasi, membandingkan berbagai referensi, dan menghindari penyebaran informasi yang belum terbukti kebenarannya. Kemampuan berpikir kritis menjadi sangat penting mengingat tingginya jumlah informasi yang beredar di media digital.
Salah satu tantangan terbesar di era digital adalah maraknya hoaks dan disinformasi. Melalui literasi digital, masyarakat dapat memeriksa kredibilitas sumber informasi, mengenali ciri-ciri berita palsu, dan memahami pentingnya verifikasi fakta sebelum membagikan informasi kepada orang lain. Penggunaan internet yang semakin luas juga meningkatkan risiko kejahatan siber seperti phishing, pencurian identitas, peretasan akun, dan penipuan online. Literasi digital membantu pengguna memahami pentingnya menjaga data pribadi, membuat kata sandi yang kuat, serta mengenali ancaman keamanan digital. Dengan pemahaman tersebut, pengguna dapat melindungi diri dari berbagai risiko yang muncul di dunia maya.
Kemampuan
menggunakan perangkat lunak, mengelola informasi digital, berkolaborasi secara
daring, dan memahami etika digital menjadi kompetensi yang sangat dibutuhkan
oleh dunia kerja. Individu yang memiliki literasi digital yang baik akan lebih
mudah beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan memiliki peluang karier
yang lebih besar.
Literasi digital merupakan kemampuan yang sangat penting di era modern karena membantu masyarakat mengakses dan memanfaatkan informasi secara efektif, aman, dan bertanggung jawab. Literasi digital tidak hanya mendukung pendidikan dan dunia kerja, tetapi juga berperan dalam mencegah penyebaran hoaks dan meningkatkan keamanan digital. Oleh karena itu, pengembangan literasi digital perlu menjadi perhatian bersama agar masyarakat mampu menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang yang hadir di era digital.
Penulis :Iva Nurdianah Azizah
Sumber:
3. https://www.unesco.org/en/literacy/need-know
| Disclaimer |
|---|
| Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja. |