Severity: Warning
Message: XXXXX(/var/lib/php/sessions/ci_sessions_2022/portaldjkn_20221vrskua8na6covhc4prggos6ck5ssf79): failed to open stream: No space left on device
Filename: drivers/Session_files_driver.php
Line Number: 176
Backtrace:
File: /home/piesa/webdjkn/application/controllers/Unit_kerja.php
Line: 8
Function: __construct
File: /home/piesa/webdjkn/index.php
Line: 326
Function: require_once
Severity: Warning
Message: XXXXXXXXXXXXX(): Failed to read session data: user (path: /var/lib/php/sessions/ci_sessions_2022)
Filename: Session/Session.php
Line Number: 143
Backtrace:
File: /home/piesa/webdjkn/application/controllers/Unit_kerja.php
Line: 8
Function: __construct
File: /home/piesa/webdjkn/index.php
Line: 326
Function: require_once
Siaran Pers Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Banten APBN Kita Regional Banten Per 31 Maret 2023
Alvin Mahamidi
Selasa, 18 April 2023 |
261 kali
Perkembangan kondisi Covid-19 di Provinsi Banten yang pada akhir Maret 2023
masih terdapat 255 kasus aktif. Dan perkembangan vaksinasi sampai dengan akhir
Februari 2023 untuk vaksinasi pertama sudah mencapai 84,32 % (8,8 juta jiwa),
vaksinasi kedua 69,7 % (7,3 juta jiwa), vaksinasi booster pertama 37,3 % (2,9
juta jiwa) dan booster kedua mencapai 1,6 % (128 ribu jiwa).
Highlight
dari perekonomian global dan nasional pada akhir Maret 2023. Indeks saham
di Amerika Serikat(AS), Eropa
dan Asia
termasuk IHSG meningkat seiring dengan meredanya kekhawatiran krisis
perbankan. Harga komoditas minyak mentah, CPO, dan batu bara menguat dalam
sepekan di akhir bulan Maret 2023. Serta nilai tukar Rupiah pada akhir bulan
Maret 2023 dan berada pada level Rp14.995 per USD atau menguat sebesar 1,06%
dibandingkan pekan sebelumnya.
Perkembangan
Ekonomi Makro di Banten, sampai dengan akhir kuartal IV 2022 tumbuh solid, PDRB
Banten tumbuh sebesar 4,03 % (yoy), sehingga kinerja perekonomian Banten selama
tahun 2022 tumbuh sebesar 5,03 % (yoy).
PDRB Banten dari sisi lapangan usaha atau sektoral memperlihatkan
dominasi leading sector dalam perekonomian Banten.
Sektor Industri
Pengolahan pada tahun 2022 masih berkontribusi dengan porsi sepertiga dari PDRB
Banten, disusul sektor Perdagangan Besar dan Eceran, kemudian sektor Kontruksi,
dan sektor Real Estat. Kombinasi keempat sektor utama tersebut membentuk lebih
dari 65 % PDRB Banten. Sementara itu sektor yang tumbuh sangat signifikan pada
Tahun 2022 adalah transportasi dan perdagangan. Hal tersebut selaras dengan
pelonggaran aktivitas masyarakat oleh pemerintah sejalan dengan mulai pulihnya
Indonesia dari Pandemi Covid-19 di Tahun 2022. Sementara itu berdasarkan PDRB
Pengeluaran konsumsi masyarakat masih sangat dominan dengan 53,4 persen dan Net
Ekspor tumbuh 25,87 persen.
Memasuki bulan
Maret 2023 Inflasi di Indonesia mulai melandai, demikian pula dengan inflasi di
Banten dengan angka 4,17 persen (yoy) yang lebih rendah dibandingkan inflasi
nasional dan sebagian besar regional pulau jawa. Inflasi di bulan Maret
didorong kenaikan harga jelang masuknya bulan Ramadhan dan adanya libur pada
awal bulan puasa yang meningkatkan harga transportasi khususnya pesawat
terbang.
Tren angka inflasi
di Banten dapat terkendali dalam angka yang wajar. Kondisi ini tidak terlepas
dari upaya Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Banten dalam menerapkan 4 K,
yaitu keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan
komunikasi efektif.
Selanjutnya,
beberapa indikator kesejahteraan masyarakat di Banten memperlihatkan kondisi
yang menggembirakan. Dari sudut pembangunan manusia yang tercermin dari indeks
pembangunan manusia (IPM), menunjukkan kemajuan secara konsisten dari tahun ke
tahun. IPM Provinsi Banten periode 2022 sebesar 73,32 yang mengalami
pertumbuhan 0,6 % dibandingkan periode tahun 2021. Data tingkat pengangguran
terbuka periode Agustus 2022 menunjukkan penurunan penduduk Banten yang tidak
bekerja dari sebesar 8,53 % pada periode Februari 2022 menjadi 8,09 %.
Perbaikan
kesejahteraan masyarakat Banten dari sisi pembangunan manusia dan TPT tidak
diikuti dengan penurunan tingkat
kemiskinan dan tingkat ketimpangan. Pada periode September 2022,
persentase kemiskinan di Banten menempati posisi kedua dari bawah diantara
provinsi lain di pulau Jawa. Sebanyak 6,24 % penduduk Banten termasuk kategori
miskin, mengalami sedikit peningkatan yaitu sebesar 0,08 poin dari periode Maret
2022. Tingkat ketimpangan masyarakat di Banten yang diukur dengan gini rasio
memperlihatkan pada periode September 2022 jurang ketimpangan yang semakin
melebar, dibandingkan dengan periode Maret 2022 dan September 2021.
Kesejahteraan
petani dan nelayan yang digambarkan melalui Nilai Tukar Petani dan Nilai Tukar
Nelayan pada Bulan Maret 2023 menunjukkan angka yang kurang baik karena turun
masing-masing 1,7 persen dan 0,7 persen. Hal tersebut didorong penurunan harga
gabah kering.
PENDAPATAN NEGARA
Pelaksanaan APBN di Banten hingga akhir Maret 2023, dari sisi Pendapatan Negara mencatat realisasi Rp20,25 triliun atau 24,89
Foto Terkait Berita