Mengaplikasikan Nilai Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW dalam Semangat Bekerja di Momen Pergantian Tahun
Agus Rodani
Kamis, 08 Januari 2026 |
216 kali
A.
Pendahuluan
Peringatan Isra Mi’raj Nabi
Muhammad SAW yang beriringan dengan momentum pergantian tahun merupakan waktu
yang tepat bagi seluruh bagi kita selaku pejabat/pegawai untuk melakukan
refleksi diri, evaluasi kinerja, serta pembaruan semangat pengabdian. Dalam
konteks organisasi, momen ini tidak hanya bernilai spiritual, tetapi juga
strategis untuk memperkuat etos kerja, integritas, dan profesionalisme
aparatur.
Isra Mi’raj merupakan
peristiwa luar biasa yang sarat dengan nilai keteladanan. Di tengah berbagai
ujian dan tekanan yang dihadapi Rasulullah SAW, Allah SWT justru memberikan
penguatan dan amanah besar. Hal ini mengajarkan bahwa tantangan dan dinamika
kerja yang dihadapi organisasi merupakan bagian dari proses menuju peningkatan
kualitas kinerja dan pelayanan.
B.
Pembahasan
1.
Sekilas
Sejarah Isra Mi’raj
Isra Mi’raj adalah peristiwa
luar biasa yang dialami Nabi Muhammad SAW atas kehendak Allah SWT. Isra
merupakan perjalanan Nabi pada malam hari dari Masjidil Haram di Makkah ke
Masjidil Aqsa di Yerusalem, sedangkan Mi’raj adalah perjalanan Nabi dari
Masjidil Aqsa menembus lapisan langit hingga Sidratul Muntaha.
Peristiwa ini terjadi pada
periode penuh ujian dalam dakwah Nabi Muhammad SAW, setelah wafatnya Khadijah
RA dan Abu Thalib. Dalam peristiwa inilah Nabi Muhammad SAW menerima perintah
shalat lima waktu, yang menjadi fondasi utama pembinaan disiplin dan tanggung
jawab umat Islam hingga saat ini.
2.
Refleksi
Nilai Ketangguhan dan Profesionalisme
Isra Mi’raj terjadi pada
masa penuh cobaan bagi Nabi Muhammad SAW. Namun, peristiwa tersebut menjadi
titik balik yang menguatkan misi dan keteguhan beliau. Dalam konteks kita
bekerja di instansi pemerintahan, hal ini dapat dimaknai sebagai dorongan untuk
tetap menjaga profesionalisme, ketahanan mental, dan semangat berkolaborasi,
meskipun dihadapkan pada tuntutan pekerjaan yang semakin kompleks.
Pergantian tahun menjadi
kesempatan bagi setiap pegawai untuk melakukan evaluasi objektif atas kinerja
yang telah dilalui, sekaligus menyusun langkah perbaikan yang terukur dan
berkelanjutan.
Penulis dapat menyampaikan
bahwa ketangguhan dan profesionalisme pejabat dan pegawai Kanwil DJKN Banten dapat
dibuktikan dengan pencapaian Nilai Kinerja Organisasi (NKO) yang sangat baik
sebesar 115,44%. Pencapaian ini tak lepas dari semangat dan tanggung jawab dari
pejabat/pegawai yang tinggi dalam melaksanakan tugas dan kewajiban dalam
melayani masyarakat dan stakeholder.
3.
Disiplin,
Integritas, dan Tanggung Jawab dalam Pelaksanaan Tugas
Salah satu amanah utama dari
peristiwa Isra Mi’raj adalah perintah shalat, yang mencerminkan nilai disiplin,
konsistensi, dan tanggung jawab. Nilai-nilai ini sangat relevan dengan budaya
kerja instansi, antara lain:
·
Disiplin
terhadap waktu dan ketentuan kerja
·
Konsistensi
dalam pencapaian kinerja
·
Integritas
dalam menjalankan amanah jabatan
·
Keseimbangan
antara tuntutan profesional dan nilai moral
Penerapan nilai-nilai
tersebut akan memperkuat kepercayaan publik dan meningkatkan kualitas layanan
instansi kepada masyarakat. Kesidiplinan, integritas dan tanggung jawab pegawai
Kanwil DJKN Banten dapat dibuktikan dengan dapat mempertahankan predikat
keberlangsungan ZI- WBBM (Zona Integritas-Wilayah Birokrasi Bersih Melayani).
4.
Bekerja
sebagai Bentuk Pengabdian dan Pelayanan
Dalam lingkungan di instansi
pemerintahan, bekerja bukan sekadar menjalankan rutinitas administratif,
melainkan wujud pengabdian dan pelayanan. Isra Mi’raj mengajarkan keseimbangan
antara tanggung jawab spiritual dan sosial, yang dapat diwujudkan melalui
kinerja yang berorientasi pada hasil, manfaat, dan kepentingan bersama.
Dengan niat yang lurus dan
tata kelola yang baik, setiap tugas yang dilaksanakan akan berkontribusi pada
pencapaian tujuan organisasi dan pembangunan secara berkelanjutan.
Pelayanan yang telah
diberikan Kanwil DJKN Banten terhadap masyarakat dan stakeholder telah maksimal.
Hal ini dapat dilihat dari nihilnya pelaporan atas ketidakpuasan atau keberatan
atas layanan yang telah Kanwil DJKN Banten berikan.
5.
Momentum
Pembaruan Kinerja di Tahun yang Baru
Pergantian tahun hendaknya
dimaknai sebagai momentum pembaruan semangat kerja dan peningkatan kualitas
sumber daya manusia. Nilai Isra Mi’raj mendorong terjadinya perubahan positif,
antara lain:
· Peningkatan disiplin dan kepatuhan
terhadap aturan
· Penguatan kerja sama dan sinergi antar pihak
· Peningkatan kompetensi dan inovasi
· Komitmen terhadap pelayanan yang
akuntabel dan transparan
Pembaharuan ini diharapkan
mampu mendorong instansi untuk terus adaptif, responsif, dan berorientasi pada
kinerja yang unggul.
C.
Penutup
Peringatan Isra Mi’raj Nabi
Muhammad SAW yang bertepatan dengan pergantian tahun hendaknya menjadi sarana
refleksi bersama bagi seluruh jajaran instansi. Dengan menginternalisasi
nilai-nilai keteladanan, disiplin, dan tanggung jawab yang terkandung dalam
peristiwa Isra Mi’raj, diharapkan seluruh pegawai dapat memasuki tahun yang
baru dengan semangat kerja yang lebih kuat, profesional, dan berintegritas.
Berangkat dari uraian yang
telah disampaikan, penulis mengajak khususnya penulis sendiri dan pegawai DJKN
untuk bisa mengaplikasikan nilai Isra Mi’raj dalam memberikan layanan yang
terbaik kepada masyarakat dan stakeholder.
Semoga seluruh upaya dan
kinerja yang dilakukan senantiasa bernilai ibadah, memberikan manfaat bagi
organisasi, serta berdampak positif bagi masyarakat luas.
| Disclaimer |
|---|
| Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja. |