Jl. Lapangan Banteng Timur No.2-4, Jakarta Pusat
   134      Login Pegawai
Artikel Kanwil DJKN Banten
Mengaplikasikan Nilai Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW dalam Semangat Bekerja  di Momen Pergantian Tahun

Mengaplikasikan Nilai Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW dalam Semangat Bekerja di Momen Pergantian Tahun

Agus Rodani
Kamis, 08 Januari 2026 |   216 kali

 

A.      Pendahuluan

Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang beriringan dengan momentum pergantian tahun merupakan waktu yang tepat bagi seluruh bagi kita selaku pejabat/pegawai untuk melakukan refleksi diri, evaluasi kinerja, serta pembaruan semangat pengabdian. Dalam konteks organisasi, momen ini tidak hanya bernilai spiritual, tetapi juga strategis untuk memperkuat etos kerja, integritas, dan profesionalisme aparatur.

 

Isra Mi’raj merupakan peristiwa luar biasa yang sarat dengan nilai keteladanan. Di tengah berbagai ujian dan tekanan yang dihadapi Rasulullah SAW, Allah SWT justru memberikan penguatan dan amanah besar. Hal ini mengajarkan bahwa tantangan dan dinamika kerja yang dihadapi organisasi merupakan bagian dari proses menuju peningkatan kualitas kinerja dan pelayanan.

 

B.    Pembahasan

 

1.     Sekilas Sejarah Isra Mi’raj

Isra Mi’raj adalah peristiwa luar biasa yang dialami Nabi Muhammad SAW atas kehendak Allah SWT. Isra merupakan perjalanan Nabi pada malam hari dari Masjidil Haram di Makkah ke Masjidil Aqsa di Yerusalem, sedangkan Mi’raj adalah perjalanan Nabi dari Masjidil Aqsa menembus lapisan langit hingga Sidratul Muntaha.

 

Peristiwa ini terjadi pada periode penuh ujian dalam dakwah Nabi Muhammad SAW, setelah wafatnya Khadijah RA dan Abu Thalib. Dalam peristiwa inilah Nabi Muhammad SAW menerima perintah shalat lima waktu, yang menjadi fondasi utama pembinaan disiplin dan tanggung jawab umat Islam hingga saat ini.

 

2.     Refleksi Nilai Ketangguhan dan Profesionalisme

Isra Mi’raj terjadi pada masa penuh cobaan bagi Nabi Muhammad SAW. Namun, peristiwa tersebut menjadi titik balik yang menguatkan misi dan keteguhan beliau. Dalam konteks kita bekerja di instansi pemerintahan, hal ini dapat dimaknai sebagai dorongan untuk tetap menjaga profesionalisme, ketahanan mental, dan semangat berkolaborasi, meskipun dihadapkan pada tuntutan pekerjaan yang semakin kompleks.

 

Pergantian tahun menjadi kesempatan bagi setiap pegawai untuk melakukan evaluasi objektif atas kinerja yang telah dilalui, sekaligus menyusun langkah perbaikan yang terukur dan berkelanjutan.

 

Penulis dapat menyampaikan bahwa ketangguhan dan profesionalisme pejabat dan pegawai Kanwil DJKN Banten dapat dibuktikan dengan pencapaian Nilai Kinerja Organisasi (NKO) yang sangat baik sebesar 115,44%. Pencapaian ini tak lepas dari semangat dan tanggung jawab dari pejabat/pegawai yang tinggi dalam melaksanakan tugas dan kewajiban dalam melayani masyarakat dan stakeholder.

 

3.     Disiplin, Integritas, dan Tanggung Jawab dalam Pelaksanaan Tugas

Salah satu amanah utama dari peristiwa Isra Mi’raj adalah perintah shalat, yang mencerminkan nilai disiplin, konsistensi, dan tanggung jawab. Nilai-nilai ini sangat relevan dengan budaya kerja instansi, antara lain:

·         Disiplin terhadap waktu dan ketentuan kerja

·         Konsistensi dalam pencapaian kinerja

·         Integritas dalam menjalankan amanah jabatan

·         Keseimbangan antara tuntutan profesional dan nilai moral

Penerapan nilai-nilai tersebut akan memperkuat kepercayaan publik dan meningkatkan kualitas layanan instansi kepada masyarakat. Kesidiplinan, integritas dan tanggung jawab pegawai Kanwil DJKN Banten dapat dibuktikan dengan dapat mempertahankan predikat keberlangsungan ZI- WBBM (Zona Integritas-Wilayah Birokrasi Bersih Melayani).

 

4.     Bekerja sebagai Bentuk Pengabdian dan Pelayanan

Dalam lingkungan di instansi pemerintahan, bekerja bukan sekadar menjalankan rutinitas administratif, melainkan wujud pengabdian dan pelayanan. Isra Mi’raj mengajarkan keseimbangan antara tanggung jawab spiritual dan sosial, yang dapat diwujudkan melalui kinerja yang berorientasi pada hasil, manfaat, dan kepentingan bersama.

Dengan niat yang lurus dan tata kelola yang baik, setiap tugas yang dilaksanakan akan berkontribusi pada pencapaian tujuan organisasi dan pembangunan secara berkelanjutan.

Pelayanan yang telah diberikan Kanwil DJKN Banten terhadap masyarakat dan stakeholder telah maksimal. Hal ini dapat dilihat dari nihilnya pelaporan atas ketidakpuasan atau keberatan atas layanan yang telah Kanwil DJKN Banten berikan.

 

5.     Momentum Pembaruan Kinerja di Tahun yang Baru

Pergantian tahun hendaknya dimaknai sebagai momentum pembaruan semangat kerja dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Nilai Isra Mi’raj mendorong terjadinya perubahan positif, antara lain:

·       Peningkatan disiplin dan kepatuhan terhadap aturan

·       Penguatan kerja sama dan sinergi antar pihak

·       Peningkatan kompetensi dan inovasi

·       Komitmen terhadap pelayanan yang akuntabel dan transparan

Pembaharuan ini diharapkan mampu mendorong instansi untuk terus adaptif, responsif, dan berorientasi pada kinerja yang unggul.

 

C.      Penutup

Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang bertepatan dengan pergantian tahun hendaknya menjadi sarana refleksi bersama bagi seluruh jajaran instansi. Dengan menginternalisasi nilai-nilai keteladanan, disiplin, dan tanggung jawab yang terkandung dalam peristiwa Isra Mi’raj, diharapkan seluruh pegawai dapat memasuki tahun yang baru dengan semangat kerja yang lebih kuat, profesional, dan berintegritas.

 

Berangkat dari uraian yang telah disampaikan, penulis mengajak khususnya penulis sendiri dan pegawai DJKN untuk bisa mengaplikasikan nilai Isra Mi’raj dalam memberikan layanan yang terbaik kepada masyarakat dan stakeholder.

 

Semoga seluruh upaya dan kinerja yang dilakukan senantiasa bernilai ibadah, memberikan manfaat bagi organisasi, serta berdampak positif bagi masyarakat luas.

 


 

Disclaimer
Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja.
Floating Icon