Menyisir Pesisir Pelabuhan Karangantu Banten
Heri Asya
Selasa, 17 Desember 2024 |
1421 kali
Ke Serang Banten belum lengkap kalau
belum singgah di Pelabuhan Karangantu. Lokasinya tidak jauh dari area Banten
Lama atau sekitar 15 menit dari pusat Kota Serang. Dahulu pelabuhan ini menjadi salah satu pelabuhan
tersibuk di nusantara. Keberadaan
pelabuhan ini menjadi salah satu saksi sejarah tentang kejayaan Kesultanan
Banten pada waktu itu.
Konon menurut mitos yang beredar
di Masyarakat, nama Karangantu muncul karena saat itu ada seorang Belanda yang
membawa guci berisikan hantu. Hingga suatu hari guci itu pecah dan hantu yang
di dalamnya keluar. Mulai saat itulah pelabuhan yang telah berganti menjadi
kampung nelayan ini diberi nama Pelabuhan Karangantu.
Menurut website resmi Direktorat
Kepelabuhan dan Perikanan, Pelabuhan Karangantu atau lebih tepatnya Pelabuhan
Perikanan Nusantara (PPN) Karangantu pada awalnya
merupakan suatu pantai yang secara tradisional berkembang dari suatu
kelompok pemukiman yang mendiami daerah dari lahan di muara kali Cibanten.
Seiring waktu, PPN Karangantu menjadi suatu pelabuhan nelayan yang cukup
besar dan berperan penting sebagai pusat kegiatan perikanan yang memasok
sebagian kebutuhan ikan wilayah Provinsi Banten.
Selain dikenal sebagai pusat
perikanan, Karangantu juga memiliki pelabuhan kecil yang menjadi tempat
bersandarnya perahu-perahu nelayan lokal. Di sini, aktivitas bongkar muat hasil
tangkapan laut berlangsung setiap hari. Ada beragam jenis ikan yang
menjadi tangkapan nelayan di sekitar Pelabuhan ini, namun lima jenis yang
paling mendominasi di tahun 2024 ini adalah ikan Tembang (Sardinella brachysoma)
yang produksinya mencapai 697.228 kg, ikan Kembung Perempuan (Rastrelliger
brachysoma) 280.125 kg, cumi-cumi (Loligo spp) 168.042 kg, ikan Teri (Stolephorus
commersonii) 160.941 kg, dan ikan Kuniran (Upeneus sulphureus) 145.913 kg. Ups,
jangan khawatir selain 5 jenis ikan itu, masih ada puluhan jenis ikan lainnya, masyarakat
setempat dan pengunjung bisa membeli berbagai jenis ikan segar langsung dari
nelayan dan jika ingin makan ditempat, disepanjang pesisir berderet warung
makan yang menyediakan jasa memasak.
Atau jika ingin berkeliling seputar
Pelabuhan, pengunjung bisa naik kapal nelayan dengan tarif yang cukup murah sekitar
Rp10.000 per orang. Di Lokasi yang sama terdapat hutan Manggrove Pancer yang dijadikan tempat wisata, jadi meskipun
sudah tidak lagi digunakan untuk berlabuhnya kapal dagang atau ekspedisi,
Pelabuhan Karangantu tetap mempunyai daya tarik tersendiri bagi masyarakat
Banten, karena Pelabuhan Karangantu juga
menjadi salah satu wisata bahari yang menawan.
Vibes yang ditawarkan di sini selain
hutan mangrove adalah view laut dan
aktivitas nelayan. Meniti jalan setapak yang terbuat dari beton sambil
menikmati semilir angin laut sejenak dapat menghempas beban yang menggayut.
Apalagi sesekali burung camar melintas di atas lalu Lalang perahu nelayan cukup
memanjakan mata, terlebih bagi pecinta fotografi suasana itu menjadi spot tangkapan
layar yang indah.
| Disclaimer |
|---|
| Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja. |
Foto Terkait Artikel