Jl. Lapangan Banteng Timur No.2-4, Jakarta Pusat
   134      Login Pegawai
Artikel Kanwil DJKN Banten
Menyisir Pesisir Pelabuhan Karangantu Banten

Menyisir Pesisir Pelabuhan Karangantu Banten

Heri Asya
Selasa, 17 Desember 2024 |   1421 kali

Ke Serang Banten belum lengkap kalau belum singgah di Pelabuhan Karangantu. Lokasinya tidak jauh dari area Banten Lama atau sekitar 15 menit dari pusat Kota Serang.  Dahulu pelabuhan ini menjadi salah satu pelabuhan tersibuk di nusantara.  Keberadaan pelabuhan ini menjadi salah satu saksi sejarah tentang kejayaan Kesultanan Banten pada waktu itu. 

Konon menurut mitos yang beredar di Masyarakat, nama Karangantu muncul karena saat itu ada seorang Belanda yang membawa guci berisikan hantu. Hingga suatu hari guci itu pecah dan hantu yang di dalamnya keluar. Mulai saat itulah pelabuhan yang telah berganti menjadi kampung nelayan ini diberi nama Pelabuhan Karangantu. 

Menurut website resmi Direktorat Kepelabuhan dan Perikanan, Pelabuhan Karangantu atau lebih tepatnya Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Karangantu pada awalnya merupakan suatu pantai yang secara tradisional berkembang dari suatu kelompok pemukiman yang mendiami daerah dari lahan di muara kali Cibanten. Seiring waktu, PPN Karangantu menjadi suatu pelabuhan nelayan yang cukup besar dan berperan penting sebagai pusat kegiatan perikanan yang memasok sebagian kebutuhan ikan wilayah Provinsi Banten.

Selain dikenal sebagai pusat perikanan, Karangantu juga memiliki pelabuhan kecil yang menjadi tempat bersandarnya perahu-perahu nelayan lokal. Di sini, aktivitas bongkar muat hasil tangkapan laut berlangsung setiap hari. Ada beragam jenis ikan yang menjadi tangkapan nelayan di sekitar Pelabuhan ini, namun lima jenis yang paling mendominasi di tahun 2024 ini adalah ikan Tembang (Sardinella brachysoma) yang produksinya mencapai 697.228 kg, ikan Kembung Perempuan (Rastrelliger brachysoma) 280.125 kg, cumi-cumi (Loligo spp) 168.042 kg, ikan Teri (Stolephorus commersonii) 160.941 kg, dan ikan Kuniran (Upeneus sulphureus) 145.913 kg. Ups, jangan khawatir selain 5 jenis ikan itu, masih ada puluhan jenis ikan lainnya, masyarakat setempat dan pengunjung bisa membeli berbagai jenis ikan segar langsung dari nelayan dan jika ingin makan ditempat, disepanjang pesisir berderet warung makan yang menyediakan jasa memasak.

Atau jika ingin berkeliling seputar Pelabuhan, pengunjung bisa naik kapal nelayan dengan tarif yang cukup murah sekitar Rp10.000 per orang. Di Lokasi yang sama terdapat hutan Manggrove Pancer  yang dijadikan tempat wisata, jadi meskipun sudah tidak lagi digunakan untuk berlabuhnya kapal dagang atau ekspedisi, Pelabuhan Karangantu tetap mempunyai daya tarik tersendiri bagi masyarakat Banten, karena  Pelabuhan Karangantu juga menjadi salah satu wisata bahari yang menawan.

Vibes yang ditawarkan di sini selain hutan mangrove  adalah view laut dan aktivitas nelayan. Meniti jalan setapak yang terbuat dari beton sambil menikmati semilir angin laut sejenak dapat menghempas beban yang menggayut. Apalagi sesekali burung camar melintas di atas lalu Lalang perahu nelayan cukup memanjakan mata, terlebih bagi pecinta fotografi suasana itu menjadi spot tangkapan layar yang indah.

Disclaimer
Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja.

Foto Terkait Artikel

Floating Icon