Benteng Speelwijk Saksi Bisu Sejarah Kolonial Di Banten
Heri Asya
Senin, 07 Oktober 2024 |
9678 kali
Banten merupakan salah satu provinsi
di Indonesia yang memiliki warisan budaya dan sejarah yang sangat kaya. Sejak
zaman kerajaan hingga masa kolonial, Banten telah memainkan peran penting
sebagai pusat perdagangan dan kebudayaan. Salah satu peninggalan penting dari
masa kejayaan Banten adalah Benteng Speelwijk yang menjadi saksi bisu sejarah panjang provinsi ini. Benteng Speelwijk dibangun oleh penjajah Belanda
pada abad ke-17 sebagai bagian dari sistem pertahanan mereka di wilayah Banten.
Benteng ini berfungsi sebagai markas militer serta pusat kontrol perdagangan di
Selat Sunda. Keberadaan benteng ini tidak hanya menyimpan nilai sejarah, tetapi
juga memperlihatkan bagaimana interaksi antara kekuatan lokal dan kolonial
mempengaruhi perkembangan politik dan ekonomi di Banten pada masa itu.
Menyusuri Sisa-Sisa Benteng Speelwijk yang
penuh cerita langkah pertama kami dimulai di Benteng Speelwijk, yang meskipun
kini hanya menyisakan reruntuhan, namun tetap berdiri tegak sebagai saksi bisu
dari era kolonial Belanda di Banten. Dengan kamera di tangan, kami mengabadikan
setiap sudut benteng yang masih menyisakan dinding-dinding tebal batu bata
merah, parit pertahanan, dan gerbang masuk yang megah. Tak hanya itu, kami
berusaha menangkap atmosfer sejarah yang masih terasa kuat di sekitarnya.
Benteng ini, yang dulunya menjadi markas pertahanan Belanda, menyimpan banyak
kisah tentang perlawanan, perdagangan, dan diplomasi yang pernah mewarnai
Banten di abad ke-17. Setiap jepretan kamera tak hanya menangkap bangunan,
tetapi juga membangkitkan bayangan tentang bagaimana kehidupan di dalam benteng
ini pada masa kejayaannya.
Benteng Speelwijk dibangun di sudut
kota Serang menghadap ke laut dengan pintu utama di tembok sisi utara, tepatnya
terletak di kampung Pamarican, Kecamatan Kasemen, Kota Serang atau sekitar 600
meter ke arah Barat Laut Keraton Surosowan, Situs Banten Lama. Benteng ini
dirancang oleh Hendrik Lucazon Cardeel dan diberi nama Speelwijk sebagai bentuk
penghargaan terhadap Gubernur Jenderal VOC kala itu, Cornelis Jansz Speelman
(1681-1684). Berdirinya benteng ini
menandai permulaan Sejarah monopoli perdagangan VOC di Banten, dan mulai
ditinggalkan setelah situasi politik dan keamanan di Banten mulai memburuk pada
masa Gubernur Jenderal Daendels.
Dari struktur bangunan yang masih
tersisa, arsitektur bangunan benteng ini menggabungkan gaya eropa dengan unsur local
yang menjadi kombinasi gaya yang apik dan unik. Sedangkan di tiap sudutnya
menyimpan jejak Sejarah yang kaya dan menarik untuk dieksplorasi. Bangunan benteng
ini berdenah persegi panjang dimana setiap sudutnya terdapat bastion atau ruang
jaga yang dikelilingi tembok setinggi tiga meter dan parit untuk menghalangi/mempersulit
musuh yang akan masuk atau menyerang.
Sedangkan di dalam benteng terdapat
kamar penyimpanan senjata, rumah komandan, kantor administrasi dan gereja yang
semuanya tinggal reruntuhan dan pondasinya saja.
Benteng Speelwijk semakin membuat Kawasan Banten Lama
menjadi tempat yang ideal untuk dikunjungi bagi pecinta Sejarah dan budaya. Mari
kita jelajahi tiap sudutnya dan temukan hal-hal menarik yang akan membuatmu
semakin cinta Nusantara. (Tim Humas : Erik, Wisnu, Hafidi)
| Disclaimer |
|---|
| Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja. |
Foto Terkait Artikel