Jl. Lapangan Banteng Timur No.2-4, Jakarta Pusat
   134      Login Pegawai
Artikel Kanwil DJKN Banten
Benteng Speelwijk Saksi Bisu Sejarah Kolonial Di Banten

Benteng Speelwijk Saksi Bisu Sejarah Kolonial Di Banten

Heri Asya
Senin, 07 Oktober 2024 |   9678 kali

Banten merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki warisan budaya dan sejarah yang sangat kaya. Sejak zaman kerajaan hingga masa kolonial, Banten telah memainkan peran penting sebagai pusat perdagangan dan kebudayaan. Salah satu peninggalan penting dari masa kejayaan Banten adalah Benteng Speelwijk yang menjadi saksi bisu sejarah panjang provinsi ini. Benteng Speelwijk dibangun oleh penjajah Belanda pada abad ke-17 sebagai bagian dari sistem pertahanan mereka di wilayah Banten. Benteng ini berfungsi sebagai markas militer serta pusat kontrol perdagangan di Selat Sunda. Keberadaan benteng ini tidak hanya menyimpan nilai sejarah, tetapi juga memperlihatkan bagaimana interaksi antara kekuatan lokal dan kolonial mempengaruhi perkembangan politik dan ekonomi di Banten pada masa itu.

Menyusuri Sisa-Sisa Benteng Speelwijk yang penuh cerita langkah pertama kami dimulai di Benteng Speelwijk, yang meskipun kini hanya menyisakan reruntuhan, namun tetap berdiri tegak sebagai saksi bisu dari era kolonial Belanda di Banten. Dengan kamera di tangan, kami mengabadikan setiap sudut benteng yang masih menyisakan dinding-dinding tebal batu bata merah, parit pertahanan, dan gerbang masuk yang megah. Tak hanya itu, kami berusaha menangkap atmosfer sejarah yang masih terasa kuat di sekitarnya. Benteng ini, yang dulunya menjadi markas pertahanan Belanda, menyimpan banyak kisah tentang perlawanan, perdagangan, dan diplomasi yang pernah mewarnai Banten di abad ke-17. Setiap jepretan kamera tak hanya menangkap bangunan, tetapi juga membangkitkan bayangan tentang bagaimana kehidupan di dalam benteng ini pada masa kejayaannya.

Benteng Speelwijk dibangun di sudut kota Serang menghadap ke laut dengan pintu utama di tembok sisi utara, tepatnya terletak di kampung Pamarican, Kecamatan Kasemen, Kota Serang atau sekitar 600 meter ke arah Barat Laut Keraton Surosowan, Situs Banten Lama. Benteng ini dirancang oleh Hendrik Lucazon Cardeel dan diberi nama Speelwijk sebagai bentuk penghargaan terhadap Gubernur Jenderal VOC kala itu, Cornelis Jansz Speelman (1681-1684).  Berdirinya benteng ini menandai permulaan Sejarah monopoli perdagangan VOC di Banten, dan mulai ditinggalkan setelah situasi politik dan keamanan di Banten mulai memburuk pada masa Gubernur Jenderal Daendels.

Dari struktur bangunan yang masih tersisa, arsitektur bangunan benteng ini menggabungkan gaya eropa dengan unsur local yang menjadi kombinasi gaya yang apik dan unik. Sedangkan di tiap sudutnya menyimpan jejak Sejarah yang kaya dan menarik untuk dieksplorasi. Bangunan benteng ini berdenah persegi panjang dimana setiap sudutnya terdapat bastion atau ruang jaga yang dikelilingi tembok setinggi tiga meter dan parit untuk menghalangi/mempersulit musuh yang akan masuk atau menyerang.

Sedangkan di dalam benteng terdapat kamar penyimpanan senjata, rumah komandan, kantor administrasi dan gereja yang semuanya tinggal reruntuhan dan pondasinya saja.

Benteng  Speelwijk semakin membuat Kawasan Banten Lama menjadi tempat yang ideal untuk dikunjungi bagi pecinta Sejarah dan budaya. Mari kita jelajahi tiap sudutnya dan temukan hal-hal menarik yang akan membuatmu semakin cinta Nusantara. (Tim Humas : Erik, Wisnu, Hafidi)

Disclaimer
Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja.

Foto Terkait Artikel

Floating Icon