Jl. Lapangan Banteng Timur No.2-4, Jakarta Pusat
   134      Login Pegawai
Artikel Kanwil DJKN Banten
Keraton Kaibon si Jelita di Banten

Keraton Kaibon si Jelita di Banten

Heri Asya
Selasa, 10 September 2024 |   2586 kali

Bicara peninggalan sejarah, tiap daerah pasti memiliki tempat bersejarah yang menyimpan keunikan dan ceritanya masing-masing. Seperti halnya peninggalan bangunan istana Kaibon di Kawasan Banten Lama, tepatnya di Kampung Kroya, Kelurahan Kasunyatan, Kecamatan Kasemen, Serang. Rata-rata penulis menggambarkan Istana atau keraton Kaibon berupa reruntuhan bangunan sisa-sisa kejayaan masa lalu Banten Lama.

Bagaimana jika kita balik sudut pandang kita? Dari sisa-sisa reruntuhan bangunan menjadi Sijelita? karena baik- buruk, cantik- jelek sesuatu tergantung dari sudut pandang kita menilai, meskipun secara umum seseorang atau sesuatu benda ada standar nilai tertentunya. Saya hanya ingin kita memandang sesuatu dari berbagai arah, sehingga tidak cepat menghakimi dengan penilaian buruk.

Perlu diketahui, Keraton Kaibon merupakan keraton kedua di Banten setelah Keraton Surosowan, yang  Dibangun pada tahun 1815 dan kini menjadi salah satu bangunan cagar budaya Provinsi Banten berdasarkan keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 139/M/1998 tanggal 15 Juni 1998.

Keraton Kaibon dibangun oleh Sultan Syafiuddin (sultan Banten ke-21) yang dipersembahkan kepada ibunda Ratu Aisyah sebagai tempat tinggalnya. Dari sanalah nama Kaibon berawal, Kaibon = Keibuan, seperti sifat Ibu yang lemah lembut dan penuh kasih sayang.

Konstruksi bangunan Kraton Kaibon cukup sederhana, didominasi dengan material batu bata yang ditumpuk, dilapisi dengan pasir dan semen. Arsitekturnya bergaya Jawa-Bali yang tergambar pada  gerbang utamanya yang menyerupai candi Bentar, oleh karena itu disebut Bentar. Terdiri dari lima bentar yang bermakna rukun Islam yang lima.

Namun sayang, pada tahun 1832 Keraton Kaibon dihancurkan oleh pihak Belanda yang dipimpin oleh Gubernur VOC saat itu, Jendral Daendels. Sebagian besar bangunan hancur, menyisakan reruntuhan dan pondasi. Meskipun begitu masih nampak sisa-sisa kemegahannya, beberapa pilar dan bentar masih berdiri kokoh.

Kini, pilar-pilar dan bangunan yang tersisa masih nampak klasik dan jelita apalagi kala sore, batu bata yang terekpose sinar senja makin tembaga dan eksotis. Bagaimana menurut kalian, berminat untuk berkunjung?

Ups, mengingat kota Serang cuacanya sering panas, perlu siapin topi ya dan bila ingin hasil foto kalian bagus pilih waktu di pagi hari atau sore (golden time), selain itu mengingat Kaibon berkesan klasik akan sangat cocok jika outfit kalian bergaya tradisional, hasil fotomu pasti akan OK.

Disclaimer
Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja.

Foto Terkait Artikel

Floating Icon