Keraton Kaibon si Jelita di Banten
Heri Asya
Selasa, 10 September 2024 |
2586 kali
Bicara peninggalan sejarah,
tiap daerah pasti memiliki tempat bersejarah yang menyimpan keunikan dan
ceritanya masing-masing. Seperti halnya peninggalan bangunan istana Kaibon di
Kawasan Banten Lama, tepatnya di Kampung Kroya, Kelurahan Kasunyatan, Kecamatan
Kasemen, Serang. Rata-rata penulis menggambarkan Istana atau keraton Kaibon
berupa reruntuhan bangunan sisa-sisa kejayaan masa lalu Banten Lama.
Bagaimana jika kita balik
sudut pandang kita? Dari sisa-sisa reruntuhan bangunan menjadi Sijelita? karena
baik- buruk, cantik- jelek sesuatu tergantung dari sudut pandang kita menilai,
meskipun secara umum seseorang atau sesuatu benda ada standar nilai tertentunya.
Saya hanya ingin kita memandang sesuatu dari berbagai arah, sehingga tidak
cepat menghakimi dengan penilaian buruk.
Perlu diketahui, Keraton
Kaibon merupakan keraton kedua di Banten setelah Keraton Surosowan, yang
Dibangun pada tahun 1815 dan kini menjadi salah satu bangunan cagar
budaya Provinsi Banten berdasarkan keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan
Nomor 139/M/1998 tanggal 15 Juni 1998.
Keraton Kaibon dibangun
oleh Sultan Syafiuddin (sultan Banten ke-21) yang dipersembahkan kepada ibunda
Ratu Aisyah sebagai tempat tinggalnya. Dari sanalah nama Kaibon berawal, Kaibon
= Keibuan, seperti sifat Ibu yang lemah lembut dan penuh kasih sayang.
Konstruksi bangunan Kraton
Kaibon cukup sederhana, didominasi dengan material batu bata yang ditumpuk,
dilapisi dengan pasir dan semen. Arsitekturnya bergaya Jawa-Bali yang tergambar
pada gerbang utamanya yang menyerupai candi Bentar, oleh karena itu
disebut Bentar. Terdiri dari lima bentar yang bermakna rukun Islam yang lima.
Namun sayang, pada tahun
1832 Keraton Kaibon dihancurkan oleh pihak Belanda yang dipimpin oleh Gubernur
VOC saat itu, Jendral Daendels. Sebagian besar bangunan hancur, menyisakan
reruntuhan dan pondasi. Meskipun begitu masih nampak sisa-sisa kemegahannya,
beberapa pilar dan bentar masih berdiri kokoh.
Kini, pilar-pilar dan
bangunan yang tersisa masih nampak klasik dan jelita apalagi kala sore, batu
bata yang terekpose sinar senja makin tembaga dan eksotis. Bagaimana menurut
kalian, berminat untuk berkunjung?
Ups, mengingat kota Serang
cuacanya sering panas, perlu siapin topi ya dan bila ingin hasil foto kalian
bagus pilih waktu di pagi hari atau sore (golden time), selain itu
mengingat Kaibon berkesan klasik akan sangat cocok jika outfit kalian
bergaya tradisional, hasil fotomu pasti akan OK.
| Disclaimer |
|---|
| Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja. |
Foto Terkait Artikel