Jl. Lapangan Banteng Timur No.2-4, Jakarta Pusat
   134      Login Pegawai
Artikel Kanwil DJKN Banten
TPA Sandbox: Inovasi Pembelajaran yang Menjembatani Pengembangan Karir dan Produktivitas Kerja

TPA Sandbox: Inovasi Pembelajaran yang Menjembatani Pengembangan Karir dan Produktivitas Kerja

N/a
Jum'at, 23 Agustus 2024 |   349 kali

Sebagai seorang pegawai, saya sering merasa bahwa untuk meningkatkan kualitas diri, baik dari segi ilmu maupun penghasilan, kita sering kali harus melalui jalur yang berbeda, seperti seleksi tambahan. Idealnya, seorang pegawai yang bekerja dengan maksimal di kantor harusnya otomatis mendapatkan dukungan dari manajemen untuk berkembang, baik dalam hal ilmu pengetahuan maupun kesejahteraan. Namun, kenyataan di lapangan sering kali tidak sejalan dengan harapan ini.

Berangkat dari keresahan pribadi ini, saya terpikirkan bagaimana jika saya bisa membantu pegawai lain dalam mengembangkan ilmu yang berkualitas, tanpa harus mengorbankan produktivitas di tempat kerja. Saya melihat bahwa baik mengejar beasiswa, naik jabatan, maupun meningkatkan kinerja kantor, semuanya membutuhkan usaha yang besar. Oleh karena itu, saya mencoba memfokuskan upaya saya pada peningkatan kualitas ilmu pengetahuan, khususnya melalui Tes Potensi Akademik (TPA), yang menjadi salah satu ujian paling umum dalam berbagai seleksi.

Kebetulan, saya telah mengikuti pelatihan TPA yang diselenggarakan oleh Kantor Pusat Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) bekerja sama dengan Lister. Dari sini, saya terinspirasi untuk mengembangkan sebuah platform latihan TPA yang saya namakan TPA Sandbox pada url tpa.hafidhi.com. Dalam pengembangannya, saya menerapkan metode Amati, Tiru, dan Modifikasi (ATM) yang diadaptasi dari model pembelajaran yang digunakan oleh Duolingo.

Keresahan dalam Belajar TPA

Dalam perjalanan saya belajar TPA, saya mengalami beberapa kesulitan. Salah satu yang paling menantang adalah mengerjakan soal TPA dengan cepat dan tepat. Ditambah lagi, tidak semua jenis soal saya pahami dengan baik. Sebagai contoh, dalam materi deret bilangan, ada deret aritmatika dan deret geometri. Saya pribadi merasa lebih kesulitan memahami deret geometri. Untuk mempelajarinya, saya harus membuka buku atau sumber lain yang umumnya mencakup berbagai jenis soal, tidak hanya soal deret geometri. Ini tentu memakan waktu dan kurang efisien.

Masalah lainnya adalah ketika belajar dari bank soal secara manual, tidak ada timer yang dapat mengukur kecepatan saya dalam menyelesaikan soal. Padahal, TPA umumnya didesain untuk dikerjakan dengan durasi sekitar 1 menit per soal. Tanpa adanya timer, saya kesulitan menilai apakah saya sudah cukup cepat dan tepat dalam menjawab soal-soal tersebut.

Solusi TPA Sandbox

Dari masalah-masalah inilah, TPA Sandbox mulai dibangun pada url tpa.hafidhi.com. Saat ini, platform tersebut telah menyediakan beberapa modul latihan, termasuk Deret Geometri, Sinonim, dan Pola Gambar. Semua latihan di TPA Sandbox dilengkapi dengan timer yang diatur 1 menit per soal, agar pengguna dapat terbiasa dengan waktu pengerjaan yang sesungguhnya. Kedepannya, jika platform ini terbukti bermanfaat bagi khalayak yang lebih luas, saya berencana untuk menambahkan fitur riwayat kemampuan pengguna, tidak hanya menambahkan modul dan model latihan, yang memungkinkan mereka melacak perkembangan performa mereka dari waktu ke waktu.

Harapan untuk Masa Depan

Saya berharap, dengan adanya TPA Sandbox, lebih banyak pegawai, khususnya di DJKN, dapat meningkatkan kemampuan akademiknya tanpa harus mengorbankan kinerja mereka di kantor. Saya juga berharap artikel ini dapat menarik perhatian pihak Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan (BPPK) Kementerian Keuangan, sehingga ide ini dapat diintegrasikan ke dalam proyek Kemenkeu Learning Center (KLC) yang saat ini sedang dikembangkan oleh BPPK.

Selain itu, saya berharap tulisan ini dapat menjadi pengingat bagi para pemimpin di Kementerian Keuangan akan pentingnya memanfaatkan sumber daya manusia yang ada secara maksimal. Banyak pegawai berkualitas di Kementerian Keuangan, khususnya di DJKN, yang memiliki potensi besar untuk memajukan institusi, namun belum dimanfaatkan secara optimal. Dengan dukungan yang tepat, saya yakin DJKN dan Kementerian Keuangan secara keseluruhan dapat berkembang lebih cepat dan lebih baik lagi.



Disclaimer
Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja.

Foto Terkait Artikel

Floating Icon