Kanwil DJKN Aceh Gelar Webinar Hari Kekayaan Negara 2026, Dorong Transformasi Pengelolaan BMN Berbasis Data
Novita Nuraini
Jum'at, 16 Oktober 2026 |
33 kali
Banda Aceh, 9 Oktober 2026 — Dalam rangka memperingati Hari
Kekayaan Negara (HKN) Tahun 2026, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan
Negara (Kanwil DJKN) Aceh menyelenggarakan webinar bertajuk “From Compliance
to Value: Transformasi Pengelolaan BMN Berbasis Data”.
Kegiatan yang dilaksanakan secara daring ini
menjadi wadah berbagi pengetahuan dan pengalaman mengenai pentingnya transformasi
pengelolaan aset dari sekadar pemenuhan kepatuhan administratif menuju
penciptaan nilai dan manfaat yang berkelanjutan.
Webinar ini menghadirkan Evita Manthovani selaku
Direktur Jenderal Kekayaan Negara sebagai keynote speaker, Rachmat
Kurniawan selaku Kepala Kanwil DJKN Aceh yang memberikan opening remarks,
serta Nina Risnasari, Direktur PT Pos Properti Indonesia, dan Andika Daniarsa,
Plt. Vice President of Certification and Asset Data Management PT Kereta
Api Indonesia (Persero), sebagai resource person. Diskusi dipandu oleh
Ertri Lesmana selaku moderator.
Dalam pemaparannya, Nina Risnasari mengangkat tema “Dari
Kepatuhan Administratif Menuju Value-Based Asset Management: Transformation
Framework & Lessons Learned”. Materi tersebut menekankan bahwa pengelolaan
aset modern perlu bergerak melampaui pencatatan, pengamanan, dan pemenuhan
ketentuan hukum. Aset perlu dipandang sebagai sumber daya strategis yang dapat
dioptimalkan untuk meningkatkan produktivitas, menghasilkan pendapatan,
menciptakan efisiensi, serta memberikan nilai tambah bagi organisasi dan
negara.
Nina menjelaskan bahwa optimalisasi aset
membutuhkan dukungan data yang valid dan terintegrasi sebagai dasar pengambilan
keputusan. Dalam praktiknya, PT Pos Indonesia dan PT Kereta Api Indonesia (KAI)
(Persero) memanfaatkan sistem informasi aset untuk mengidentifikasi lokasi,
status, nilai, ketersediaan, serta potensi komersial aset. Informasi tersebut
menjadi landasan dalam menentukan strategi pemanfaatan, mulai dari
mempertahankan aset untuk mendukung operasional, mengoptimalkan penggunaannya,
hingga mengomersialkan atau mengembangkan aset yang memiliki potensi.
Lebih lanjut, pengalaman PT Pos Properti Indonesia
menunjukkan bahwa aset yang belum dimanfaatkan secara optimal dapat
dikembangkan melalui berbagai pendekatan, seperti penyewaan, kemitraan dengan
pihak ketiga, pengembangan kawasan komersial, serta perubahan fungsi bangunan
sesuai potensi dan kebutuhan pasar. Strategi tersebut perlu tetap memperhatikan
fungsi utama aset, tata kelola, manajemen risiko, dan efisiensi biaya.
Sementara itu, Andika Daniarsa memaparkan
pengalaman PT Kereta Api Indonesia (Persero) dalam menjaga, mengamankan, dan
mengoptimalkan aset perusahaan melalui penguatan tata kelola serta pemanfaatan
teknologi informasi. Dengan aset yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia,
KAI menghadapi kebutuhan untuk memastikan kejelasan data, status kepemilikan,
penguasaan, dan pemanfaatan aset agar dapat dikelola secara tertib dan
memberikan nilai tambah.
Dalam aspek penjagaan aset, KAI menerapkan langkah
pengamanan secara fisik dan administratif. Upaya fisik dilakukan melalui
pemasangan patok batas, papan tanda kepemilikan, serta penanda aset. Sementara
itu, pengamanan administratif mencakup pensertipikatan aset dan penelusuran serta
pengumpulan arsip-arsip tanah, termasuk dokumen historis kepemilikan. Pemetaan
aset juga dilakukan untuk memperoleh informasi mengenai kondisi fisik, ukuran,
peruntukan, serta karakteristik penghuni sebagai bahan pertimbangan dalam
menentukan langkah pengelolaan selanjutnya.
KAI juga mengembangkan pendekatan integrated
asset management melalui penguatan basis data tunggal, visualisasi aset
berbasis Geographic Information System (GIS), serta sistem pemantauan
melalui asset dashboard. Integrasi tersebut mendukung penyajian
informasi mengenai kepemilikan, penguasaan, pemeliharaan, dan komersialisasi
aset sehingga proses pemantauan dan pengambilan keputusan dapat dilakukan
secara lebih terarah. Salah satu sarana optimalisasi yang diperkenalkan adalah
SPACE by KAI, yang mendukung pengenalan potensi serta pemanfaatan aset
perusahaan.
Selain aspek pengamanan dan digitalisasi, KAI turut
mendorong optimalisasi aset melalui berbagai skema kerja sama dan pengembangan
komersial. Pemanfaatan aset dapat dilakukan melalui penyewaan, kerja sama
operasi, maupun bentuk kemitraan lainnya sesuai ketentuan dan kewenangan yang
berlaku. Pengembangan kawasan berorientasi transit atau Transit-Oriented
Development (TOD) juga menjadi salah satu pendekatan untuk meningkatkan
nilai aset sekaligus mendukung keterpaduan kawasan dengan layanan transportasi.
Paparan dari kedua narasumber memberikan perspektif
yang saling melengkapi mengenai pengelolaan aset berbasis nilai. Pengalaman PT
Pos Properti Indonesia memperlihatkan pentingnya strategi komersialisasi dan
peningkatan produktivitas aset, sedangkan pengalaman KAI menegaskan peran
pengamanan, kepastian administrasi, integrasi data, dan teknologi dalam
mendukung pengelolaan aset yang efektif. Keduanya menunjukkan bahwa data yang
akurat dan strategi pemanfaatan yang tepat merupakan fondasi penting dalam
menciptakan nilai berkelanjutan.
Melalui webinar ini, Kanwil DJKN Aceh mendorong
pengelolaan Barang Milik Negara (BMN) yang tidak hanya menitikberatkan pada
kepatuhan administratif, tetapi juga pada optimalisasi pemanfaatan aset dan
penciptaan nilai tambah. Dukungan data yang akurat, analisis potensi, serta
strategi pengelolaan yang tepat diharapkan mampu mewujudkan pengambilan
keputusan yang lebih efektif, efisien, dan akuntabel.
Sejalan dengan peringatan Hari Kekayaan Negara
(HKN) Tahun 2026 dan 20 tahun perjalanan DJKN, momentum ini menjadi pengingat
untuk terus memperkuat komitmen dalam mengelola kekayaan negara secara
profesional, transparan, dan bertanggung jawab. Melalui transformasi pengelolaan
aset yang berbasis data dan berorientasi pada nilai, DJKN diharapkan terus
meningkatkan produktivitas kekayaan negara agar manfaatnya semakin nyata
dirasakan masyarakat serta berkontribusi bagi pembangunan nasional. (dim/nov)