Kinerja APBN Januari 2026 Solid, Pendapatan Tumbuh 9,5 Persen dan Belanja Terakselerasi 25,7 Persen
Novita Nuraini
Rabu, 25 Februari 2026 |
105 kali
Jakarta, 23/02/2026 Kemenkeu – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi
menyampaikan realisasi APBN hingga 31 Januari 2026 yang menunjukkan kinerja
solid dan tetap terjaga di tengah dinamika ekonomi. Pendapatan negara tercatat
mencapai Rp172,7 triliun atau setara dengan 5,5 Persen dari target APBN, tumbuh
positif sebesar 9,5 Persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu
(year-on-year).
Pertumbuhan pendapatan ini didorong oleh kuatnya
penerimaan perpajakan serta mulai pulihnya Penerimaan Negara Bukan Pajak
(PNBP). Secara khusus, Menkeu menyoroti pertumbuhan pajak yang melonjak
signifikan sebesar 30,7 Persen pada bulan Januari lalu.
"Ini artinya ada perbaikan ekonomi maupun ada
perbaikan sedikit atau banyak dari efisiensi pengumpulan pajak di Ditjen Pajak.
Saya harap ke depannya akan berlanjut terus," ujar Menteri Keuangan dalam
paparan Konferensi Pers APBN Kita di Jakarta pada Senin (23/2).
Dari sisi belanja negara, pemerintah melakukan
akselerasi besar-besaran dengan realisasi mencapai Rp227,3 triliun atau 5,9 Persen
dari pagu APBN. Angka ini tumbuh tinggi sebesar 25,7 Persen (yoy), yang
dialokasikan untuk mendukung berbagai program prioritas, menjaga daya beli
masyarakat, serta memacu pertumbuhan ekonomi sejak triwulan pertama.
Terkait postur fiskal, posisi defisit APBN per
akhir Januari 2026 berada di angka Rp54,6 triliun atau hanya 0,21 Persen dari
Produk Domestik Bruto (PDB). Menkeu menegaskan bahwa angka defisit tersebut
masih sangat terkendali dan sesuai dengan desain APBN 2026. Sementara itu,
keseimbangan primer mencatatkan defisit sebesar Rp4,2 triliun, yang menunjukkan
pengelolaan fiskal yang tetap pruden atau berhati-hati.
Untuk mendukung kebutuhan anggaran, realisasi
pembiayaan telah mencapai Rp105,1 triliun (15,2 Persen dari target). Pembiayaan
ini dilakukan secara terukur dan antisipatif guna menjaga likuiditas serta
stabilitas pasar keuangan nasional.
"Secara keseluruhan, APBN 2026 tetap
berfungsi optimal sebagai shock absorber sekaligus motor penggerak ekonomi.
Kami optimis APBN akan terus menjaga stabilitas dan mendukung momentum
pertumbuhan ekonomi nasional sepanjang tahun 2026," tutup sang Bendahara
Negara. (dm/al)
(repost berita dari laman website berita utama Kemenkeu.go.id)