Gelar PTBI 2025 di Banda Aceh, BI Tekankan Sinergi "Tangguh dan Mandiri" dan Arahan Tegas Presiden
Dimas Pratama
Senin, 01 Desember 2025 |
143 kali
Banda Aceh, 28 November 2025 – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Aceh kembali menggelar perhelatan ekonomi bergengsi, Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2025. Acara yang menjadi agenda rutin tahunan sejak 1969 ini dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia pada Jumat, 28 November 2025. Di Aceh, perhelatan ini berlangsung khidmat di Hermes Palace Hotel, Banda Aceh.
Mengusung tema besar "Tangguh dan Mandiri: Sinergi Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Lebih Tinggi dan Berdaya Tahan", PTBI 2025 menjadi momen krusial bagi para pemangku kepentingan—mulai dari pemerintah daerah, pelaku industri, investor, hingga instansi vertikal seperti Kanwil DJKN Aceh—untuk menyamakan frekuensi dalam menghadapi tantangan ekonomi mendatang. Tema ini dipilih sebagai respon atas stabilitas makroekonomi yang terjaga, yang harus terus dipertahankan demi menyongsong visi Indonesia Emas 2045.
Arahan Tegas Presiden: Eksekusi Cepat dan Satgas Jembatan
Dalam sesi Live Session yang disiarkan langsung dari Kantor Pusat Bank Indonesia, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyampaikan apresiasi tinggi kepada Tim Ekonomi (Menko Perekonomian, Menteri Keuangan, dan Gubernur BI) yang sukses menjaga stabilitas di tengah gejolak global. Presiden juga menyoroti keberhasilan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kini telah menyentuh lebih dari 44 juta penerima manfaat.
Namun, sorotan utama tertuju pada instruksi tegas Presiden mengenai pentingnya eksekusi. "Rencana yang baik harus diikuti pelaksanaan yang cepat," tegasnya. Presiden juga secara khusus menginstruksikan pembentukan Satgas Khusus/Darurat karena hingga saat ini terdapat kurang lebih 300 ribu jembatan yang rusak dan perlu dilakukan perbaikan segera agar dapat digunakan oleh para siswa untuk menyeberang menuju ke sekolah mereka. Presiden menginstruksikan kepada Menteri Dikti untuk melibatkan seluruh mahasiswa Teknik Sipil untuk terjun ke desa-desa merancang dan membantu membuat jembatan-jembatan tersebut, begitu juga dengan TNI/Polri untuk mengerahkan seluruh upaya agar pembangunan jembatan di desa-desa terpencil dapat cepat diselesaikan tanpa terhambat birokrasi yang berbelit, demi mengatasi kesulitan rakyat. Menutup arahannya, Presiden mengajak seluruh elemen bangsa bersatu dan bersinergi menuju Indonesia Emas.
Optimisme di Tengah Ketidakpastian Global
Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, dalam paparannya membedah tantangan global tahun 2026-2027 yang diprediksi masih penuh ketidakpastian, diwarnai proteksionisme perdagangan dan perlambatan ekonomi negara maju. Kendati demikian, Bank Indonesia tetap optimis ekonomi nasional akan tumbuh lebih tinggi dengan kunci utama: Sinergi.
Perry memaparkan lima fokus sinergi utama BI ke depan:
1. Memperkuat stabilitas dan mendorong permintaan domestik.
2. Hilirisasi, industrialisasi, dan ekonomi kerakyatan.
3. Peningkatan pembiayaan dan pendalaman pasar keuangan.
4. Akselerasi ekonomi keuangan digital.
5. Kerja sama investasi dan perdagangan internasional.
"Kebijakan BI 2026 akan bersifat Pro-stability untuk menjaga inflasi dan nilai tukar, serta Pro-growth untuk mendorong kredit dan digitalisasi. Bahkan, ada ruang penurunan suku bunga BI Rate jika inflasi tetap terkendali," ujar Perry.
Apresiasi untuk Daerah dan Mitra Strategis
Acara ini juga dimeriahkan dengan sambutan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, serta penganugerahan penghargaan bergengsi. Penghargaan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Award diberikan kepada Kabupaten Minahasa, Kota Palembang, dan Provinsi Jawa Tengah. Sementara itu, predikat Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Terbaik diraih oleh Kab. Lombok Timur, Kota Tangerang Selatan, dan Prov. Jawa Timur.
Sejumlah perbankan dan korporasi (seperti BNI, BRI, Bank Mandiri, BCA) turut menerima BI Award 2025 atas kontribusi mereka dalam mendukung kebijakan moneter, UMKM, dan sistem pembayaran.
Komitmen BI Aceh
Di Banda Aceh, acara dibuka dengan welcoming speech oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Lhokseumawe, Prabu Dewanto, usai pembacaan ayat suci Al-Qur'an. Sebagai penutup rangkaian acara, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh, Hertha Bastiawan, memaparkan Outlook Ekonomi Provinsi Aceh, disusul dengan pemutaran video kaleidoskop dan pemberian apresiasi kepada mitra strategis KPwBI Aceh.
Melalui PTBI 2025, Bank Indonesia berharap asesmen dan arah kebijakan yang disampaikan dapat menjadi acuan strategis bagi pelaku usaha dan masyarakat, sekaligus membangun keyakinan bahwa stabilitas ekonomi Indonesia terjaga berkat sinergi yang kuat antara BI, Pemerintah, dan lembaga terkait.
Foto Terkait Berita