Tak Kenal Maka Tak Sayang, PT SMI Tawarkan Solusi Percepatan Pembangunan Infrastruktur Untuk Masyarakat Aceh
Anton Wibisono
Jum'at, 31 Desember 2021 |
1096 kali
Banda Aceh (28/12) – Kanwil DJKN Aceh mengundang PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) (Persero) sebagai narasumber untuk memperkenalkan profil perusahaannya sekaligus memberikan knowledge sharing tentang tugas dan fungsinya secara daring melalui zoom meetings dan streaming di kanal youtube Kanwil DJKN Aceh. Acara yang dihadiri oleh seluruh pegawai di lingkungan Kanwil DJKN Aceh ini mendatangkan narasumber I Kadek Dian Sutrisna Artha – Kepala Divisi Riset Ekonomi dan Adri Asmoro Laksono sebagai pembicara utama.
Dalam sambutannya, Kepala Kanwil DJKN Aceh, Syukriah HG
menyampaikan ucapan terima kasih kepada PT SMI atas kesediannya sebagai
narasumber untuk berbagi ilmu. “Kami ingin keberadaan PT SMI sebagai salah satu
special mission vehicle (SMV)
Kementerian Keuangan juga dirasakan manfaat kehadirannya oleh masyarakat di
Provinsi Aceh”, kata Syukriah.
PT. SMI (Persero) merupakan salah satu Badan Usaha Milik
Negara (BUMN) yang seluruh modalnya dimiliki sepenuhnya oleh Negara Republik
Indonesia di bawah Kementerian Keuangan. PT SMI (Persero) merupakan salah satu
dari delapan SMV Kementerian Keuangan yang memiliki mandat sebagai katalis percepatan
pembangunan infrastruktur yang memiliki tujuan untuk mengoptimalkan manfaat
sosial dan ekonomi bagi masyarakat dan juga mempercepat pertumbuhan ekonomi melalui
solusi berkelanjutan yang inovatif dalam mendukung sustainable development goals (pembangunan
berkelanjutan-red).
Dalam pemaparannya, Kepala Divisi Riset Ekonomi, I Kadek Dian
Sutrisna Artha menyampaikan materi tentang program PT. SMI dalam Pemetaan dan
Pembiayaan Daerah. Terdapat tiga aspek yang disampaikan, yaitu gambaran tentang
Dampak Pandemi Terhadap Ekonomi Daerah: Pertumbuhan dan Fiskal; Pemetaan Daerah
dan Prospek Pembangunan Daerah Pasca Pandemi; dan Profil PT. SMI dan Pinjaman
Daerah Perseroan.
“Jika dilihat dari pemetaan di Indonesia dengan menggunakan
data pendapatan dan belanja pemerintah provinsi serta pertumbuhan ekonomi di
tahun 2020, Aceh termasuk salah satu provinsi yang terdampak covid-19 paling
ringan”, kata Kadek.
Menurut index composite
infrastructure, Provinsi Aceh berada pada indeks 0,5 termasuk sedang-
tinggi dalam kategori warna coklat. Hal ini berarti Aceh berada pada sektor
infrastruktur yang tumbuh tinggi sehingga berpeluang untuk dilakukan
pembangunan infrastruktur ke depan.
“Pembangunan infrastruktur menjadi sangat penting untuk
dilakukan karena bisa menjadi daya ungkit bagi perekonomian di daerah berupa
penyerapan tenaga kerja maupun penciptaan income,”
ujar Kadek.
Selanjutnya pemaparan dilanjutkan oleh Adri Asmoro Laksono
dari Divisi Riset Ekonomi PT SMI yang menyampakan tentang portofolio pinjaman
daerah reguler, pembiayaan sektor publik, alur proses pinjaman daerah reguler,
dan dukungan fasilitas penyiapan proyek untuk pemerintah daerah. Acara yang
dipandu oleh Vera Intan Karlina itu diakhiri dengan diskusi dan tanya jawab
yang mengarah pada keberlanjutan kerjasama yang akan dijalin oleh kedua belah
pihak di tahun-tahun mendatang. (narasi/foto : anton w)
Foto Terkait Berita