Jl. Lapangan Banteng Timur No.2-4, Jakarta Pusat
   134      Login Pegawai
Artikel Kanwil DJKN Aceh
"Kuwah Beulangong"

"Kuwah Beulangong"

Anton Wibisono
Sabtu, 21 November 2020 |   823 kali

Banda Aceh - Kuwah beulangong ini merupakan salah satu sajian tradisional khas Aceh yang sudah ada sejak masa Kesultanan Aceh. Masakan ini biasa disajikan pada acara-acara adat dan acara besar lainnya, seperti acara pernikahan, syukuran, maupun acara kelahiran. Kuwah yang umumnya berisikan daging kambing atau daging sapi ini dimasak dengan rempah pilihan dalam porsi yang besar dan dipadukan bersama nangka, pisang atau batang pisang.

Sejak jaman dahulu sampai sekarang kuwah beulangong selalu diminati oleh masyarakat Aceh, khususnya di kawasan Aceh Besar. Selain lezat di lidah orang Aceh, banyak wisatawan luar Aceh yang menyukai kuwah beulangong karena rasa rempah yang sangat menyengat lidah. Bagi Anda yang belum terbiasa dengan kuwah beulangong akan membutuhkan waktu untuk menyukainya.

 

Kenapa dinamakan kuwah beulangong? Karena cara memasak yang tidak biasa pada umumnya. Dengan menggunakan belanga atau sebuah kuali besar yang oleh masyarakat Aceh diucapkan 'beulangong'. Dalam satu kuali mampu menampung hingga lebih dari 200 porsi. Uniknya lagi, kuliner khas Aceh ini hanya boleh dimasak para pria. Pasalnya, hal ini tidak terlepas dari tradisi turun temurun sejak masa kesultanan hingga sekarang. Tidak hanya lezat, kuwah beulangong menggambarkan kebersamaan dan silaturahmi antar keluarga dan warga. Ini terlihat dari saat memasak yang dilakukan secara bergotong royong untuk kemudian disantap bersama warga setempat. 

(Narasi/foto : ruhul fata & anton w)

Disclaimer
Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja.

Foto Terkait Artikel

Floating Icon