Pemerintah Injeksi PT IKI Rp595 M
Rabu, 06 Juli 2011 pukul 11:57:01 |
533 kali
Jakarta - (fajar.co.id 05 juli 2011) Pemerintah mulai memberi perhatian serius terhadap industri strategis. Pemerintah mengusulkan, tahun depan, BUMN yang selama ini berjalan tertatih-tatih mendapatkan suntikan dana segar. Salah satunya adalah PT Industri Kapal Indonesia (IKI) di Makassar.
Menteri Negara BUMN, Mustafa Abubakar, dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI, Senin 4 Juli, mengatakan untuk PT IKI, pihaknya mengusulkan Rp595 miliar. Anggaran sebesar itu diharapkan membangkitkan kembali pabrik kapal tersebut.
PT IKI selama ini telantar. Padahal, perusahaan tersebut dinilai memiliki potensi yang besar jika dikelola dengan baik. Ketua Komisi VI, Airlangga Hartarto mengatakan aset negara seperti itu tidak bisa dibiarkan begitu saja. Airlangga bahkan mengusulkan agar perusahaan sejenis diregrouping saja agar bisa lebih maksimal.
Tidak hanya PT IKI yang akan disuntik dana segar melalui APBN tahun 2012. Sejumlah industri strategis lainnya juga akan mendapat suntikan dana segar. Perusahaan tersebut adalah PT Dirgantara Indonesia, PT Pindad, LKBN Antara, PT PAL, Dok Koja Bahari, Kertas Leces, BP, PPA, dan Perikanan Nusantara.
Mustafa menjelaskan bahwa dana segar tersebut diberikan dalam bentuk Penyertaan Modal Negara (PMN). Penyertaan itu dibagi tiga, yakni konversi RDI/SLA Rp8,7 triliun, dana segar Rp7,8 triliun, dan Bantuan Pemerintah Yang Belum Ditetapkan Statusnya (BPYBDS) Rp45 triliun.
Sementara dana segar kembali terbagi dua. Ada yan berasal dari APBN Rp4,8 triliun. Lalu sebanyak Rp2,9 triliun diberikan melalui Perusahaan Pengelola Aset (PPA).
Dalam rapat yang dihadiri Menko Perekonomian Hatta Rajasa tersebut, Komisi VI juga mengusulkan agar syarat PMN diperketat. Perusahaan yang manajemennya tidak lengkap sebaiknya tidak diberikan PMN sebab dana segar itu bakal menjadi percuma saja. (sap)