Pemerintah Raup Rp145,15 Juta Lelang Gratifikasi
Rabu, 12 Oktober 2011 pukul 11:11:22 |
354 kali
Jakarta- (inilah.com Selasa, 11 Oktober 2011 | 15:06 WIB) Pemerintah berhasil mengantongi dana Rp145,15 juta dari hasil lelang barang gratifikasi. Dalam lelang ini sebanyak 68 barang ditawarkan, namun hanya laku 41 barang. Sedangkan dana yang berhasil dikumpulkan Rp145,15 juta, di atas limit sebesar Rp126 juta untuk 41 barang tersebut. Untuk limit totalnya sendiri mencapai Rp169,723 juta. "Jadi 114,75 persen dibandingkan harga limit," ungkap Kasubdit Pengeloaan Kekayaan Negara III Sugiwanto di di Jakarta, Selasa (11/10).
Selain mendapatkan uang tersebut, lanjutnya, negara juga mendapatkan tambahan dana dari biaya lelang sebesar 1% yang dikenakan kepada para pemenang lelang, dari besar harga barang yang didapatnya.
Menurutnya, barang yang paling banyak peminat adalah emas mulia 5 gram dan 3 gram. Dari harga yang dibuka senilai Rp1,7 juta dan Rp1 juta, barang bisa terjual dengan harga Rp2,7 juta dan Rp1,7 juta. Harga tersebut justru melebihi harga pasar. "Yang laris itu emas, bahkan bisa melebihi harga sebenarnya. Ya itu karena suasana sudah panas, jadi kita mendapatkan harga yang bagus," tuturnya.
Sementara untuk barang-barang yang tidak laku dijual berupa parsel dan sepatu. "Yang nggak laku, kayak parsel-parsel yang nilainya lebih mahal, sandal wanita, sepatu pria merk aldo brue," jelasnya.
Barang-barang ini nantinya akan dialihkan manfaatnya sesuai PMK nomor 3/PMK 06/2011. "Barang gratifikasi selain dilelang tapi bisa dialihkan pemanfaatannya. Dihibahkan untuk kepentingan sosial atau agama, ada bentuk-bentuk pemanfaatan lain," tegasnya.
Sekedar info, barang-barang tersebut merupakan barang gratifikasi yang diserahkan KPK kepada Kementerian Keuangan guna diadakan lelang. Barang tersebut merupakan hasil laporan para pejebat negara terhadap gratifikasi yang diterimanya sepanjang 2008-2011.
Sugiwanto mengatakan, KPK akan menambah jumlah barang gratifikasi kepada Kemenkeu. "Kita baru ketemu direktur KPK, dia bilang nanti akan menyerahkan lebih banyak lagi," pungkasnya. [cms]