Jl. Lapangan Banteng Timur No.2-4, Jakarta Pusat
   134      Login Pegawai
Berita Media DJKN
BUMN Migas Bersatu Indonesia Maju

BUMN Migas Bersatu Indonesia Maju

Media Indonesia | Jumat, 28 September 2018 | halaman : 18
 Senin, 01 Oktober 2018 pukul 10:11:57 |   2588 kali

INDUK badan usaha milik negara (BUMN) yang bergerak di sektor minyak dan gas telah terbentuk pada 11 April. Kementerian BUMN menetapkan PT Pertamina (persero) menjadi induk perusahaan {holding) dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk sebagai anggota. 

Kelahiran holding BUMN migas ditandai dengan pengalihan saham seri B milik negara sebesar 56,96% di PGN kepada Pertamina. Tantangan yang tak kalah penting selanjutnya, yaitu integrasi PT Pertagas (anak usaha Pertamina) ke PGN sebagai sub-holding gas di bawah Pertamina. 

Akuisisi PGN terhadap Pertagas membutuhkan dana yang tidak kecil, yaitu sebesar Rpl6,6 triliun. Proses pembayaran tersebut disepakati bakal tuntas dalam dua tahap. Pada tahap awal, pengambilalihan 51% saham Pertagas oleh PGN yang ditargetkan terlaksana pada akhir September. 

"Pembayaran mayoritas saham Pertagas tahap pertama bakal menggunakan dana kas internal PGN. Untuk tahap kedua bakal menggunakan pendanaan yang dicari oleh PGN," ungkap Direktur Utama Perusahaan Gas Negara (PGN) Gigih Prakoso dalam rilis pers yang diterima di Bandar Lampung. Selasa (25/9). 

Penggabungan Pertagas dalam PGN diperkirakan memiliki sejumlah efek positif, terutama mendukung upaya pemerintah mendongkrak bisnis gas nasional. Salah satunya, yaitu terdapat potensi penghematan biaya operasional dan belanja modal karena hilangnya tumpang-tindih dalam pengembangan infrastruktur. 

Selain itu, PGN dapat menciptakan infrastruktur gas yang terintegrasi, menciptakan kinerja keuangan konsolidasi yang sehat, memperkuat struktur permodalan sehingga membuka ruang untuk meningkatkan kapasitas utang untuk pengembangan bisnis gas, dan meningkatkan setoran dividen serta pajak kepada negara. Pendapatan PGN diperkirakan berlipat menjadi sekitar US$500 juta hingga US$1 miliar per tahun. 

Lebih rinci lagi, kombinasi aset PGN-Pertagas menciptakan jaringan pipa gas menjadi yang terbesar di Asia Tenggara, yakni lebih dari 9.600 kilometer. Seiring perjalanan waktu, PGN tentu leluasa bergerak dalam penambahan jaringan pipa gas karena ditopang dengan kekuatan 0 nansial yang besar. 

PGN berencana hingga 2030 infrastruktur gas terus dikembangkan di seluruh wilayah di Indonesia. Menurut Gigih, untuk kawasan barat Indonesia, orientasi PGN membangun pipa dari Sumatra ke Jawa. Di timur Indonesia, ada supply point memakai Doating storage regasi cation unit (FSRU) berupa UqueOed natural gas (LNG). 

Dengan begitu, pasokan gas diharapkan bakal mampu menembus 1.400 million standard cubicfeet per day (MMSCFD) pada 2025. Ini seiring dengan peningkatan kapasitas dan volume gas bumi nasional. Sekarang kondisi pasokan gas baru mencapai 1.000 hingga 1.200 MMSCFD. 

Pertumbuhan volume distributi gas bumi diproyeksikan mampu mencapai 7% per tahun. Volume transportasi gas bumi pun akan mengalami peningkatan sekitar 5% per tahun. 

Ujungnya, pelanggan rumah tangga diperkirakan bertambah 40 ribu unit pada 2019. Pelanggan industri dan komersial akan bertambah 90 unit dari posisi saat ini 3.820. 

Harga terjangkau 

Direktur Eksekutif Reforminer Institute Komaidi Notonegoro mengamini adanya berbagai manfaat terkait dengan holding BUMN migas yang dibentuk pemerintah, terutama dalam memperkuat infrastruktur migas di Indonesia. 

Ini terjadi melalui pengelolaan infrastruktur gas yang terhubung dari Indonesia bagian barat (Arun) hingga timur (Papua). 

Yang jauh lebih penting, "Menciptakan e siensi dalam rantai bisnis gas bumi sehingga tercipta harga gas yang lebih terjangkau kepada konsumen." kata komadi, beberapa waktu lalu. Menurutnya, tujuan utama pendirian holding BUMN migas, yaitu membangun bisnis gas world class yang mendorong ketahanan energi nasional. 

Hal itu bisa diperoleh melalui 4A {availability, accessibility, affordability, dan acceptability) dari gas di Indonesia. Jika kedaulatan dan ketahanan energi sudah tercipta, pasti hal tersebut membawa manfaat bagi masyarakat dan negara. 

Karena itu, Komaidi berharap bahwa proses integrasi antara PGN dan Pertagas sesuai peta jalan (road map) yang ada. Konsolidasi holding BUMN migas ditargetkan terpenuhi dalam rentang lima tahun. 

Floating Icon