Jl. Lapangan Banteng Timur No.2-4, Jakarta Pusat
   134      Login Pegawai
Berita DJKN
Sorowako Daerah Potensi Besar SDA

Sorowako Daerah Potensi Besar SDA

N/A
Kamis, 24 Maret 2016 pukul 15:48:29 |   34733 kali

Luwu Timur - Berlokasi di Sorowako, Kecamatan Nuha, luwu Timur, Sulawesi Selatan, 20 penilai dan pegawai di lingkungan Kanwil DJKN Sulawesi Selatan Tenggara dan Barat memperdalam dan mencoba mempraktikkan Keputusan Direktur Jenderal Kekayaan Negara Nomor 337/KN/2015 tentang Pedoman Penilaian Kekayaan Yang Dikuasai Negara Berupa Sumber Daya Alam Mineral. Peraturan yang baru diterbitkan tanggal 29 Desember 2015 ini untuk pertama kali diuji coba aplikasinya di lingkungan Kanwil DJKN Sulseltrabar untuk mineral logam berupa nikel dengan asistensi dan arahan dari Kantor Pusat DJKN khususnya Direktorat Penilaian.

Sorowako adalah desa di kecamatan Nuha, Luwu Timur, Sulawesi Selatan yang berjarak lebih 650 km dari kota Makassar Sulawesi Selatan dengan jarak tempuh dengan kendaraan dalam waktu lebih 16 jam.

PT Vale Indonesia Tbk Soroako (d.h. PT INCO)   menjadi pilihan uji petik penilaian sumber daya alam (SDA).  Dengan hasil produksi nikel di Soroako yang mewakili 3% produksi nikel dunia dan beroperasi secara komersial sejak tahun 1978, serta memiliki smelter yang dibangun sejak perusahaan tersebut berdiri, maka PT Vale sangat ideal untuk menjadi objek penilaian mineral logam berupa nikel.

Dalam pelaksanaan kegiatan uji petik penilaian SDA ini, tim penilai yang terdiri dari pegawai Kanwil DJKN Sulseltrabar, KPKNL Makassar, KPKNL Parepare, KPKNL Palopo, dan KPKNL Kendari didampingi Penilai dari Kantor Pusat DJKN mencoba mengeksplorasi data yang dipaparkan PT Vale yang disampaikan  Charles Christian, Relation and Service Officer PT Vale.

Dari hasil Pemaparan diketahui kontrak karya PT Vale untuk Blok Sorowako-Towuti meliputi 70.398 hektar dengan cadangan terbukti (Proven) sebanyak 96,9 Mt (DKP) dengan grade 1,8 % dan cadangan terkira (Probable) sebanyak 22,3 Mt(DKP) dengan grade 1,73% dan menghasilkan produksi sebanyak 81.177 ton nikel dalam matte. hasil produksi Nikel Matte seluruhnya diekspor ke jepang dengan perjanjian jangka panjang. Nikel matte yang diekspor tersebut mempunyai komposisi 78% NikelCobalt Max 1,54 %, Sulfur 18-22% dan Iron 0,74%.


Pada hari ketiga, Tim melakukan kunjungan lapangan untuk melihat secara langsung proses penambangan nikel, proses produksi, pengepakan nikel, sampai dengan proses penghijauan kembali bekas lokasi yang telah dilakukan penambangan nikel. Proses pengolahan nikel di PT Vale menggunakan 3 dryer, 5 reduction kiln, 4 electric furnace, dan 3 converter. Hasil dari proses ini menghasilkan Nickel Matte dan bahan lain yang tidak digunakan berupa slag dump, bahan lain ini sebagian besar digunakan menjadi bahan pengeras jalan. Seluruh proses pengolahan menggunakan daya listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) yang dimiliki oleh PT Vale dengan kapasitas 365 MW, sehingga dengan adanya sumber energi tersebut,  biaya produksi pengolahan dapat terkontrol dan menjadi sangat efisien.
 

Helvita dari Direktorat Penilaian menyampaikan penilaian nikel dilakukan terhadap seluruh cadangan dan sumberdaya terukur dan tertunjuk, jumlah Sumber daya terukur sesuai annual report tahun 2015 adalah sebesar 2.000.000 ton dan sumber daya tertunjuk sebesar 11.400.000 ton. Pendekatan penilaian yang digunakan adalah pendekatan pendapatan, mengingat PT Vale merupakan perusahan yang sudah berproduksi dan sudah menghasilkan untung.

Setelah uji petik yang dilakukan tersebut, dketahui Desa Sorowako, Kecamatan Nuha, Kabupaten Luwu Timur Provinsi Sulawesi Selatan memiliki potensi SDA yang sangat besar. Potensi ini perlu dikelola secara optimal sebagai penunjang pendapatan negara PNBP dibidang pertambangan demi mewujudkan tata kelola sumber daya alam yang lebih baik dan berdaya guna di masa mendatang. (Bidang Penilaian).

Foto Terkait Berita

Berita Terbaru

Floating Icon