Target PNDS Hasil Pengelolaan Aset Capai 100%
N/A
Kamis, 14 Januari 2016 pukul 08:02:50 |
1817 kali
Jakarta – Direktorat Pengelolaan Kekayaan Negara dan Sistem Informasi (Direktorat PKNSI) menyelenggarakan rekonsiliasi data, evaluasi , dan monitoring pengelolaan aset kredit eks BPPN, Eks Kelolaan PT Perusahaan Pengelola Aset (PT PPA), dan eks Bank Dalam Likuidasi (BDL) Semester II Tahun 2015. Acara yang dihadiri Kanwil DJKN dan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) sebagai pengelola aset ini dilaksanakan pada 6 s.d. 8 Januari 2016 di Aula Serbaguna Kantor Pusat DJKN Jakarta.
Direktur PKNSI Encep Sudarwan membuka acara resmi acara ini. Ia mengharapkan kerja cepat yang efektif pada semua lini, hal ini sesuai harapan kabinet era Jokowi sekarang , yaitu ayo kerja dan lebih cepat. Terkait rekonsiliasi, Encep meminta agar pembuatan laporan tahunan pengelolaan kekayaan negara lebih cepat sesuai beban yang diberikan dan laporan dibuat bagus dan tidak asal-asalan. Encep juga memberikan apresiasi kepada satker daerah yang membantu pencapaian target hingga 100% atas Piutang Negara Dapat Diselesaikan (PNDS) Hasil Pengelolaan Aset (HPA) tahun 2015. Capaian ini diperoleh berkat peran serta satker Jakarta, Serang dan Surabaya yang melaksanakan lelang akhir Desember 2015. Terkait dengan data, Encep juga menekankan akurasi data yang harus tepat karena mencegah temuan pemeriksa.
Rekonsiliasi antara Direktorat PKNSI dengan Kanwil DJKN dan KPKNL yang berlangsung tiga hari ini dibagi berdasarkan tugas pengelolaan, yaitu aset properti dan pengelolaan aset kredit eks BPPN, eks PT PPA, dan Eks BDL. Unsur-unsur dalam rekonsiliasi ini adalah pencocokan data terkait angsuran debitur, penjualan barang yang dilelang, dan penggalian potensi barang jaminan yang dapat tertagih maupun yang tidak bisa tertagih, serta permasalahan debitur.
Pada semester II Tahun 2015, HPA kredit eks BDL yang masuk rekening kas negara senilai Rp15,97 miliar, HPA pengelolaan aset kredit eks BPPN sebesar Rp73,68 miliar, dan HPA eks PT PPA senilai Rp1 ,14 miliar. (Teks/Foto : Yudi NJ)
Foto Terkait Berita
Berita Terbaru