Implementasi Pola Pikir Mitigasi Risiko di Setiap Lini Kegiatan
N/A
Selasa, 12 Januari 2016 pukul 10:10:32 |
1179 kali
Banda Aceh – Menutup tahun 2015, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (Kanwil DJKN) Aceh mengadakan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Semester II Tahun 2015. Rakorda bertajuk “Implementasi Pola Pikir Mitigasi Risiko pada Setiap Lini Kegiatan Menuju Terwujudnya Kinerja Kanwil DJKN Aceh yang Lebih Baik”.
Rapat di Banda Aceh pada 21 - 23 Desember 2015 dihadiri oleh Pegawai dan Pejabat di Lingkup Kanwil DJKN Aceh, KPKNL Banda Aceh dan KPKNL Lhokseumawe. Kegiatan memiliki tujuan untuk melakukan evaluasi pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) Tahun 2015 di Lingkungan Kanwil DJKN Aceh serta penetapan target kinerja Tahun 2016. Rapat sekaligus menyusun langkah-langkah strategis untuk mendukung kinerja Kanwil DJKN Aceh yang lebih baik.
Kepala Kanwil DJKN Aceh, Ekka S. Sukadana pada saat membuka kegiatan menyampaikan bahwa tema Rakorda Semester II Tahun 2015 terinspirasi dari pelaksanaan Tingkat Kematangan Penerapan Manajemen Risiko (TKPMR) oleh Inspektorat Jenderal pada Kanwil DJKN Aceh. “Setiap aktifitas yang dilakukan harus selalu dipikirkan setiap langkahnya, dengan melakukan mitigasi risiko atas masalah yang akan timbul sehingga dapat diambil penyelesaian terbaik untuk kinerja yang lebih optimal,” tegas Ekka.
Lebih lanjut Ekka mengharapkan terbangunnya sinergi pada Kanwil DJKN Aceh untuk membentuk dan mengimplementasikan pola pikir mitigasi risiko pada setiap aspek kegiatan yang dapat meningkatkan awareness (kewaspadaan) serta kinerja Kanwil DJKN Aceh.
Dalam kegiatan Rakorda yang dikemas dalam beberapa sesi tersebut, diawali dengan pemaparan capaian kinerja Tahun 2015 pada Bagian Umum, Bidang-bidang serta KPKNL. Kesempatan pertama pemaparan dilakukan oleh Kepala Bagian Umum Kanwil DJKN Aceh, Andi Soegiri yang menampilkan demografi Sumber Daya Manusia (SDM) pada Kanwil DJKN Aceh. Lebih lanjut, Andi menginformasikan bahwa masih terdapat 1 (satu) IKU yang belum mencapai target yaitu Persentase penyerapan anggaran dan pencapaian output belanja. “Pada akhir tahun 2015 akan dilakukan perhitungan ulang mengingat masih adanya penyerapan anggaran yang sedang berjalan dengan target penyerapan sebesar 98%,“ pungkas Andi.
Rapat dilanjutkan dengan penyampaian permasalahan dan kendala yang dihadapi Bagian Umum sebagai unit pendukung Kanwil DJKN Aceh. Salah satu permasalahan adalah pengembangan kemampuan SDM. Untuk itu Kanwil dan KPKNL akan meminta kuota/slot untuk Diklat pada tahun 2016 terlebih dahulu kepada Kantor Pusat sehingga Diklat yang diperlukan pada tahun 2016 lebih sesuai dengan kebutuhan SDM.
Pada sesi selanjutnya, Plh. Kepala Bidang Kepatuhan Internal, Hukum dan Informasi, Nofiansyah menyampaikan capaian kinerja 2015 serta permasalahan-permasalahan yang dihadapi dalam pelaksanaan Tugas Fungsi Bidang KIHI. Pria yang biasa dipanggil Ian ini menginformasikan bahwa semua IKU yang terdapat pada Bidang KIHI telah mencapai target, bahkan terdapat salah satu IKU yang memperoleh target lebih dari 250%, yaitu jumlah berita/artikel yang dipublikasikan.
Pemaparan sesi capaian kinerja selanjutnya dilakukan oleh Kepala Bidang Pengelolaan Kekayaan Negara, Nofiansyah yang menginformasikan bahwa semua IKU pada PKN telah berwarna hijau. Selain itu, Nofiansyah juga memaparkan tentang pelaksanaan Sertifikasi Barang Milik Negara berupa Tanah yang telah mencatat 193 bidang tanah yang telah dilakukan sertifikasi. “Dalam penentuan target utilisasi, kiranya perlu untuk dilakukan mitigasi resiko dengan mengundang para stakeholder terkait,” jelas Ian. Ian menginformasikan adanya permasalahan respon stakeholder/Satker yang tidak kooperatif pada kegiatan rekonsiliasi BMN.
Kepala Bidang Penilaian, Mardhanus Riyanto dalam sesi pemaparan capaian kinerja selanjutnya menyampaikan perfoma apik bidangnya. “Seluruh capaian kinerja tahun 2015 telah dilakukan dengan baik, meskipun dengan kondisi SDM yang terbatas,” jelas pria yang akrab disapa Dhanus. Ia berharap agar setiap Penilai di Lingkup Kanwil DJKN Aceh dapat terus meningkatkan kinerja dan terus termotivasi meskipun belum lulus quality assurance.
Secara berturut-turut, KPKNL Banda Aceh dan KPKNL Lhokseumawe pun memaparkan capaian kinerja selama Tahun 2015. Kepala KPKNL Banda Aceh, Acep Hadinata dengan optimis menyampaikan hasil capaian kinerja yang sangat memuaskan. “Nilai Kinerja Organisasi (NKO) KPKNL Banda Aceh diharapkan mendapatkan peringkat pertama dari NKO seluruh KPKNL di Indonesia,” tegas pria berkacamata ini. Muhammad Joni, selaku Kepala KPKNL Lhokseumawe secara optimis memyampaikan pula hasil capaian kinerja pada KPKNL Lhokseumawe, meskipun masih terdapat 1 IKU yang memiliki status kuning.
Dalam sesi diskusi yang dimoderatori oleh Muhammad Jufri, dibuka dengan tanggapan oleh Kepala Bidang Piutang Negara dan Kepala Bidang Lelang atas pencapaian KPKNL di lingkup Kanwil DJKN Aceh. Kepala Bidang Piutang Negara, Gatot Muharto sangat mengapresiasi atas capaian pada masing-masing KPKNL yang telah melebihi target sekaligus memberikan arahan agar dalam mengelola berkas Piutang Negara agar selalu menerapkan prinsip kehati-hatian terutama terkait aset kredit eks BPPN, eks BDL dan PPJB. Sedangkan Kepala Bidang Lelang, Dirmanti Jaya menyampaikan ucapan terima kasih atas kontribusi KPKNL serta menyampaikan tentang prinsip kehatian-hatian dalam melakukan proses lelang.
Disela-sela pelaksanaan Rakorda tersebut disosialisasikan pula tentang Pelaksanaan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) dengan narasumber dari Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Banda Aceh yang menjelaskan secara komprehensif tentang proses pelaksanaan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) dengan menyampaikan fungsi DJPb yang mengelola keuangan dan DJKN sebagai instansi yang melakukan pengelolaan terhadap Barang Milik Negara serta pola hubungan yang sangat erat antara DJKN dan DJPb yang mengelola Sistem Akuntansi Keuangan dan Sistem Akuntansi B arang.
Di akhir rakorda, dilakukan penandatanganan butir-butir hasil dan kesimpulan rakorda yang dilakukan oleh para pejabat eselon III baik di Kanwil Aceh, KPKNL Banda Aceh dan KPKNL Lhokseumawe yang berkomitmen bersama-sama akan akan terus meningkatkan kinerja sehingga Kanwil DJKN Aceh menjadi Kanwil berkinerja terbaik. (Bidang KIHI Kanwil Aceh)
Foto Terkait Berita
Berita Terbaru