Personal Image dan Komunikasi Bangun Citra Organisasi
N/A
Kamis, 31 Desember 2015 pukul 15:44:29 |
2975 kali
Pekanbaru,-- Di Penghujung tahun 2015 (29/12), Bidang KIHI dan Bagian Umum Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (Kanwil DJKN) Riau, Sumatera Barat, dan Kepulauan Riau (RSK) mengadakan kegiatan capacity building bagi pegawai/pejabat. Capacity building berupa pelatihan Public Speaking dan Master of Ceremony (MC) dalam rangka mendukung peningkatan kinerja pegawai dan citra organisasi di masa mendatang. Acara ini digelar di ruang Aula Kanwil DJKN RSK dengan mengundang 2 (dua) orang narasumber dari Universitas Riau, yaitu Dr. Welly Wirman, Msi dan Tantri Puspita Yazid, MA.
“Citra suatu institusi melekat pada orang-orang yang ada di dalamnya, yaitu mulai dari level pimpinan tertinggi sampai kepada cleaning service dan security yang ada di kantor itu. Semua orang yang terlibat dalam institusi tersebut mempunyai kontribusi untuk membentuk opini publik yang akhirnya akan membentuk image/citra terhadap institusi itu, apakah itu citra baik atau sebaliknya,” ungkap Welly sebagai narasumber mengawali sesi awal penyampaian materi tentang “Personal Image dan Citra Sebuah Institusi”
Welly juga menjelaskan bahwa personal image (gambaran diri) adalah bagaimana kita mempresentasikan kita sendiri kepada orang lain, seperti bagaimana kita berpakaian yang rapi, berkomunikasi dengan tutur kata dan ekspresi wajah yang bagus sehingga orang lain menangkap sinyal-sinyal positif yang ada pada diri kita. Dalam kajian ilmu komunikasi, apa yang melekat di dalam diri setiap manusia, semuanya mengandung makna. Mulai dari apa yang kita ucapkan sampai kepada atribut-atribut yang melekat pada diri kita.
Untuk itu, kita perlu memperhatikan mulai dari hal-hal yang sederhana seperti dalam berkomunikasi kita hendaknya melilih kata-kata yang tepat, bagaimana melakukan penyampaian yang baik dan bagaimana kita berpenampilan yang bagus. Hal-hal ini, secara tidak langsung akan mempengaruhi citra organisasi kita. Personal image juga tidak terlepas dari keterampilan kita dalam berkomunikasi, karena komunikasi merupakan modal dan kunci sukses dalam pergaulan dan karier, karena dengan komunikasi sebuah hubungan baik dapat dibangun dan dibina.
Sesi berikutnya, materi yang disampaikan oleh Tantri tentang “ Public Speaking”. Tak kalah menariknya dari materi yang pertama, para peserta masih sangat antusias mengikuti dan mendengarkannya, mulai dari teori sampai seksi praktek berbicara di depan umum. Sesekali Narasumber memberikan kritik perbaikan dan saran terkait tehnik vocal, tehnik microphone dan kiat-kiat mengatasi ‘grogi’ ketika berbicara di depan orang banyak.
Kegiatan ini sangat berkesan dan menarik bagi para peserta, walaupun kelihatannya sederhana namun jika cara berkomunikasi (public speaking red) ini tidak pernah dipelajari dan dilatih maka akan terasa sulit dalam prakteknya. (Penulis/Fotografer : Lilik Hermawan)
Foto Terkait Berita
Berita Terbaru