Gedung Ditjen Kekayaan Negara Diamankan dari Aksi Teroris
N/A
Selasa, 09 Juni 2015 pukul 13:59:53 |
1648 kali
Jakarta – Gedung Lantai 9 Kantor Pusat DJKN yang dikuasai Teroris berhasil dikuasai oleh Satuan Pasukan Khusus TNI dalam Latihan Penanggulangan Anti Teror (Latgultor) dilaksanakan di Gedung Dirjen Kekayaan Negara, Jakarta Pusat (09/6).
TNI menggelar Latihan Penanggulangan Anti Teror (Latgultor) di Gedung DJKN dan Hotel Borobudur. Latihan ini dilaksanakan oleh gabungan pasukan khusus TNI yaitu adalah Sat-81 Gultor Kopassus TNI AD, Denjaka TNI AL dan Satbravo '90 Korphaskhas TNI AU.
Latihan tersebut mengangkat tema "Satuan Penanggulangan aksi Terorisme untuk melumpuhkan dan menghancurkan kelompok teroris guna memelihara stabilitas keamanan di wilayah Ibu Kota dalam rangka Operasi Militer Selain Perang (OMSP). Latihan yang melibatkan 487 personel ini dilakukan dengan tujuan meningkatkan kemampuan dan keterampilan para personel yang tergabung dalam Satpassus TNI agar mampu melaksanakan tugas Gultor.
Alutsita yang digunakan adalah 12 helikopter yang didukung 9 unit Rantis (kendaraan taktis), 15 unit Ranmin (kendaraan militer), 8 unit motor, 3 unit Bomb Trailer, 3 unit Ran Explosive Ordance Disposal, 1 unit Ran Nubika, 9 unit ambulans, 6 unit Ran polisi, 9 unit Ran Damkar, dan 1 unit bus sasaran.
Direktur Jenderal Kekayaan Negara bersama Panglima TNI, Jenderal Moeldoko didampingi pejabat di lingkungan TNI melihat langsung Latihan Penanggulangan Anti Teror (Latgultor) yang dilaksanakan Satuan Pasukan Khusus TNI dari Lapangan Banteng, Jakarta.
Pada latihan tersebut, Pesawat Sukhoi ini melintas berputar-putar 360 derajat dari arah gedung Kemenkeu ke arah Hotel Borobudur. Sukhoi ini tampak lihai meliuk-Iiuk menjalankan formasinya. 6 (enam) Penerjun dari Denjaka kemudian diturunkan dari helikopter ke gedung Kemenkeu. Mereka lalu menempatkan dirinya sebagai sniper.
Sniper-sniper jitu ini menembak sasaran yang berdiri di atap Hotel Borobudur. Door-door! 2 sasaran lumpuh dalam sekali tembak. Selanjutnya, beberapa orang tim diterjunkan dari helikopter ke atap hotel Borobudur. Mereka turun dari heli dengan sistim rappelling. Tim ini kemudian mengangkut korban. Sementara sebagian sisanya melanjutkan rappelling menyisir dinding gedung.
Door! Ledakan kembali terdengar dari arah Hotel Borobudur. Tim mengebom salah satu ruangan di hotel untuk bisa masuk ke dalam gedung. Setelah semua lokasi dapat dikuasai, tim melaporkan pada komandan, dan berkumpul di Lapangan Banteng. Operasi penanggulangan teror ini berjalan lancar.
Pada akhir kegiatan, Panglima TNI, Jenderal Moeldoko menyampaikan ucapan terima kasih dan menyampaikan plakat kepada Direktur Jenderal Kekayaan Negara yang diwakili oleh Sekretaris Ditjen Kekayaan Negara. (Humas DJKN)
Foto Terkait Berita
Berita Terbaru