Pelatihan Pemadam Kebakaran KPKNL Sidoarjo
N/A
Rabu, 03 Juni 2015 pukul 09:41:19 |
1744 kali
Sidoarjo – Selasa, 12 Mei 2015, Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Sidoarjo mengadakan pelatihan pemadam kebakaran. Latihan ini bertujuan untuk melatih kesiapan para pegawai KPKNL Sidoarjo dalam menghadapi kondisi kebakaran. Pelatihan ini diikuti oleh para pegawai KPKNL Sidoarjo. Di halaman parkir KPKNL Sidoarjo, pelatihan pemadam kebakaran dipandu oleh pelatih dari pegawai KPKNL Sidoarjo Soewasgi. Soewasgi menerangkan tujuan pelatihan ini di antaranya memberikan pemahaman dan pengetahuan terkait dengan asal kebakaran, memperkenalkan instrumen-instrumen pemadam kebakaran untuk api kecil dan api besar dan bagaimana penggunaannya, dan mampu membentuk tim tanggap darurat pemadam kebakaran di KPKNL Sidoarjo. Terkait asal kebakaran ia menjelaskan ada empat kategori, di antaranya Kelas A, yaitu kebakaran yang berasal dari bahan biasa padat yang mudah terbakar, contoh: kertas, kayu, plastik, dan karet. Kelas B yaitu kebakaran yang berasal dari bahan cair dan gas yang mudah menyala, contoh: minyak tanah, bensin, solar, tiner, LNG, LPG. Kelas C yaitu kebakaran yang berasal dari peralatan listrik (hubungan arus pendek), contoh: generator listrik, setrika listrik. Kelas D yaitu kebakaran yang berasal dari bahan logam, contoh: magnesium, potasium, litium, kalsium, dan lain-lain. Setiap jenis asal kebakaran menggunakan cara penanganan yang berbeda juga.
Sesi selanjutnya ia menerangkan tentang alat–alat pemadam kebakaran. Alat pemadam kebakaran terbagi menjadi dua, yaitu alat pemadam api ringan (APAR) dan alat pemadam api besar (APAB). Alat pemadam api ringan yang digunakan pada pelatihan ini adalah APAR jenis powder reguler. APAR ini berupa tepung kimia yang efektif untuk memadamkan kebakaran kelas B dan C. Bahan tepung kimia ini berupa sodium bikarbonat, potasium bikarbonat, potasium karbonat, dan potasium klorida. Setelah diterangkan mengenai APAR dilanjutkan dengan sesi pelatihan. Pelatihan APAR diikuti dengan seru karena ini merupakan pengalaman pertama pelatihan kebakaran di KPKNL Sidoarjo. Selanjutnya, Soewasgi menjelaskan mengenai alat pemadam api besar (APAB). APAB yang digunakan berupa hydrant box. Terakhir, Soewasgi berpesan agar pelatihan ini dilakukan minimal lima bulan sekali, agar teori dan praktik mengenai penanggulangan kebakaran dapat terus dipertahankan dengan baik. (Penulis: Bayu, Edit: Evi, Foto: Ratna)
Edited: Achie – Humas DJKN
Foto Terkait Berita
Berita Terbaru