Pahami Asal Kebakaran
N/A
Kamis, 28 Mei 2015 pukul 11:25:24 |
1249 kali
Sidoarjo – Selasa, 12 Mei 2015 Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Sidoarjo mengadakan pelatihan pemadam kebakaran. Latihan ini bertujuan untuk melatih kesiapan para pegawai KPKNL Sidoarjo dalam menghadapi kondisi kebakaran. Pelatihan yang diikuti pegawai KPKNL Sidoarjo bertempat di halaman parkir KPKNL Sidoarjo. Pelatihan pemadam kebakaran dipandu oleh pelatih dari pegawai KPKNL Sidoarjo Soewasgi. Soewasgi menerangkan tujuan pelatihan ini di antaranya memberikan pemahaman dan pengetahuan terkait dengan asal kebakaran, memperkenalkan instrument-instrument pemadam kebakaran untuk api kecil dan api besar dan bagaimana penggunannya, mampu membentuk tim tanggap darurat pemadam kebakaran di KPKNL Sidoarjo.
Terkait asal kebakaran Soewasgi menjelaskan ada 4 kategori di antaranya Kelas A yaitu Kebakaran yang berasal dari bahan biasa padat yang mudah terbakar contoh : kertas, kayu, plastik, karet. Kelas B yaitu Kebakaran yang berasal dari bahan cair dan gas yang mudah menyala contoh : minyak tanah, bensin, solar, thinner, LNG, LPG. Kelas C yaitu Kebakaran yang berasal dari peralatan listrik (hubungan arus pendek) contoh : generator listrik, setrika listrik. Kelas D yaitu Kebakaran yang berasal dari bahan logam Contoh : magnesium, potassium, lithium, calcium, dll. Setiap jenis asal kebakaran menggunakan cara penanganan yang berbeda juga.
Sesi selanjutnya Soewasgi menerangkan tentang alat – alat pemadam kebakaran. Alat Pemadam kebakaran terbagi menjadi dua yaitu alat pemadam api ringan (APAR) dan alat pemadam api besar (APAB). Alat pemadam api ringan yang digunakan pada pelatihan ini adalah APAR jenis powder reguler, APAR ini berupa tepung kimia yang efektif untuk memadamkan kebakaran kelas B dan C. Bahan tepung kimia ini berupa sodium bikarbonat, potasium bikarbonat, potasium karbonat, potasium klorida. Setelah diterangkan mengenai APAR tersebut dilanjutkan dengan sesi pelatihan. Pelatihan APAR diikuti dengan seru karena ini merupakan pengalaman pertama pelatihan kebakaran di KPKNL Sidoarjo.
Selanjutnya Soewasgi menjelaskan mengenai alat pemadam api besar (APAB). APAB yang digunakan berupa hydrant box. Terakhir soewasgi berpesan agar pelatihan ini dilakukan minimal 5 bulan sekali. Hal ini agar teori dan pratek mengenai penanggulangan kebakaran dapat terus dipertahankan dengan baik. (Penulis/foto:Bayu/Ratna, Edit:Evi)
Foto Terkait Berita
Berita Terbaru