Jl. Lapangan Banteng Timur No.2-4, Jakarta Pusat
 1 50-991    ID | EN      Login Pegawai
 
Berita DJKN
Pembangunan Infrastruktur yang Berkualitas sebagai Salah Satu Kunci Utama dalam Mengejar Pertumbuhan Ekonomi
N/a
Senin, 20 April 2015 pukul 14:28:37   |   2337 kali

Jakarta -  Untuk meningkatkan competitiveness Indonesia sebagai negara tujuan Investasi di Asia, serta guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang sustainable, peningkatan kualitas infrastruktur menjadi syarat mutlak yang harus dipenuhi oleh pemerintah RI. Berdasarkan data dari World Economic Forum (2014), kualitas infrastruktur Indonesia secara keseluruhan berada pada peringkat ke-72 dari 144 negara yang di survei. Bandingkan dengan negara ASEAN lainnya seperti Singapura yang menduduki peringkat ke-5, Malaysia diperingkat ke-20, bahkan Indonesia masih kalah dengan Laos di peringkat ke-66.

Dalam RPJMN 2015-2019, direncanakan anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunan infrastruktur mencapai Rp5.519 triliun. Masalah pendanaan masih menjadi hambatan pembangunan infrastruktur di Indonesia sampai saat ini. Hal ini dapat dilihat dari belanja infrastruktur dari APBN tahun 2013 sekitar 2,3% dari PDB, atau hanya sekitar Rp203 triliun. Sedangkan total anggaran untuk pendanaan infrastruktur yang bersumber dari APBN, APBD, dan investor swasta hanya mencapai Rp438 triliun atau 4,72% dari PDB.

Guna  memenuhi tantangan pendanaan infrastruktur yang sangat besar tersebut, PT Sarana Multi Infrastruktur (persero)/PT SMI bekerjasama dengan Harian Kompas mengadakan forum diskusi dengan tema “Bank Infrastruktur, Perlu atau Tidak?” pada 2 April 2015 di Hotel Kempinski Jakarta.

Adapun pembicara dalam diskusi tersebut antara lain Menteri Keuangan RI Bambang P.S. Brodjonegoro, Direktur Jenderal Kekayaan Negara Hadiyanto, Direktur Bank Mandiri Budi Gunadi Sadikin, Direktur PT SMI Emma Sri Martini, Direktur PT Nusantara Infrastruktur M. Ramdani Basri, dan Direktur Saratoga Capita Sandiaga Uno. Acara tersebut, juga dihadiri Ketua Komisi XI DPR RI, Fadel Muhammad Al-Haddar dan Komisi III Mukhamad Misbakhun, serta dihadiri oleh direksi BUMN, pejabat-pejabat di lingkungan Kementerian Keuangan, serta pihak yang berkecimpung di bidang infrastruktur.

Acara dimulai dengan welcoming speech dari Budiman Tanuredjo selaku Pimpinan Redaksi Harian Kompas dan Emma Sri Martini selaku Direktur Utama PT SMI. Kemudian keynote speech disampaikan oleh Menteri Keuangan RI Bambang P.S. Brodjonegoro dilanjutkan paparan rencana pembentukan Bank Infrastruktur atau lebih tepatnya Lembaga Pembiayaan Pembangunan Indonesia/LPPI oleh Direktur Jenderal Kekayaan Negara Hadiyanto.

Diskusi “Bank Infrastruktur, perlu atau Tidak?” menghadirkan pembicara Direktur Utama Saratoga Capital, Direktur Utama PT Nusantara Infrastruktur, Direktur Utama Bank Mandiri, dan Direktur Utama PT SMI, yang dimoderatori oleh Pieter P. Gero (Wartawan Senior Harian Kompas).

Menteri Keuangan RI melalui keynote speech-nya maupun Direktur Jenderal Kekayaan Negara dalam paparannya, pada intinya menyampaikan bahwa pembangunan infrastruktur yang berkualitas menjadi salah satu kunci utama dalam mengejar pertumbuhan ekonomi yang ditargetkan oleh pemerintah. Untuk mewujudkan hal tersebut, perlu didukung oleh pendanaan yang kuat dan sinergi antara pemerintah, BUMN, dan investor swasta. Keberadaan bank infrastruktur/LPPI menjadi suatu kebutuhan yang sifatnya urgent dalam lanskap pendanaan infrastruktur Indonesia. Melalui forum diskusi ini, diharapkan dapat menghasilkan sumbangan-sumbangan pemikiran yang segar, inovatif, produktif, dan konstruktif dalam upaya percepatan dan peningkatan kualitas pembangunan infrastruktur  di Indonesia. (Dit.KND/Githa)

Foto Terkait Berita
Peta Situs | Email Kemenkeu | Prasyarat | Wise | LPSE | Hubungi Kami | Oppini