Jl. Lapangan Banteng Timur No.2-4, Jakarta Pusat
   134      Login Pegawai
Berita DJKN
Kondotel Berbeda dengan Serviced Apartment

Kondotel Berbeda dengan Serviced Apartment

N/A
Senin, 20 April 2015 pukul 11:01:19 |   1271 kali

 Denpasar – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Bali Nusra mengadakan kegiatan Knowledge Sharing Penilaian Kondotel pada Senin (13/4) di aula Kantor Wilayah DJKN Bali Nusra.

 Kegiatan tersebut dibuka oleh Kepala Kanwil DJKN Bali Nusra Etto Sunaryanto dan dihadiri oleh pegawai dan penilai di lingkungan Kanwil DJKN Bali Nusra, Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Denpasar, KPKNL Singaraja dan bertindak selaku narasumber adalah Astrid Flora Pahliana, Pimpinan Cabang Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Renggan  is, Hamid, dan Rekan.

Dalam pembukaannya, Etto Sunaryanto menyampaikan bahwa  ruang lingkup penilai Barang Milik Negara (BMN) tidak hanya mencakup barang yang berasal dari APBN tetapi juga perolehan lain yang sah seperti barang dari hibah, pelaksanaan dari kontrak/perjanjian, dan rampasan negara. “Dengan demikian objek penilaian BMN memiliki ruang lingkup yang sangat luas,” ujarnya. Untuk itu, penilai pemerintah dituntut untuk selalu mengup date kompetensinya guna menghasilkan nilai BMN yang akurat dan dapat dipercaya.

Selanjutnya, Astrid Flora memaparkan penilaian kondotel yang diawali dengan perbedaan apartemen, kondominium, serviced apartment, dan kondotel. “Kondotel berbeda dengan serviced apartment. Serviced apartment merupakan apartemen yang dikelola oleh manajemen properti dan memiliki fasilitas hotel. Di sisi lain, kondotel dibangun oleh developer untuk dijual kepada investor dan dikelola oleh operator hotel sebagai hotel,” ujar Astrid. Selain itu, Astrid juga menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi investor dalam pembelian kondotel, gambaran pasar kondotel di Bali, pendekatan yang digunakan dalam penilaian kondotel dan faktor-faktor yang mempengaruhi nilai kondotel.

Kegiatan knowledge sharing tersebut berlangsung interaktif, peserta knowledge sharing aktif menyampaikan pertanyaan, antara lain penyesuaian terhadap kondotel yang dibangun di atas tanah free hold dan lease hold, klasifikasi kondotel,  tingkat kapitalisasi kondotel di Bali, dan pengaruh  umur sisa kepemilikan terhadap nilai unit kondotel.

Pada akhir kegiatan, disampaikan bahwa knowledge sharing penilaian kondotel ini merupakan momentum untuk terus meningkatkan kompetensi penilai pemerintah khususnya di lingkungan Kanwil DJKN Bali Nusra (Penulis: Bid. Penilaian/Editor : Bid.Kihi).

 

Foto Terkait Berita

Berita Terbaru

Floating Icon