Sukses Jual Kecubung Motif Lumba-lumba Via ALI
N/A
Minggu, 22 Maret 2015 pukul 17:45:49 |
919 kali
Singkawang – “Walaupun sempat ada sedikit kendala, namun pusat dapat menangani kendala tersebut dengan baik, sehingga semua bisa berjalan lancar. Alhamdulillah, dua barang yang dilelang laku semua, bahkan untuk gioknya sempat terjadi beberapa kali penawaran”, ujar Ahmad Fananie, Kepala Seksi Pelayanan Lelang di Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Singkawang. Bertempat di Ruang Lelang KPKNL Singkawang pada pukul 15.30 WIB, di hadapan Fananie sebagai Pejabat Lelang dan disaksikan oleh Sujarwo selaku Kepala KPKNL Singkawang, serta penjual lelang dan beberapa pegawai, diumumkanlah pemenang lelang internet melalui ALI yang pertama pada KPKNL Singkawang.
Dalam lelang ini, KPKNL Singkawang berhasil melelang 2(dua) buah barang, masing-masing adalah 1 buah batu kecubung perak motif lumba-lumba asli dari sempalai milik Lutful Hakim yang dimenangkan oleh Faisal Bakhtiar dengan harga Rp3.520.000,00 dari nilai limit Rp3.500.000,00 dan 1 buah batu giok anggur muda milik Ardianto yang sukses dilelang kepada Widya Sananda dengan harga Rp98.000,00 dari nilai limit Rp50.000,00.
Pelaksanaan lelang dengan menggunakan jaringan internet adalah salah satu topik yang sedang hangat dibicarakan. Jenis lelang ini dapat memfasilitasi peserta lelang untuk tidak perlu bertatap muka secara langsung untuk melakukan lelang sehingga dianggap lebih efisien dan efektif. Bahkan lelang ini dapat diikuti oleh peserta dari daerah manapun di seluruh Indonesia, pun dapat mengurangi praktek permafiaan dalam kegiatan lelang.
Kegiatan lelang via internet sendiri terdiri dari 2 (dua) jenis lelang. Yang pertama adalah lelang e-mail (e-auction) yang mana merupakan lelang dengan penawaran tertutup (closed bidding) sehingga para peserta tidak dapat mengetahui penawaran yang diajukan oleh peserta lelang lain. Yang kedua ialah lelang melalui Aplikasi Lelang Internet (ALI) yang bersifat open bidding. Hal ini berbeda dengan lelang email di mana dalam lelang ini peserta dapat melihat penawaran tertinggi yang dilakukan dan mereka dimungkinkan untuk melakukan bidding berkali-kali sampai pada batas waktu yang telah ditentukan sehingga memungkinkan pencapaian harga lelang yang lebih bersaing.
Untuk itu, pada Kamis 19 Maret 2015 lalu, Direktorat Lelang melaksanakan uji pelaksanaan lelang dengan Aplikasi Lelang Internet secara serentak pada seluruh Kantor Unit Vertikal Eselon III pada Direktorat Jenderal Kekayaan Negara. KPKNL Singkawang yang termasuk di dalamnya pun turut serta dalam kegiatan tersebut. Kegiatan ini dimaksudkan untuk mengetahui siap tidaknya serta untuk menguji ketahanan jaringan komunikasi data dari aplikasi tersebut ketika dilakukan akses data secara bersamaan oleh KPKNL di seluruh Indonesia.
Keberhasilan KPKNL Singkawang dalam lelang ini dirasakan sangat membantu terutama bagi para penjual. Lutful Hakim, pemilik kecubung perak motif lumba-lumba yang berhasil terjual, mengungkapkan bahwa dirinya cukup surprise tetapi juga sangat senang. “Tadinya saya kira ngga akan ada peminatnya, Alhamdulillah, ternyata malah laku, malahan dua kali ditawar”, serunya berbinar. Dia mengaku ke depannya ia tetap ingin menggunakan jasa lelang dari KPKNL Singkawang dalam memasarkan batu-batu miliknya. “Masyarakat memang belum banyak yang mengetahui lelang dengan perantara internet ini, namun diharapkan ke depan, dengan keberhasilan lelang sukarela non eksekusi via ALI ini, dari mulut ke mulut akan tersebar beritanya. Sehingga akan lebih banyak penjual yang memilih menjual barangnya dengan menggunakan layanan lelang dari KPKNL Singkawang, bukan hanya dari penjual batu saja, semoga bisa berkembang ke barang-barang lainnya”, ungkap Sujarwo menutup acara sore itu. (Naskah dan Foto oleh Muhammad Alfin N. A.)
Foto Terkait Berita
Berita Terbaru