Direktorat Penilaian Pelajari Proses Bisnis Industri Hulu Migas
N/A
Kamis, 12 Maret 2015 pukul 11:48:38 |
1636 kali
Jakarta – Dalam rangka penyusunan pedoman Penilaian Sumber Daya Alam, Subdit Standardisasi Penilaian Bisnis dan Sumber Daya Alam (SPBSDA) bersama Bidang Penilaian Kanwil DJKN Jawa Timur dan Seksi Penilaian KPKNL Surabaya, melakukan uji petik penilaian minyak dan gas (migas) ke JOB Pertamina Petrochina East Java, pada tanggal 02 Maret s.d 06 Maret 2015, yang berlokasi di Lapangan Tuban Jawa Timur. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memahami proses bisnis industri hulu migas sebagai bahan penyusunan alat bantu penilaian sumber daya alam migas.
Uji penilaian ini ini terbagi dalam tiga tahapan yaitu:
Tahapan pertama adalah pemaparan langkah penilaian migas dan data awal objek penilaian. Kegiatan ini dilaksanakan di ruang rapat Kanwil DJKN Jawa Timur, diawali dengan pembukaan oleh Plt. Kepala Kanwil DJKN Jawa Timur, Guntur Riyanto. Dalam kesempatan ini Guntur Riyanto menegaskan setiap Penilai wajib meningkatkan softskill dan hardskill-nya, serta meminta untuk lebih meningkatkan sinergi yang erat antara Kantor Pusat dengan kantor vertikal dibawahnya.
Kegiatan selanjutnya adalah pemaparan mengenai langkah-langkah penilaian industri migas, dan penyampaian data awal objek penilaian hasil study on desk oleh Kasubdit SPBSDA, Indra Safri. Pemaparan ini juga diselingi dengan pemutaran film mengenai Proses bisnis industri migas dan kegiatan eksplorasi dan eksploitasi.
Tahapan kedua, tim melakukan kunjungan lapangan (field trip) ke JOB Pertamina Petrochina East Java yang berlokasi di perbatasan Kabupaten Bojonegoro dan Kabupaten Tuban. Dalam kesempatan ini, selain diwajibkan untuk mengikuti Safety Induction, standar prosedur awal bagi tamu/undangan yang pertama kali masuk ke dalam field, Field Manager, Junizar H. Dipodiwirjo, beserta segenap manajer yang hadir memaparkan mengenai gambaran umum industri migas, sejarah beserta pengembangannya, proses ekonomi yang diperlukan dalam proyek migas, pemberdayaan masyarakat sekitar serta kendala dan hambatan yang dihadapi, baik ditinjau dari sisi regulasi, teknis maupun non teknis.
Kegiatan knowledge sharing ini selain memberikan pemahaman baru mengenai industri migas kepada peserta uji petik, juga berkorelasi langsung dengan salah satu program DJKN yang disebut dengan Transformasi Kelembagaan, di mana salah satu tugasnya nantinya adalah menyusun neraca SDA. DJKN akan mencoba menyajikan nilai dari SDA di dalam neraca SDA, yaitu hal-hal yang sangat kelihatan nilainya, antara lain mineral, migas, dan panas bumi yang dapat dikalkulasi nilainya. Dari seluruh kegiatan yang dilaksanakan, diakhiri dengan melihat langsung lokasi fasilitas lapangan migas, beserta keseluruhan proses didalamnya.
Tahapan ketiga adalah tabulasi serta olah data yang dilaksanakan di ruang rapat KPKNL Surabaya. Dari seluruh data serta informasi yang didapat dan dikumpulkan dalam tahapan kedua, dilakukan proses simulasi penilaian industri migas, menggunakan pendekatan Discounted Cash Flow dan Real Option, yang dipandu oleh Ir. Nuzulul Haq, MM sebagai salah satu praktisi di bidang migas Indonesia. Hasil dari proses simulasi ini yaitu memberikan suatu nilai dari objek penilaian, berdasarkan nilai pemanfaatan serta nilai potensial dari kandungan migasnya, yang diharapkan dapat menunjang program DJKN yaitu Penyusunan laporan potensi sumber daya alam sebagaimana amanah dari Transformasi Kelembagaan.
Kegiatan ditutup Kabid Penilaian Kanwil DJKN Jawa Timur, Heyang M. Kahuripi. Dari hasil seluruh proses kegiatan kunjungan lapangan tersebut diharapkan dapat menambah ilmu dan informasi mengenai salah satu kekayaan negara yang demikian luasnya, yang nantinya dapat bermanfaat sebagai dasar pembuatan regulasi. (piutz)
Foto Terkait Berita
Berita Terbaru