Kepala Kanwil DJKN RSK : Kita Besar Bukan Karena Mengecilkan Pihak Lain
N/A
Selasa, 27 Januari 2015 pukul 16:33:11 |
622 kali
Bukittinggi – Pada Rabu 14 Januari 2015, di Ruang Serbaguna Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Bukittinggi, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Riau, Sumatera Barat, dan Kepulauan Riau (Kanwil DJKN RSK) Lukman Effendi memberikan briefing kepada para pegawai KPKNL Bukittinggi. Briefing ini merupakan bagian pembinaan Kanwil kepada KPKNL dan merupakan kegiatan penting sebagai sarana dalam menyamakan misi kerja 2015 untuk mencapai kinerja unggul di tahun 2015.
Sebelum briefing oleh Kepala Kanwil DJKN RSK, Kepala KPKNL Bukittinggi Irwan Mardianto memberikan kata sambutan. Dalam kata sambutannya, Irwan Mardianto menyampaikan bahwa kinerja KPKNL Bukittinggi di tahun 2014 sangat memuaskan; hal ini ditandai dengan pencapaian Nilai Kinerja Organisasi (NKO) sebesar 121,35%. Nilai NKO tersebut merupakan rata-rata dari berbagai capaian kinerja di antaranya Nilai Kekayaan Negara Yang Diutilisasi (341,49% dari target), Jumlah Penerimaan Negara dari Piutang Negara dan Lelang (191,64% dari target), Sertifikasi Barang Milik Negara (134,60% dari target), Penyelesaian Piutang Negara (120,46% dari target), Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari Pokok Lelang (103,82% dari target), Penyelesaian Penanganan Perkara (200% dari target), dan Penyerapan Anggaran (112,98% dari target). Dalam kesempatan ini, Irwan Mardianto memberikan apresiasi kepada jajarannya atas pencapaian ini.
Mengawali briefing, selain mengapresiasi pencapaian NKO KPKNL Bukittinggi, Kepala Kanwil DJKN RSK Lukman Effendi juga menekankan bahwa di wilayah kerja RSK, pencapaian target kinerja organisasi 100% adalah sebuah kemestian. Keunggulan Kanwil RSK dan kantor operasional di bawahnya terletak pada pencapaian melampaui target. “IKU adalah kewajiban yang harus dicapai,” kata Lukman, “Keunggulan kita terletak pada inovasi dan kreativitas.”
Untuk memperkuat pola kerja sehingga menjadi budaya kerja unggul, Lukman Effendi menghimbau semua pegawai untuk bekerja seefisien mungkin. “Jangan hanya menggunakan dana anggaran untuk satu kegiatan saja,” katanya. Dalam budaya kerja yang unggul, dinas luar untuk satu kegiatan seharusnya bisa menghasilkan output lebih dari satu. Setiap kali dinas, pegawai dihimbau untuk menargetkan penyelesaian pekerjaan pada hari dinas dan tidak menunda di lain hari. Selain itu, produktivitas dalam kerja perlu diperhatikan, bahwa setiap satuan kerja haruslah berefek ganda (multiplier effect).
Lukman Effendi juga menekankan pentingnya birokrasi responsif, mampu mengenali kebutuhan pemangku kepentingan (stakeholder), pelayanan publik harus terus diperhatikan. Prinsipnya adalah melakukan aturan yang benar alih-alih hanya mengerjakan apa yang dari “dulu-dulu” dikerjakan. Secara teknis, Lukman mempercayai kinerja pegawai di lingkungan Kanwil RSK, sebab Standard Operating Prosedure (SOP) yang dibangun Kantor Pusat sudah tepat. Namun begitu, para pegawai di lingkungan Kanwil RSK juga dimotivasi untuk memberikan terobosan atau ide-ide yang nantinya bisa diusulkan kepada Kantor Pusat dalam hal perbaikan SOP. Lukman menegaskan bahwa agenda Kanwil RSK adalah melaksanakan visi dan misi DJKN. KPKNL di wilayah kerja Kanwil RSK bukan berbeda dalam SOP namun berbeda dalam budaya kerja unggulnya.
“Kita besar bukan karena mengecilkan pihak lain,” kata Lukman. “Kita besar karena kita melakukan hal-hal besar.”
Dalam kesempatan ini, Lukman juga memotivasi para pegawai untuk terus meningkatkan kapasitas dirinya (Personal Capacity). JIka organisasi punya Indikator Kinerja Utama (IKU), demikian analoginya, setiap pegawai semestinya juga punya Indikator Kinerja Pribadi. Setiap pegawai perlu meningkatkan kemampuan analitis, imbuhnya. Ini berarti bahwa pegawai di kantor operasional maupun di tingkat wilayah haruslah memiliki daya saing dalam hal berfikir analitis, setidaknya bisa menyamai kemampuan teman-teman di Kantor Pusat.
Lukman juga menekankan pentingnya pemanfaatan Teknologi Informasi (Information Technology—IT). Keberadaan IT sangat dibutuhkan, namun bukan untuk menggantikan sumber daya manusia, artinya IT sebagai sarana pendukung bukan pengganti. Penguasaan atas IT harus ditingkatkan. Berdasarkan pantauannya, sebagian besar dari pegawai yang masuk nominasi pemilihan Pegawai Teladan adalah pegawai berlatar belakang IT. “Jangan kantor kita sudah modern, tapi manusianya belum modern,” katanya. Masih tentang informasi, Lukman juga mendorong agar setiap pegawai menguasai keahlian dalam berkomunikasi. Salah satu aplikasi dalam hal ini adalah bagaimana organisasi kita berkomunikasi dengan media.
Sebagai penutup briefing, Lukman berpesan agar keharmonisan dan sinergi yang sudah ada di lingkungan Kanwil RSK terus dijaga bahkan ditingkatkan. Acara briefing ini berlangsung dari pukul 14:00 hingga pukul 16:00. Acara diakhiri dengan foto bersama. (Teks: Hakim Setyo Budi Mulyono / Foto: Ilham Aldavi)
Foto Terkait Berita
Berita Terbaru