Jl. Lapangan Banteng Timur No.2-4, Jakarta Pusat
   134      Login Pegawai
Berita DJKN
Menggali Sejarah DJKN

Menggali Sejarah DJKN

N/A
Senin, 03 November 2014 pukul 15:48:39 |   2331 kali

Pangkalpinang – Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Pangkalpinang selalu melakukan knowledge sharing setiap hari Senin. Namun Senin, 3 November 2013 kegiatan tersebut terasa berbeda, bukan hanya karena materi PP 27 Tahun 2014 yang merupakan peraturan wajib bagi warga DJKN, tetapi juga narasumber yang sangat kawakan. Pada kesempatan kali ini yang menjadi narasumber adalah Sumurung Siahaan, Kepala KPKNL Pangkalpinang. Sumurung berinisiatif memberikan materi ini sepulang dari Rakernas BMN yang diselenggarakan di Bandung beberapa waktu yang lalu.

Sumurung memaparkan sejarah metamorfosa DJKN, dengan tujuan agar bisa memahami sejarah dan perkembangan tugas dan Fungsi DJK. Diawali dari sejarah terbentuknya Panitia Urusan Piutang Negara (PUPN), terbentuknya Badan urusan Piutang Negara (BUPN), perubahan menjadi badan urusan Piutang dan Lelang Negara (BUPLN), lahirnya Direktorat Jenderal Piutang dan Lelang Negara (DJPLN) sampai akhirnya saat ini menjadi Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN).

Pengenalan terkait sejarah berdirinya DJKN ini penting, mengingat kian hari semakin sedikit yang paham tentang sejarah DJKN sesungguhnya. Karena tinggal segelintir pegawai DJKN yang pernah mengalami masa PUPN/BUPN dan mampu menceritakan sejarah DJKN secara lengkap. Memaknai sewindu DJKN, sesungguhnya usia DJKN bukanlah 8 (delapan) tahun melainkan sudah puluhan tahun.

Seperti halnya HUT DKI Jakarta yang ke-487 pada tahun 2014 ini, umur 487 tahun ini dihitung bukanlah sejak kota ini bernama DKI Jakarta, melainkan semenjak DKI Jakarta masih bernama Sunda Kalapa pada tanggal 22 Juni 1527. Dari nama Sunda Kalapa berubah menjadi Djayakarta, kemudian berubah menjadi Batavia, yang kemudian akhirnya berubah menjadi Jakarta, sampai saat ini.

Ada istilah “Jas Merah”, jangan sekali sekali melupakan sejarah. Ada baiknya kita menggali kembali sejarah DJKN yang sebenarnya, agar tersusun kembali sejarah DJKN yang benar-benar otentik. Bukankah bangsa yang besar adalah bangsa yang memahami sejarahnya? Jayalah DJKN. (Teks : Dedi Brahmana, Foto : Dedi Brahmana, Erwin Maulana dan Ricky Johannes)

Foto Terkait Berita

Berita Terbaru

Floating Icon