Pengelolaan BMN Lebih Baik
N/A
Kamis, 23 Oktober 2014 pukul 14:45:17 |
2787 kali
Denpasar - Kantor Wilayah DJKN Bali dan Nusa Tenggara (Kanwil DJKN Balinusra) menyelenggarakan in house training aplikasi Sistem Informasi Manajemen Aset Negara (SIMAN) pada Senin (20/10) di aula Kanwil. Acara ini merupakan hasil dari pelaksanaan Training of Trainer (ToT) SIMAN yang digelar pada 1-2 Oktober 2014 yang diikuti oleh seluruh perwakilan Kanwil dan KPKNL. Melalui in house training ini diharapkan seluruh pegawai Kanwil DJKN Balinusra memahami pengoperasian aplikasi SIMAN.
Kepala Bidang Pengelolaan Kekayaan Negara Kanwil DJKN Balinusra Wahyu Nendro yang membuka acara ini mengatakan bahwa saat ini ada 2 aplikasi yang mendukung pengelolaan BMN yaitu SIMAK oleh Pengguna Barang dan Modul Kekayaan Negara pada Pengelola Barang. Namun sayangnya kedua aplikasi ini belum dapat menampilkan informasi tentang aset secara detail. “Berapa jumlah aset yang belum dilakukan Penetapan Status Penggunaan maupun nilainya, barang-barang di satker yang sudah dihapus mana saja, berapa aset yang sudah dimanfaatkan juga tidak dapat diketahui cepat karena harus mencari data dulu secara manual padahal sangat penting untuk kepentingan pengelolaan BMN. Inilah yang menjadi dasar disusunnya aplikasi SIMAN untuk menjawab tantangan-tantangan tersebut. Dengan aplikasi ini setiap saat pengelola dapat membuka data di masing-masing Kementerian Negara/Lembaga. Berdasar data-data tersebut DJKN juga dapat lebih proaktif memberikan bimbingan teknis”, tutur Wahyu.
Iwang Wahyu Prasetyo sebagai narasumber mengungkapkan bahwa SIMAN merupakan aplikasi pendukung proses pengelolaan BMN, yang meliputi perencanaan, penggunaan, pemanfaatan, pemeliharaan, penatausahaan, penghapusan, dan pemindahtanganan aset negara berbasis internet yang dapat diakses oleh Pengelola dan Pengguna Barang. Yang membedakan SIMAK BMN dan SIMAN yaitu pada SIMAK Pengelola Barang dan Pengguna Barang memiliki database masing-masing. Sedangkan pada SIMAN, database hanya 1 dan dikelola oleh Kantor Pusat DJKN, dengan demikian diharapkan tak ada dualisme data.
Selain itu, perbedaan antara SIMAK BMN dan SIMAN ada pada data aset yang ditampilkan. Pada SIMAK BMN, data aset mencakup pencatatan perolehan, mutasi aset dan penghapusan aset. Sedangkan pada SIMAN, data yang ditampilkan adalah data SIMAK ditambah atribut seperti riwayat aset, foto dan dokumen aset untuk kebutuhan pengelolaan BMN.
Usai pemaparan materi, dilanjutkan dengan praktek instalasi dan pengetahuan umum mengenai fitur-fitur dalam aplikasi SIMAN. (Teks: Vina Christy Lukitasari)
Foto Terkait Berita
Berita Terbaru