Dengan Tabot, KPKNL Bengkulu Siap Juara
N/A
Senin, 29 September 2014 pukul 12:28:52 |
2154 kali
Bengkulu - Tabot KPKNL Bengkulu menjadi salah satu andalan Kepala KPKNL Bengkulu Muhammad Amin saat menyampaikan presentasi kepada Tim Penilai Kantor Pelayanan Percontohan (KPPc) Kementerian Keuangan di KPKNL Bengkulu Kamis lalu (25/9). Tabot merupakan upacara tradisional masyarakat Bengkulu untuk mengenang tentang kisah kepahlawanan dan kematian cucu Nabi Muhammad SAW, Husein bin Ali bin Abi Tahlib dalam peperangan. Senada dengan tradisi masyarakat setempat, Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Bengkulu juga mengenal Tabot dalam pemberian layanan kepada masyarakat. Tabot pada KPKNL Bengkulu adalah akronim dari Talk About (Tabot) KPKNL Bengkulu dan merupakan aplikasi verifikasi berkas dalam rangka penunjang layanan yang dikemas melalui website sehingga dapat diakses oleh seluruh stakeholders dari lokasi manapun.
Adapun jenis verifikasi berkas yang dapat dilayani meliputi verifikasi berkas dalam rangka permohonan lelang, rekonsiliasi BMN, dan proses permohonan dalam rangka kegiatan pengelolaan BMN. Kriteria penilaian meliputi sembilan poin penilaian kinerja serta penilaian inovasi dan prestasi kantor pelayanan sesuai Keputusan Menteri Keuangan Nomor 65/KMK.01/2014 tentang Perubahan Atas Keputusan Menteri Keuangan Nomor 128/KMK.01/2013 tentang Pedoman Penilaian Kantor Pelayanan Percontohan di Lingkungan Kementerian Keuangan. Tim Penilaian KPPc terdiri dari Sekretaris Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Iyan Rubianto, Sekretaris Direktorat Jenderal Pajak Awan Nurmawan Nuh, dan Wakil Sekretaris Pengadilan Pajak M. Arief Setiawan.
Kepala Kanwil DJKN Lampung dan Bengkulu Ishak Ismail dalam sambutannya mengucapkan selamat datang kepada Tim Penilai KPPc tahun 2014. Selain itu, Ishack menyampaikan bahwa KPKNL Bengkulu merupakan kantor pelayanan dengan capaian NKO 2013 terbaik untuk wilayah Kanwil DJKN Lampung dan Bengkulu, Hingga menjadi perwakilan Kanwil DJKN Lampung Bengkulu dalam penilaian kantor percontohan. Tim penilai internal DJKN akhirnya menjadikan KPKNL Bengkulu menjadi salah satu dari 3 (tiga) KPKNL dalam lomba Kantor Pelayanan Percontohan tahun 2014 ini bersama KPKNL Purwokerto dan KPKNL Gorontalo. “Besar harapan saya agar acara ini bukan merupakan beauty contest, yang semata-mata dilakukan untuk perbaikan sesaat, saya berharap perbaikan terus-menerus sebagaimana tercermin dalam nilai kesempurnaan dapat terinternalisasi dalam setiap insan KPKNL“, pungkas Ischak.
Tim Penilaian KPPc yang pada kesempatan pertama diwakili Iyan Rubianto menyampaikan arahan bahwa pelaksanaan lomba KPPc merupakan salah satu bentuk upaya untuk mempertahankan kualitas layanan kepada publik yang diberikan oleh Kementerian Keuangan selaku pelopor dari Reformasi Birokrasi. Iyan juga menyampaikan kepada seluruh hadirin bahwa Kementerian Keuangan pada 16 Juli 2014 lalu baru saja mencanangkan Hari Peningkatan Kualitas Layanan Publik. Hal ini tentunya sejalan dengan semangat pelayanan yang harus selalu ditingkatkan. Setelah memberikan arahan, Tim Penilaian KPPc memberikan kesempatan kepada Kepala KPKNL Bengkulu untuk menyampaikan perkenalan dan presentasi mengenai profil dan kinerja KPKNL Bengkulu.
Muhammad Amin, selaku Kepala KPKNL Bengkulu memperkenalkan jajaran pejabat eselon IV yang mengisi formasi KPKNL Bengkulu. Sekilas terlihat bahwa jajaran pejabat eselon IV KPKNL Bengkulu diisi oleh pejabat dengan rata-rata usia tidak lebih dari 40 tahun. Hal ini tentunya menjadi salah satu nilai positif yang menggambarkan bahwa seluruh bagian dan seksi pada KPKNL Bengkulu dapat berkontribusi aktif dalam mencapat target dan memberikan layanan kepada stakeholders. Selain itu ditayangkan video profil KPKNL Bengkulu sebagamana dapat dilihat pada link berikut: klik here
Selain Tabot, dengan moto Sosial yang diimplementasikan melalui Sopan dan Santun melayani, Sigap dan Profesional bekerja, serta Ikhlas Mengabdi, KPKNL Bengkulu juga melakukan inovasi dalam hal pengarsipan berkas Risalah Lelang maupun Berkas Kasus Piutang Negara. Dengan pengarsipan yang baik aplikasi komputer menjadikan pencarian data dapat dilakukan dalam hitungan menit. “sekarang kami dapat menunjukan kepada Bapak bagaimana proses pencarian berkas dilakukan dalam waktu singkat”, ujar Amin.
Sesuai dengan salah satu budaya kementerian keuangan yaitu satu informasi setiap hari, KPKNL Bengkulu melakukan terobosan dengan melakukan sharing kisah-kisah inspiratif dari pegawai dan untuk pegawai yang dilakukan secara bergantian setiap harinya lima menit sebelum waktu pulang.
Usai sesi presentasi, Tim Penilai KPPc mengajukan pertanyaan kepada perwakilan KPKNL Bengkulu. Awan Nurmawan Nuh menyampaikan pertanyaan mengenai pengaduan terhadap kinerja pelayanan KPKNL Bengkulu. Inti pertanyaan Awan adalah melalui pengaduan apakah dapat disimpulkan bahwa stakeholders telah puas ataukah ada indikasi bahwa saluran pengaduan belum dapat diakses dengan baik oleh stakeholders.
Menanggapi hal tersebut Kepala KPKNL Bengkulu menyampaikan bahwa pengaduan tersebut terjadi karena kesalahan komunikasi. Pria yang pernah menjabat sebagai Kepala Bidang Lelang Kanwil DJKN Sumatera Selatan dan Bangka Belitung ini meyakinkan bahwa pengaduan tersebut telah ditindaklanjuti dan dikonfirmasi kepada pihak pelapor hingga statusnya telah selesai.
Perwakilan dari stakeholders yaitu Antonius yang berasal dari Badan Pusat Statistik Bengkulu memuji kinerja KPKNL Bengkulu. “dengan bekeras saja, KPKNL Bengkulu tidak akan mampu melayani kami dengan baik, tetapi dengan bekerja cerdas saat ini kami dapat merasakan inovasi-inovasi yang dilaksanakan KPKNL Bengkulu terutama melalui Tabot saat rekonsiliasi BMN” ujar Antonius.
Selain dari BPS, kinerja KPKNL Bengkulu mendapat sanjungan dari Perwakilan Kementerian PU yang telah mendapat bantuan dalam penyelesaian temuan BPK senilai Rp 300 Miliar yang mampu diselesaikan dalam waktu satu bulan. “pegawai KPKNL bengkulu tidak hanya handal di kantor, tetapi juga handal di lapangan, saya bangga sekali”, ujar stakeholders dari Kementerian PU Perwakilan Bengkulu.
M. Arief Setiawan selaku Tim Penilai menguji langsung sarana pengaduan melalui Short Message Service (SMS) 0823-7669-0011 dengan menyampaikan pertanyaan mengenai dokumen persyaratan penetapan status pengguna BMN. Dari hasil uji coba diam-diam yang dilaksanakan, Arief memberikan saran agar waktu penanggapan konsultasi dapat dipersingkat, karena sms uji coba yang dilakukan baru mendapat tanggapan setelah 20 menit.
Selain memberikan masukan, Arief juga menanyakan terkait Nilai-Nilai dan Budaya Kementerian Keuangan, apakah pegawai di KPKNL Bengkulu sudah merasa puas atau masih terdapat hal yang perlu di perbaiki?. Imam Widodo selaku Kepala Seksi Pelayanan Lelang menyampaikan bahwa Inovasi menjadi hal yang sangat kuat pada KPKNL Bengkulu. Hal ini dilakukan melalui sharing kisah inspiratif dan morning call secara rutin hingga kualitas layanan kepada masyarakat terus meningkat. “Secara pribadi saya menyampaikan, KPKNL Bengkulu baik secara organisasi dan kekeluargaan berjalan dengan baik”, pungkas Imam.
Iyan Rubianto menyampaikan pertanyaan mengenai Kedisiplinan pegawai KPKNL Bengkulu yang langsung ditanggapi oleh Dwi Cahyono selaku Kepala Seksi Kepatuhan Internal. Dwi menyampaikan bahwa tingkat kedisiplinan pegawai KPKNL Bengkulu dapat dikatakan pada taraf memuaskan, hal ini dapat dilihat dari besarnya potongan absen yang hampir tidak ada setiap bulannya. Adapun terhadap beberapa kasus absensi hanya disebabkan karena lupa absen, yang dapat diklarifikasi melalu rekaman CCTV.
Kepala KPKNL Bengkulu menambahkan, secara kedisplinan pegawai telah memiliki kesadaran dari dalam, kesadaaran ini tumbuh dari kebersamaan yang telah kita bina sejak lama. Ketika ditanya mengenai bagaimana memotivasi pegawai, Amin menanamkan kepada seluruh pegawai agar tidak boleh puas dengan apa yang ada saat ini, kita harus terus meningkatkan kemampuan individual agar layanan yang kita berikan terus meningkat.
Tenaga Pengkaji Harmonisasi Kebijakan Nuning Sri Rejeki W. selaku perwakilan kantor pusat memuji NKO capaian KPKNL Bengkulu hingga bulan Agustus yang hampir seluruhnya berhasil dihijaukan, adapun terhadap target PNDS yang masih merah, Nuning menyampaikan target tersebut tidak dapat dicapai karena adanya putusan Mahkamah Konstitusi yang mengharuskan pengembalian Piutang Negara dari BUMN. hal tersebut jangan membuat pegawai menjadi pesimis untuk tidak mencapai target.
Iftah salah seorang pegawai KPKNL Bengkulu yang berhasil diwawancarai Tim Humas DJKN, merasa senang dan bangga atas keberhasilan KPKNL Bengkulu yang telah mampu mencapai 3 besar ini. Iftah berharap KPKNL Bengkulu dapat keluar menjadi Juara I, sehingga nama KPKNL Bengkulu dapat lebih dikenal secara nasional. Selain itu Iftah berharap agar SDM pada KPKNL Bengkulu dapat ditambah mengingat luasnya wilayah kerja KPKNL Bengkulu apabila kelak berhasil menjadi Juara I. Rangkaian Acara ditutup dengan kunjungan langsung oleh Tim Penilai KPPc ke sekeliling ruangan KPKNL Bengkulu. (Humas DJKN)
Foto Terkait Berita
Berita Terbaru