Teamwork dan Kemampuan Mandiri
N/A
Senin, 08 September 2014 pukul 10:59:25 |
1138 kali
Palangka Raya – Bertempat di Aula
Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Palangka Raya menyelenggarakan In House Training (IHT) di Aula kantor. Seluruh pegawai KPKNL mengiktui IHT pada Kamis (4/9). Acara hasil kerjasama antara Bagian Kepegawaian Kantor Pusat Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) dan Pusat Pendidikan dan Pelatihan Sumber Daya Manusia (PPSDM) ini mengambil tema ”Membangun Teamwork dan Kemampuan Mandiri yang Efektif Menuju Layanan Tugas yang Berkualitas”.
Kasubbag Umum Suwadi Tristiyawan mengawali kegiatan dengan doa. Kepala KPKNL Palangka Raya, C. Chrisnan Soegiherprajoko menekankan kepada seluruh peserta untuk dapat keluar dari rutinitas sehingga lebih santai dan tidak kaku selama mengikuti kegiatan. Dengan merasa nyaman dan keterbukaan pikiran akan mampu menyerap materi pelatihan dengan lebih baik.
Membuka Sesi pertama, widyaiswara madya dari Pusdiklat PPSDM, Yohanes Supriyanto menayangkan foto-foto kebersamaan pegawai KPKNL Palangka Raya dan berkenalan untuk mencairkan suasana. Kemudian dilanjut dengan menyanyikan lagu Mars DJKN. Pria yang lebih senang di panggil Kak Yo ini meminta peserta untuk meneruskan kalimat “Bekerja adalah.....”. Banyak kalimat terbentuk dari dua kata tersebut. Setiap peserta memiliki definisi yang berbeda mengenai bekerja. Kalimat-kalimat yang terbentuk merupakan motivasi mereka dalam bekerja. Bekerja harus memiliki motivasi. Motivasi bisa berasal dari dalam diri dan luar. Keduanya sama-sama penting.
Masih terkait materi motivasi, Yohanes Supriyanto menerangkan bahwa dalam merespon motivasi, manusia dibagi menjadi 3 tipe. Tipe pertama disebut Quiters, tipe menyerah, mudah putus asa, dan tidak mau diajak maju. Tipe kedua disebut Campers yakni tipe orang yang sudah masuk dalam zona nyaman dan merasa cukup atas capaiannya. Terakhir disebut tipe climbers, tipe pejuang yang ingin selalu maju, continous learning, dan ada target. I Love My Job, Do What You Love, Love What You Do.
Berlanjut ke sesi berikutnya setiap peserta diminta menuliskan nama di selembar kertas dan membuat kata positif yang menunjukkan harapan dari tiap huruf pembentuk nama mereka. Sementara untuk sesi teamwork acara diisi dengan permainan-permainan tim seperti tugu pancoran, pacuan kuda, lampu trafik, bunga kamboja, diskusi kelompok dan lain-lain. Permainan-permainan ini menggambarkan kondisi kerja di kantor yang membutuhkan kerjasama tim, kekompakan, komunikasi, kepercayaan dan kepemimpinan. Peserta dibagi menjadi empat kelompok dan bersaing mendapatkan poin cendol yang akan dihitung di akhir acara. Kelompok yang mengumpulkan poin paling banyak menjadi pemenang dan mendapat hadiah. Peserta sangat antusias dan ceria mengikuti sesi ini. Pesan yang didapat dari permainan ini adalah “Sukses Tim Bukanlah Karya Solo, Sukses Tim Bukanlah Kompetensi.”
Mengambil filosofi lagu anak-anak “Lihat Kebunku”, terdapat lirik “Ada yang merah dan ada yang putih”, Supriyanto berpesan bahwa dalam satu unit kerja, kepribadian tiap individu berbeda-beda. Ada empat tipe kepribadian yaitu Koleris, Sanguin, Plegmatis, dan Melankolis. Setiap tipe memiliki kelebihan dan kekurangan. Bagaimanakah kita bersikap/memperlakukan tiap-tiap tipe?? Kita bisa melihat lirik selanjutnya “Setiap hari kusiram semua”. “kusiram” mengandung arti “kasih sayang”. Dengan mengetahui tipe kepribadian rekan kerja diharapkan dapat terjalin komunikasi dan hubungan yang baik sehingga dapat bersinergi.
Sesi terakhir diisi oleh Kepala Subbagian Perencanaan dan Administrasi Umum Kepegawaian Sekretariat DJKN, Diana Setiastanti dengan materi Penataan Pegawai di Lingkungan Kementerian Keuangan, Pengelolaan Kinerja Pegawai, dan Dasar Kebijakan Pola Mutasi. Sesi ini diakhiri dengan tanya jawab dan masukan dari pegawai KPKNL Palangka Raya. (Teks Edi Purwanto, Gambar Galih Sinastra Setyaka)
Foto Terkait Berita
Berita Terbaru