Rakerda bukan hanya seremonial berkumpul
N/A
Selasa, 02 September 2014 pukul 06:06:51 |
5665 kali
Merauke – ”Rakerda bukan hanya seremonial berkumpul tapi jadikan sebagai evaluasi dan tukar pikiran dalam mencari solusi”, ujar Tugas Agus Priyo Waluyo, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (Kanwil DJKN) Papua dan Maluku ketika membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) yang diikuti dengan pemukulan Tifa. Kanwil DJKN Papua dan Maluku melaksanakan Rakerda di Kota Merauke, kota paling timur Indonesia, Jumat (29/8). Pemilihan Kota Merauke tidak lain untuk lebih mengenal wilayah kerja Kanwil Papua dan Maluku. Seluruh kepala KPKNL di lingkungan Kanwil DJKN Papua dan Maluku serta kepala Bidang dan Bagian mengikuti Rakerda tersebut. Sebagai ajang evaluasi, Rakerda menampilkan raport kinerja semester satu Kanwil dan juga KPKNL.
Pencapaian kinerja selama semester satu Kemenkeu Two Kanwil DJKN Papua dan Maluku adalah sangat baik dengan capaian NKO (Nilai Kinerja Organisasi) sebesar 111,80 %. Demikian juga pada Kemenkeu Three walaupun pada item IKU tertentu ada yang berwarna kuning bahkan merah namun secara total NKO adalah masih aman/baik. “Terhadap capaian IKU yang telah berwarna hijau harus tetap dijaga dan terus ditingkatkan sementara yang masih berwarna kuning bahkan merah harus fokus untuk mencapainya” pesan Tugas Agus sebelum mengakhiri sambutannya.
Pemaparan kinerja KPKNL dan Bidang/Bagian menjadi acara inti rakerda. KPKNL Jayapura mengawali pemaparan yang disampaikan oleh Yohannes Herry Prihatin, kepala KPKNL Jayapura. Pemaparan berlangsung dengan “sengit”. Tidak jarang presentasi harus berlangsung lebih lama dari yang dijadwalkan karena audiens yang “kurang puas” dengan pemaparan dari presentasi KPKNL, bidang maupun bagian. Antusias peserta dalam memberikan umpan balik perlu diacungi jempol.
“Formulasi perhitungan IKU untuk persentase penyerapan anggaran perlu dikaji ulang”, pungkas Nikodemus Sigit Rahadjo, Kepala KPKNL Sorong ketika menyampaikan pandangannya. Sigit, begitu biasa dipanggil, memberikan argumentasinya bahwa formulasi IKU penyerapan anggaran yang selama ini dihitung masih kurang fair karena walaupun output telah tercapai bahkan melampaui target namun dengan serapan anggaran yang tidak mencapai 100 % dari nilai pagu kinerjanya masih belum dianggap mencapai 100% khususnya dalam belanja modal sehingga perlu ada koreksi formulanya.
Tak kalah menarik usulan dari kepala KPKNL Ambon, Daniel Pelamonia, terkait penetapan target khususnya target lelang. “Alangkah lebih baik bila penetapan target lelang didasarkan pada potensi daerah dengan memperhatikan aspek sosial, ekonomi, budaya sehingga dalam pencapaiannya dapat lebih realistis”, Daniel.
Pemaparan dari Bagian Umum Kanwil DJKN Papua dan Maluku menjadi sesi penutup pemaparan. Kepala KPKNL Biak, Heru Riyanto menanyakan bagaimana tindak lanjut pengusulan pejabat lelang dan penilai karena sampai saat ini belum ada kejelasan. Devi Lesilolo, Kepala Bagian Umum menyatakan bahwa semua usulan pejabat lelang dan penilai telah disampaikan ke Kantor Pusat, namun sampai saat ini usulan tersebut belum ada jawaban sehingga dirasa perlu untuk menanyakan ke KP DJKN.
Rakerda yang berlangsung pada tanggal 27 s.d. 29 Agustus 2014 merekomendasikan 9 (sembilan) butir-butir kesepakatan yang berhasil dirumuskan untuk ditindaklanjuti pihak-pihak terkait. Redaksional dan subtansi butir kesepakatan rakerda menjadi perhatian seluruh peserta rakerda, tidak terkecuali kepala Kanwil DJKN Papua dan Maluku. Pembubuhan tanda tangan dari kepala Kanwil, kepala KPKNL, dan kepala Bidang/Bagian menjadi tanda validitas butir-butir kesepakatan Rakerda yang siap untuk disampaikan ke kantor pusat DJKN.
Rakerda kali ini ada yang spesial. Sebagai apresiasi atas kinerja KPKNL selama satu semester Kanwil melakukan memilih peringkat KPKNL dengan kinerja terbaik. Perangkingan ini didasarkan pada capaian Nilai Kinerja Organisasi (NKO), ketertiban dalam penyampaian laporan sesuai Keputusan Dirjen Kekayaan Negara nomor : KEP-157/KN/2013 tanggal 13 September 2013 tentang pelaporan di lingkungan DJKN, serta pelaksanaan SOP layanan unggulan. Keluar sebagai KPKNL berkinerja terbaik adalah KPKNL Sorong. Kepala Kanwil DJKN menyerahkan piagam secara langsung kepada kepala KPKNL Sorong. “Kepada KPKNL Sorong disampaikan selamat atas prestasinya dan semoga menjadi pemicu kepada KPKNL lainnya untuk dapat mengejarnya”, kata Tugas Agus ketika menyampaikan sambutan penutupan Rakerda. (Naskah : Abdul khalim dengan editing bidang KIHI Kanwil Papua dan Maluku, foto : Abdul Khalim)
Foto Terkait Berita
Berita Terbaru