Jl. Lapangan Banteng Timur No.2-4, Jakarta Pusat
   134      Login Pegawai
Berita DJKN
World Bank Tawarkan WAVES Untuk Pengelolaan SDA

World Bank Tawarkan WAVES Untuk Pengelolaan SDA

N/A
Selasa, 03 Juni 2014 pukul 10:56:52 |   1066 kali

Jakarta – Saat ini Kementerian Keuangan termasuk Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) sedang menjalankan transformasi kelembagaan agar menjadi lembaga yang lebih modern sehingga dapat memenuhi kebutuhan dan pelayanan pemangku kepentingan lebih baik. Salah satu topik dari transformasi kelembagaan adalah DJKN harus mampu menyajikan nilai sumber daya alam di dalam neraca. Demikian disampaikan Direktur Jenderal Kekayaan Negara Hadiyanto saat menerima kunjungan perwakilan World Bank, (28/05/2014) di Aula DJKN.

Hadiyanto menyampaikan, DJKN tengah menyusun rancangan peraturan yang tepat dan memadai dalam rangka pengelolaan sumber daya alam, bekerja sama dengan instansi terkait. Dalam mewujudkan hal tersebut, DJKN banyak melakukan koordinasi dengan stakeholders dan kementerian sektoral serta beberapa institusi lainnya. DJKN juga telah berkonsultasi dengan beberapa lembaga, melakukan focus group discussion, seminar, workshop dan sebagainya.

Terkait kunjungan perwakilan World Bank, Ia berharap World Bank dapat membantu DJKN agar mampu mengelola kekayaan negara demi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat terutama di bidang sumber daya alam. Ia juga menyambut baik kesempatan ini untuk berdiskusi dan bertukar pengalaman dengan World Bank terkait pengelolaan sumber daya alam.

World Bank yang diwakili oleh Sofia Ahlroth, Stefanie Sieber dan Mubariq Ahmad, selanjutnya mempresentasikan mengenai WAVES (Wealth Accounting and Valuation of Ecosystem Services). Sofia Ahlroth menjelaskan, WAVES adalah sebuah kemitraan global yang bertujuan untuk mempromosikan pembangunan berkelanjutan dengan memastikan bahwa sumber daya alam diikutsertakan dalam perencanaan pembangunan dan neraca ekonomi nasional.

Dalam mencapai tujuan, WAVES memiliki 3 komponen utama. Pertama, WAVES akan membantu secara langsung pemerintah dalam pembangunan berkelanjutan. Kedua, WAVES akan membantu menentukan metode penilaian sumber daya alam sesuai standard internasional dan mengumpulkan bahan-bahan terkait dengan metode tersebut. Ketiga, bersama-sama WAVES dan negara-negara maju ikut serta dalam kampanye global.

Untuk menyusun neraca sumber daya alam, WAVES akan membantu menentukan struktur dan akun-akun yang digunakan beserta analisisnya sesuai dengan System for Environmental Economic Accounts (SEEA). WAVES telah digunakan oleh beberapa negara seperti Filipina, Boswana, Madagaskar, Kostarika dan sebagainya.

Stefanie Sieber menerangkan, di dalam WAVES terdapat Natural Capital Accounting (NCA) dimana akan menghasilkan National Economic Accounts (GDP). NCA akan menyajikan data mengenai GDP yang dapat digunakan untuk monitoring perkembangan pembangunan berkelanjutan yang dicanangkan dan sebagai media untuk mengelola sumber daya alam guna meningkatkan perekonomian dan mengurangi kemiskinan.

NCA sendiri akan menghasilkan beberapa hal, diantaranya : indikator ekonomi makro dan sektoral untuk memantau pembangunan berkelanjutan, jumlah cadangan mineral dan energi yang berguna dalam kebijakan fiskal untuk mengelola pendapatan untuk pertumbuhan jangka panjang, akuntansi air dengan tujuan mengelola sumber daya yang langka untuk pertumbuhan ekonomi, mengetahui angka polusi energi dan udara serta menggambarkan pendapatan pemerintah dan perencanaan investasi.

Penawaran ini lebih lanjut akan dibahas bersama dengan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Kehutanan, Badan Pusat Statistik (BPS) dan instansi lainnya. (johan/humas)

Foto Terkait Berita

Berita Terbaru

Floating Icon